• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kaleidoskop 2024: Warisan Suram Jokowi bagi Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
December 22, 2024
in Feature, Layanan Publik, Politik
0
Paradox Dua Era: Kolonial Belanda Membangun dan Kepemimpinan Jokowi Menghancurkan
Share on FacebookShare on Twitter

Tahun 2024 menjadi momen refleksi mendalam bagi Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi. Di tengah ambisi besar yang dibangun melalui berbagai kebijakan, banyak yang justru meninggalkan jejak kegagalan yang dirasakan langsung oleh rakyat. Dari penguatan oligarki, manipulasi politik, hingga pelemahan demokrasi, perjalanan tahun ini memperlihatkan bagaimana keputusan-keputusan pemerintah lebih sering berpihak pada elite dibandingkan kepentingan bangsa secara keseluruhan. Kaleidoskop ini merangkum berbagai kebijakan kontroversial dan tindakan yang memicu polemik, menggambarkan warisan suram yang ditinggalkan bagi masa depan Indonesia.

Januari: Penegasan Oligarki

Awal tahun dimulai dengan penguatan pengaruh oligarki dalam kebijakan pemerintah. Salah satu contohnya adalah pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 Tahun 2023 tentang insentif bagi korporasi tambang yang menyebabkan eksploitasi sumber daya alam semakin tidak terkendali. Tokoh seperti Luhut Binsar Pandjaitan sering dikaitkan dengan kebijakan ini, mengingat perannya yang dominan dalam sektor energi dan tambang.


Februari: Pengesahan UU Kontroversial

Jokowi mendorong pengesahan revisi UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang kini menjadi UU No. 3 Tahun 2020. Revisi ini memberikan keleluasaan bagi perusahaan tambang untuk memperpanjang izin operasinya tanpa melalui lelang, mengabaikan aspek lingkungan dan hak masyarakat adat. Greenpeace Indonesia dan WALHI menjadi garda terdepan dalam mengkritik kebijakan ini.


Maret: Nepotisme di Panggung Politik

Nepotisme semakin nyata ketika Kaesang Pangarep diumumkan sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada akhir Februari. Selain itu, Bobby Nasution, menantu Jokowi, mulai digadang-gadang sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Hal ini memicu tuduhan bahwa Jokowi memanfaatkan kekuasaannya untuk membangun dinasti politik.


April: Proyek IKN yang Menguras Anggaran

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp 466 triliun (APBN 2024). Sebanyak Rp 87 miliar digunakan untuk Upacara Hari Kemerdekaan di lokasi tersebut. Hal ini menimbulkan kritik dari ekonom senior seperti Faisal Basri yang menilai proyek ini lebih sebagai ambisi pribadi Jokowi dibandingkan kebutuhan nasional yang mendesak, seperti pendidikan dan kesehatan.


Mei: Kemunduran Demokrasi

Demokrasi Indonesia semakin tertekan dengan revisi UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang disahkan dalam UU No. 19 Tahun 2016. Meski disebut “penyempurnaan”, pasal karet tetap digunakan untuk membungkam kritik. Aktivis seperti Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti menghadapi kriminalisasi setelah mengungkap dugaan konflik kepentingan dalam kebijakan tambang yang melibatkan pejabat negara.


Juni: Meningkatnya Utang Luar Negeri

Utang luar negeri Indonesia melonjak menjadi US$ 422 miliar per Juni 2024 (data Bank Indonesia). Rasio utang terhadap PDB mencapai 40%, mendekati ambang batas. Sri Mulyani, Menteri Keuangan, membela kebijakan ini dengan alasan pembangunan infrastruktur, tetapi ekonom seperti Bhima Yudhistira mengkritiknya sebagai pengelolaan fiskal yang tidak sehat.


Juli: Masalah Energi dan Impor Pangan

Indonesia yang pernah menjadi negara agraris kini menghadapi paradoks besar: impor beras meningkat hingga 2 juta ton pada 2024 (BPS). Selain itu, impor garam dan jagung melonjak drastis. Kebijakan Kementerian Pertanian di bawah Syahrul Yasin Limpo dinilai gagal total oleh berbagai pengamat.


Agustus: Perayaan Kemerdekaan yang Mewah

Anggaran upacara Hari Kemerdekaan RI di IKN sebesar Rp 87 miliar dibandingkan dengan Rp 53 miliar di Jakarta tahun sebelumnya. Kritik datang dari anggota DPR, seperti Dedi Mulyadi, yang menyebut anggaran tersebut sebagai pemborosan di tengah krisis ekonomi yang dialami rakyat.


September: Manipulasi Politik untuk 2024

Indikasi manipulasi politik terlihat dari dukungan Jokowi terhadap figur tertentu dalam Pilpres 2024. Jokowi secara terbuka mendukung Ganjar Pranowo, melibatkan dirinya dalam politik praktis, yang melanggar prinsip netralitas seorang presiden. Ini memicu kritik dari mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie, yang menyebut langkah ini sebagai bentuk pelemahan demokrasi.


Oktober: Korupsi Merajalela

Korupsi tetap menjadi masalah besar di era Jokowi. Lembaga antikorupsi seperti KPK kehilangan kepercayaan publik, terutama setelah Firli Bahuri diduga terlibat dalam kasus suap. Kasus korupsi BUMN seperti Jiwasraya dan Asabri juga belum terselesaikan, menunjukkan lemahnya penegakan hukum di era ini.


November: Masalah Pekerjaan dan Kemiskinan

BPS mencatat tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 7,3 juta jiwa pada 2024. Selain itu, angka kemiskinan meningkat menjadi 26 juta jiwa, naik dari 24 juta pada tahun sebelumnya. Kebijakan ekonomi Jokowi yang terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur gagal menciptakan lapangan kerja yang signifikan.


Desember: Warisan Pemerintahan yang Suram

Jokowi meninggalkan warisan pemerintahan yang penuh tantangan: demokrasi tertekan, ketimpangan sosial meningkat, dan ekonomi yang rentan. Sebagai refleksi akhir tahun, banyak pihak, termasuk akademisi seperti Rocky Gerung, menyebut periode Jokowi sebagai simbol kegagalan sistem pemerintahan yang lebih berpihak pada oligarki dibanding rakyat.


Penutup:
Tahun 2024 menyoroti banyak kelemahan pemerintahan Jokowi, dari kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat hingga warisan politik yang merusak demokrasi dan keadilan sosial. Kaleidoskop ini menjadi pengingat penting akan perlunya evaluasi dan perubahan mendasar di masa depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yenny Wahid Minta Rencana Kenaikan PPN 12% Dihentikan: Rakyat Sudah Terbebani

Next Post

Insiden Walkout Erdogan Saat Prabowo Berpidato

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowonisasi

July 26, 2026
Feature

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan
daerah

Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

July 26, 2026
Next Post
Insiden Walkout Erdogan Saat Prabowo Berpidato

Insiden Walkout Erdogan Saat Prabowo Berpidato

Humor: Senjata Rahasia Ketenangan Orang Cerdas

Humor: Senjata Rahasia Ketenangan Orang Cerdas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

July 26, 2026
Pengurus APINDO Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

Pengurus APINDO Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

July 26, 2026
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist