• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kaesang Menantang Amuk Publik: Arogansi atau Taktik?

Ali Syarief by Ali Syarief
September 24, 2024
in Feature, Politik
0
Kaesang Menantang Amuk Publik: Arogansi atau Taktik?
Share on FacebookShare on Twitter

Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, kembali membuat kontroversi. Kali ini, ia mengenakan rompi bertuliskan “Putra Mulyono” dalam sebuah kunjungan ke Kabupaten Tangerang, Banten. Nama “Mulyono” yang merujuk pada nama asli Jokowi sebelum diganti, telah menjadi sorotan di media sosial, terutama di Twitter (sekarang dikenal sebagai X). Namun, apa yang mungkin dianggap sebagian orang sebagai langkah simpatik justru dipandang sebagai arogansi oleh publik yang marah.

Publik membaca rompi tersebut sebagai bentuk perlawanan Kaesang terhadap gelombang sentimen negatif yang berkembang di media sosial terhadap keluarganya, terutama terkait dengan ayahnya, Jokowi. “Mulyono” menjadi semacam ekspresi kekecewaan dan kemarahan publik terhadap pemerintahan Jokowi, sehingga tindakan Kaesang memakai atribut tersebut bisa dibaca sebagai tantangan terbuka terhadap kemarahan rakyat.

Mulyono: Dari Nama Lama Menjadi Simbol Amarah

Nama Mulyono sejatinya adalah nama lahir Presiden Jokowi, yang diberikan oleh orangtuanya sebelum diganti menjadi Joko Widodo. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, nama ini kembali mencuat bukan dalam konteks sejarah pribadi, melainkan sebagai simbol bagi kelompok netizen yang merasa tidak puas dengan pemerintahan Jokowi. Nama Mulyono kerap muncul di berbagai unggahan sebagai ekspresi kritik, bahkan kemarahan, terhadap kebijakan-kebijakan Jokowi yang dianggap tidak memihak rakyat.

Dengan viralnya nama Mulyono sebagai simbol kemarahan, keputusan Kaesang untuk mengenakan rompi bertuliskan “Putra Mulyono” bukanlah hal sepele. Itu seperti pernyataan simbolik yang menunjukkan bahwa Kaesang sadar akan kritik yang diarahkan pada keluarganya, namun memilih untuk tidak menghindar. Sebaliknya, ia menampilkan kebanggaan sebagai putra Jokowi dengan cara yang provokatif.

Kaesang: Simbol Arogansi Anak Penguasa?

Rompi “Putra Mulyono” yang dikenakan Kaesang bisa dilihat sebagai bentuk arogansi seorang anak presiden yang tampaknya tidak peduli dengan gelombang kritik dan protes yang diarahkan pada keluarganya. Publik mungkin berharap Kaesang bersikap lebih bijak, terutama di tengah-tengah semakin kuatnya sentimen negatif terhadap pemerintahan ayahnya. Namun, sebaliknya, Kaesang justru memilih untuk menonjolkan identitasnya sebagai anak Jokowi dengan cara yang dapat memicu kontroversi lebih lanjut.

Ketika seorang figur publik, terutama yang memiliki hubungan langsung dengan kekuasaan, secara terang-terangan menggunakan simbol-simbol yang telah menjadi bagian dari kritik publik, ini bisa diartikan sebagai pengabaian terhadap suara rakyat. Kaesang seolah menunjukkan bahwa ia tidak terpengaruh oleh cercaan atau kemarahan netizen. Hal ini tentu saja bisa menambah sentimen negatif dan memposisikannya sebagai sosok yang arogan, seakan tidak memperdulikan aspirasi masyarakat yang kecewa terhadap kebijakan ayahnya.

Strategi Kaesang atau Cerminan Kesenjangan Sosial?

Di sisi lain, langkah Kaesang juga bisa dilihat sebagai bentuk strategi politik yang cerdik. Dengan mengenakan rompi “Putra Mulyono” saat kunjungan ke rumah warga miskin di Kabupaten Tangerang, ia mungkin mencoba mengubah narasi seputar dirinya dan keluarganya. Kaesang mengunjungi rumah janda dua anak yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, menawarkan bantuan perbaikan rumah sebagai upaya memperbaiki kesenjangan sosial. Langkah ini mungkin ingin menunjukkan bahwa meski ia adalah bagian dari keluarga penguasa, ia tidak menutup mata terhadap kesulitan rakyat kecil.

Namun, pesan sosial yang ingin disampaikan ini bisa tersamarkan oleh simbol rompi yang ia kenakan. Alih-alih dipandang sebagai pemuda yang peduli dengan rakyat, penggunaan atribut “Putra Mulyono” malah memperkuat citra dirinya sebagai bagian dari kekuasaan yang arogan. Alih-alih menenangkan amarah publik, rompi tersebut justru bisa dianggap sebagai bentuk provokasi terhadap mereka yang merasa dirugikan oleh kebijakan ayahnya.

Melawan Amuk Publik

Tindakan Kaesang mengenakan rompi “Putra Mulyono” di tengah kemarahan publik ini adalah langkah yang berisiko tinggi. Publik saat ini sedang dalam kondisi yang rentan, dengan banyaknya isu ketidakpuasan terkait pemerintahan Jokowi—mulai dari masalah ekonomi, sosial, hingga politik. Amarah publik bukan hanya tentang nama, tetapi juga ketidakpuasan yang lebih mendalam terhadap keadaan negara di bawah kepemimpinan Jokowi.

Kaesang tampaknya memilih untuk menghadapi amarah ini dengan penuh percaya diri. Tetapi, jika langkah ini tidak diimbangi dengan kebijakan konkret yang benar-benar berpihak pada rakyat, maka ia berisiko memicu reaksi yang lebih besar. Melawan amuk publik dengan simbol-simbol yang provokatif hanya akan memperburuk situasi jika tidak dibarengi dengan tindakan nyata yang menunjukkan empati dan perhatian pada rakyat kecil.

Arogansi atau Pembuktian?

Pada akhirnya, langkah Kaesang menggunakan rompi “Putra Mulyono” bisa dibaca dengan dua cara. Di satu sisi, ia mungkin hanya ingin menunjukkan kebanggaannya sebagai putra Jokowi, meski di tengah gelombang kritik dan sentimen negatif. Di sisi lain, ia juga bisa dianggap sebagai sosok arogan yang tidak memahami atau bahkan mengabaikan suara rakyat yang merasa dirugikan oleh kebijakan ayahnya.

Apapun niat di balik tindakan tersebut, satu hal yang jelas: Kaesang sedang berada di persimpangan jalan antara citra positif sebagai pemuda yang peduli dengan rakyat dan citra negatif sebagai anak penguasa yang arogan. Bagaimana ia melanjutkan langkah-langkahnya di masa depan akan menentukan arah opini publik terhadap dirinya dan keluarganya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi: Indonesia Masuki Babak Baru, Negara Industri Via Hilirisasi

Next Post

Jangan Berharap Lagi kepada KPK Soal Kaesang: Nyali yang Hilang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Secepat-cepatnya Kebohongan Kaesang Berlari, Kebenaran Akan Mendahuluinya

Jangan Berharap Lagi kepada KPK Soal Kaesang: Nyali yang Hilang

Puan: Penambahan Komisi di DPR Sedang Dimatangkan, Bagi-bagi Jabatan ?

Puan: Penambahan Komisi di DPR Sedang Dimatangkan, Bagi-bagi Jabatan ?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist