Ottawa, 7 Januari 2025 – Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada sejak 2015, resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Liberal dan kepala pemerintahan. Trudeau menyatakan akan tetap menjabat hingga partainya memilih pemimpin baru dalam proses yang dijadwalkan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Ottawa pada Senin (6/1), Trudeau mengakui bahwa dirinya bukan lagi pilihan terbaik untuk memimpin Partai Liberal menghadapi Pemilihan Umum mendatang yang dijadwalkan pada Oktober 2025. “Ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur dan memberikan kesempatan kepada generasi baru kepemimpinan,” ujarnya.
Trudeau telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir satu dekade, dikenal dengan kebijakan progresifnya yang menonjol, termasuk fokus pada keberagaman, perubahan iklim, dan peningkatan kualitas hidup kelas menengah. Namun, masa pemerintahannya akhir-akhir ini menghadapi tantangan besar, mulai dari menurunnya popularitas hingga tekanan dari oposisi konservatif yang dipimpin oleh Pierre Poilievre.
Pengunduran dirinya juga dipengaruhi oleh krisis internal Partai Liberal. Beberapa anggota kabinetnya, termasuk Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Chrystia Freeland, sebelumnya telah mengundurkan diri, meningkatkan spekulasi tentang masa depan kepemimpinan Trudeau.
Untuk mengakomodasi transisi ini, parlemen Kanada akan ditangguhkan hingga 24 Maret mendatang. Selama periode tersebut, Partai Liberal diharapkan dapat memilih pemimpin baru yang akan membawa arah baru bagi partai dan negara.
Sementara itu, oposisi terus mendorong percepatan pemilu, mengklaim bahwa pemerintahan Trudeau telah kehilangan kepercayaan publik.
Dengan pengunduran dirinya, era Justin Trudeau yang diwarnai oleh kebijakan progresif dan tantangan politik besar akhirnya mencapai akhir. Partai Liberal kini menghadapi tugas berat untuk mempertahankan nilai-nilai progresif yang menjadi ciri khasnya sekaligus memenangkan kembali hati rakyat Kanada.





















