• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

fusilat by fusilat
July 24, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

“Merawat Akal Sehat, Menjaga Nurani Bangsa.”

“Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Tata Kelola Kehidupan.”

Indonesia tidak pernah miskin. Yang sering dipersoalkan justru mengapa negeri yang dikaruniai sumber daya alam melimpah belum mampu mengubah kekayaan tersebut menjadi kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat. Dari Sabang hingga Merauke, tanah ini menyimpan batu bara, nikel, emas, tembaga, minyak, gas, kelapa sawit, hasil laut, hingga keanekaragaman hayati yang menjadi perhatian dunia.

Namun, di tengah kelimpahan itu, ketimpangan ekonomi, keterbatasan fiskal, dan kebutuhan pembangunan masih menjadi tantangan yang terus berulang.

Pertanyaan yang layak diajukan bukan lagi apakah Indonesia kaya, melainkan mengapa kekayaan itu belum sepenuhnya kembali menjadi kemakmuran bangsa.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto mengangkat kembali isu outflow of national wealth, yakni dugaan mengalirnya sebagian kekayaan nasional ke luar negeri melalui berbagai celah dalam perdagangan internasional dan tata kelola ekonomi.

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai besaran angkanya maupun metodologi yang digunakan, isu tersebut sesungguhnya bukan hal baru. Berbagai lembaga internasional selama bertahun-tahun telah menaruh perhatian pada praktik trade misinvoicing, transfer pricing, under-invoicing, hingga berbagai bentuk illicit financial flows yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.

Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam mengidentifikasi risiko tersebut adalah mirror statistics, yaitu metode yang membandingkan data ekspor suatu negara dengan data impor negara mitra dagangnya. Apabila ditemukan selisih yang besar dan terjadi secara konsisten dalam jangka panjang, kondisi tersebut menjadi indikator risiko yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui audit, investigasi, dan kerja sama antarotoritas. Penting untuk dipahami bahwa mirror statistics bukanlah alat pembuktian hukum, melainkan early warning system yang membantu mengidentifikasi potensi penyimpangan dalam perdagangan internasional.
Dengan kata lain, selisih data tidak otomatis berarti telah terjadi pelanggaran hukum.

Namun, apabila pola yang sama terus berulang pada berbagai komoditas dan lintas waktu, negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk mencari penyebabnya. Di sinilah tata kelola menjadi jauh lebih penting daripada sekadar perdebatan mengenai angka.

Sesungguhnya, persoalan terbesar bukanlah apakah kebocoran itu bernilai ratusan miliar dolar atau lebih kecil dari angka tersebut. Persoalan yang lebih mendasar adalah apabila sebagian kekayaan bangsa memang tidak kembali melalui mekanisme yang semestinya, maka yang hilang bukan sekadar devisa negara. Yang ikut hilang adalah kesempatan membangun sekolah, rumah sakit, irigasi, pelabuhan, riset, lapangan kerja, serta masa depan jutaan anak Indonesia.

Di titik inilah nasionalisme menemukan makna yang sesungguhnya.
Nasionalisme bukan sekadar menghafal lagu kebangsaan, mengibarkan bendera, atau mengucapkan slogan cinta tanah air. Nasionalisme adalah keberanian menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok, perusahaan, maupun jaringan politik.

Seorang pejabat yang menggunakan kewenangannya untuk memperkaya diri sendiri sesungguhnya sedang mengurangi hak rakyat. Demikian pula seorang pelaku usaha yang dengan sengaja memanipulasi nilai transaksi, menyembunyikan keuntungan, atau memindahkan laba secara tidak semestinya ke yurisdiksi lain demi menghindari kewajiban kepada negara.

Perbedaannya hanya pada cara, tetapi akibatnya sama: berkurangnya kemampuan negara menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.
Persoalan menjadi semakin kompleks ketika hubungan antara penguasa dan pengusaha bergeser dari kemitraan strategis menjadi hubungan transaksional.

