• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jumat Mubarak: Menolong Kebodohan

fusilat by fusilat
July 24, 2026
in Feature, Kecelakaan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Anwar Husen
Pemerhati Sosial / Dewan Pakar KAHMI Maluku Utara

Di platform X beredar sebuah video pendek yang menyita perhatian. Di sebuah jalan di Kairo, Mesir, sebuah truk flatbed—truk dengan bak rata tanpa dinding maupun atap—mengangkut muatan yang ditumpuk menjulang tinggi. Tiba-tiba ban belakangnya pecah. Truk itu oleng dan nyaris terguling.

Dalam hitungan detik, sebuah truk kontainer berukuran sedang yang berada di belakangnya bergerak mendekat, menopang badan truk yang oleng itu, lalu menggesernya perlahan ke tepi jalan hingga situasi terkendali. Publik pun memuji aksi heroik sang sopir penyelamat.

Pada pemandangan lain, kita sering melihat sekelompok orang membawa kotak sumbangan atas nama pembangunan rumah ibadah. Mereka berdiri di tengah jalan, di persimpangan atau keramaian pasar, memanfaatkan arus kendaraan untuk meminta sumbangan. Masyarakat berbondong-bondong mengisi kotak itu. Sekilas, seolah tidak ada yang salah.

Contoh ketiga datang dari Maluku Utara. Pemerintah Provinsi sedang menjajaki kemungkinan meminjam dana kepada pihak ketiga senilai Rp1 triliun dengan alasan mempercepat pembangunan infrastruktur. Rencana itu memunculkan berbagai penolakan, bahkan hingga muncul petisi terbuka.

Tiga peristiwa yang berbeda, tetapi sesungguhnya memperlihatkan satu benang merah: bagaimana kita memandang dan memperlakukan kebodohan.

Dalam kasus truk yang oleng, perhatian publik lebih banyak tertuju pada aksi penyelamatan daripada penyebab kecelakaannya. Kita mudah tersentuh oleh akibat, tetapi sering lalai mengkritisi akar persoalannya.

Padahal, persoalan utamanya bukanlah keberanian sopir yang menyelamatkan, melainkan mengapa sebuah truk diizinkan mengangkut muatan yang jauh melampaui standar keselamatan. Truk tanpa dinding pengaman, dengan beban menjulang tinggi, jelas mengandung risiko besar. Andai sejak awal pengemudi menaati standar operasional, memeriksa kondisi kendaraan, serta mematuhi batas muatan, mungkin aksi heroik itu tidak pernah diperlukan.

Ironisnya, di negeri ini pelanggaran seperti itu sudah dianggap lumrah. Truk kelebihan muatan, kendaraan tidak laik jalan, hingga pelanggaran lalu lintas lain menjadi bagian dari keseharian. Kita baru ramai ketika kecelakaan terjadi, lalu setelah beberapa waktu kembali menganggapnya biasa. Kita mengulang kebodohan yang sama.

Fenomena kotak sumbangan di jalan raya pun tidak jauh berbeda.

Atas nama agama, seolah semua aturan lalu lintas dapat dikesampingkan. Padahal, penggunaan badan jalan untuk aktivitas penggalangan dana jelas membahayakan pengguna jalan. Namun masyarakat justru berlomba memberi. Cara yang keliru akhirnya memperoleh legitimasi sosial.

Seakan-akan, jika ada yang mengkritik praktik tersebut, ia dianggap kurang religius.

Di sinilah tantangan terbesar nalar kita. Dogma sering kali ditempatkan di atas akal sehat. Simbol agama dipakai untuk membenarkan tindakan yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip keselamatan, ketertiban, bahkan nilai agama itu sendiri.

Padahal agama tidak pernah mengajarkan agar tujuan baik ditempuh dengan cara yang membahayakan orang lain.

Ketika perilaku semacam itu terus dibiarkan, kita sesungguhnya sedang menolong kebodohan, bukan memberantasnya.

Kasus rencana pinjaman Rp1 triliun juga patut dilihat dengan cara berpikir yang sama.

Pertanyaan dasarnya sederhana: apakah utang sebesar itu memang diperlukan? Apakah urgensinya sepadan dengan risiko yang akan ditanggung masyarakat di masa depan?

Paling tidak ada tiga ukuran rasional yang patut dijadikan pijakan: kepatuhan terhadap regulasi, kelayakan atau feasibility proyek, dan rekam jejak institusi yang akan mengelolanya.

Dari sisi regulasi, ruang hukum mungkin tersedia. Namun pertanyaan mengenai kelayakan ekonomi dan kemampuan membayar kembali jauh lebih penting. Nilai Rp1 triliun bukan angka kecil. Besarnya mendekati sepertiga APBD Provinsi Maluku Utara. Kesalahan dalam menghitung manfaat dan risiko akan menjadi beban fiskal yang panjang.

Bangsa ini memiliki pengalaman yang belum lama berlalu. Berbagai proyek infrastruktur pada era Presiden Joko Widodo dibangun dengan pembiayaan utang yang sangat besar. Sebagian proyek berhasil, tetapi tidak sedikit yang kemudian menghadapi persoalan: utilisasi rendah, biaya membengkak, bahkan ada yang mangkrak. Pelajaran itu semestinya menjadi bahan evaluasi agar setiap kebijakan investasi benar-benar didasarkan pada kajian yang matang.

Di Maluku Utara sendiri, berbagai persoalan hukum yang melibatkan kebijakan publik juga belum sepenuhnya selesai. Mulai dari polemik tata ruang hingga dugaan penyimpangan tunjangan DPRD yang kini sedang ditangani aparat penegak hukum. Semua itu semestinya menjadi pengingat bahwa tata kelola yang baik jauh lebih penting daripada sekadar mengejar proyek besar.

Sebagian masyarakat bahkan mencurigai adanya motif lain di balik rencana pinjaman tersebut. Berbagai dugaan itu tentu harus dibuktikan melalui mekanisme hukum dan tidak dapat dijadikan kesimpulan tanpa bukti yang sah. Namun munculnya kecurigaan publik sendiri menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap tata kelola pemerintahan masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Ironisnya, provinsi yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam luar biasa, tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi, dan indeks kebahagiaan yang baik, justru dihadapkan pada wacana berutang dalam jumlah sangat besar.

Kembali pada kisah truk di Kairo.

Sopir yang menyangga truk oleng itu memang patut diapresiasi. Ia berhasil mencegah kecelakaan yang mungkin lebih besar. Namun aksinya tidak menyelesaikan akar masalah. Selama budaya melanggar standar keselamatan tetap dipelihara, selama pelanggaran dianggap biasa, maka potensi kecelakaan akan terus ada.

Demikian pula dalam kehidupan sosial, beragama, maupun pemerintahan. Menolong orang adalah kebajikan. Tetapi menolong kebodohan, membenarkannya, bahkan menjadikannya kebiasaan, justru membuka jalan bagi lahirnya kebodohan-kebodohan baru.

Mestinya kita belajar dari setiap kekhilafan, bukan merawatnya.

Wallāhu a’lam bi al-shawāb.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

Next Post

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

fusilat

fusilat

Related Posts

Birokrasi

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

July 24, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

July 24, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Feature

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

July 24, 2026
Next Post

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

July 24, 2026

Jumat Mubarak: Menolong Kebodohan

July 24, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

July 24, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

July 24, 2026
Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu

Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu

July 24, 2026
Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri

Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri

July 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

July 24, 2026

Jumat Mubarak: Menolong Kebodohan

July 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...