Kebijakan publik tidak lagi sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan nasional, melainkan berpotensi dipengaruhi oleh kepentingan kelompok tertentu. Biaya politik yang tinggi mendorong lahirnya praktik balas jasa, sementara kekuasaan dipandang sebagai investasi yang harus menghasilkan keuntungan.

Pada saat itulah sistem politik mulai kehilangan kompas moralnya.
Padahal, hakikat politik dalam negara demokrasi adalah mengelola amanah rakyat untuk mencapai kemaslahatan bersama. Kekuasaan bukanlah hak istimewa untuk memperoleh privilege ekonomi, melainkan tanggung jawab untuk menjaga keadilan, memastikan persaingan usaha yang sehat, dan melindungi setiap rupiah kekayaan negara agar benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Dalam perspektif Governance, Risk Management, and Compliance (GRC), kebocoran kekayaan negara bukan semata persoalan hukum atau perpajakan. Ia merupakan risiko strategis nasional yang dapat menggerus penerimaan negara, melemahkan daya saing ekonomi, menurunkan kepercayaan investor, dan pada akhirnya mengurangi kapasitas pemerintah dalam membiayai pembangunan.

Oleh karena itu, pengelolaannya tidak cukup hanya melalui penindakan hukum setelah kerugian terjadi, tetapi harus dimulai dari tata kelola yang transparan, sistem pengendalian internal yang kuat, audit berbasis risiko, dan budaya integritas yang hidup di setiap lembaga.

Demikian pula, COSO Enterprise Risk Management mengajarkan bahwa setiap organisasi harus mampu mengidentifikasi risiko strategis sejak dini, mengukur dampaknya, serta membangun respons yang tepat sebelum risiko tersebut berkembang menjadi krisis.

Dalam konteks negara, pengelolaan perdagangan internasional, perpajakan, kepabeanan, dan investasi harus dipandang sebagai satu ekosistem yang saling terintegrasi, bukan sebagai kewenangan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri.
Sementara itu, Global Internal Audit Standards (GIAS) 2024 menegaskan bahwa fungsi audit internal tidak lagi hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga memberikan insight dan foresight bagi organisasi. Audit harus mampu mendeteksi pola risiko, memberi peringatan dini, dan mendorong perbaikan tata kelola sebelum penyimpangan berkembang menjadi skandal yang merugikan negara.

Namun, sebaik apa pun sistem yang dibangun, semuanya akan kehilangan makna apabila manusia yang mengelolanya kehilangan integritas. Sistem dapat diperbaiki, teknologi dapat diperbarui, dan regulasi dapat disempurnakan. Akan tetapi, ketika akhlak dikalahkan oleh keserakahan, setiap celah dalam sistem akan selalu ditemukan dan dimanfaatkan.

Al-Qur’an mengingatkan:
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil…”
(QS. Al-Baqarah: 188).
Ayat ini tidak hanya berbicara tentang pencurian dalam arti sempit, tetapi juga setiap bentuk penguasaan harta melalui manipulasi, penipuan, penyalahgunaan kewenangan, dan cara-cara yang bertentangan dengan keadilan.

Demikian pula firman Allah:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58).
Amanah itu bukan hanya uang negara, tetapi juga jabatan, kewenangan, kebijakan, dan kepercayaan rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jumat Mubarak: Menolong Kebodohan

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Jumat Mubarak: Menolong Kebodohan

July 24, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

July 24, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Feature

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

July 24, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

July 24, 2026

Jumat Mubarak: Menolong Kebodohan

July 24, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

July 24, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

July 24, 2026
Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu

Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu

July 24, 2026
Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri

Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri

July 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menakar Nasionalisme Penguasa dan Pengusaha Negara (Ketika Sistem Politik Kehilangan Kompas Moral)

July 24, 2026

Jumat Mubarak: Menolong Kebodohan

July 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...