• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kapan Budi Arie Dipenjarakan?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 30, 2025
in Crime, Feature
0
Jaksa Sebut Budi Arie Terima 50 Persen Komisi Lindungi Situs Judi Online
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di negeri ini, permainan kadang lebih jujur daripada politik. Bahkan kartu ceki yang sering diasosiasikan dengan judi, kini telah mendapat pengakuan sebagai olahraga rekreasi. Ia menuntut strategi, ketajaman membaca gerak lawan, dan kejelian memanfaatkan peluang. Tak heran jika permainan ini tumbuh dari Sumatera Barat hingga menjadi gim rakyat di Malaysia dan Singapura.

Namun sayangnya, dalam gelanggang kekuasaan, permainan justru kehilangan akhlaknya. Strategi berubah menjadi siasat busuk, peluang menjadi celah korupsi. Dan satu nama kini menonjol sebagai simbol dari permainan itu: Budi Arie Setiadi.

Budi Arie bukan pejabat biasa. Ia pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika (2023–2024), kemudian Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden Prabowo Subianto. Namun, lebih dari itu, ia adalah Ketua Umum relawan Projo, organisasi loyalis Jokowi yang pada titik tertentu menjelma jadi alat kekuasaan.

Ironi muncul ketika pemerintah gencar mengganyang judi online—menyebutnya musuh moral bangsa—namun justru dari dalam kabinetnya sendiri muncul nama Budi Arie sebagai pihak yang diduga menerima “besel” dari operator judi online. Informasi ini bukan cuma suara dari lorong-lorong medsos. Dalam sidang kasus judi daring yang digelar awal 2025, beberapa terdakwa menyebut nama sang menteri sebagai bagian dari skema perlindungan jaringan.

Ini jelas bukan sekadar permainan kartu, ini permainan negara. Judi online bukan urusan sepele: ia membunuh masa depan, menghancurkan rumah tangga, menghisap pendapatan rakyat kecil, dan menciptakan lingkaran setan antara pinjol, tekanan ekonomi, dan kriminalitas. Dalam data OJK, mayoritas pinjaman online digunakan untuk berjudi. Mereka yang kalah, berujung bunuh diri, menjual harta, atau mencuri.

Lalu ketika seorang menteri justru bermain dalam pusaran ini, bagaimana kita bisa percaya bahwa pemberantasan judi adalah kesungguhan, bukan sandiwara? Ketika rakyat ditangkap karena ikut judi receh, dan pemimpinnya diduga menerima “jatah” dari bandar, apakah hukum kita benar-benar masih ada?

Pertanyaannya kini bukan lagi: apakah Budi Arie bersalah?
Tapi: mengapa hingga kini ia belum ditangkap?

Jawabannya, tentu tak sesederhana proses hukum. Di negeri yang kekuasaan ditentukan oleh loyalitas, bukan integritas, mereka yang dekat dengan pusat kendali seperti Budi Arie cenderung diproteksi. Ia bukan hanya bekas menteri, ia adalah simbol dari jaringan Jokowi yang kini bertransformasi ke era Prabowo. Menyentuhnya bisa berarti membuka luka yang lebih besar: tentang siapa saja yang bermain di balik layar industri judi daring.

Publik tahu bahwa tidak ada kejahatan berjaringan yang bisa bertahan tanpa pelindung di kekuasaan. Dan ketika pelindung itu didiamkan, maka negara telah gagal memutuskan rantai kriminalitas. Tak heran bila publik makin muak: kita hidup dalam sistem yang menghukum rakyat kecil karena mencuri ayam, namun mendiamkan pejabat yang melindungi bandar judi.

Apakah ini negara hukum, atau negara yang dikuasai oleh para pemain kartu busuk?

Budi Arie seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar sindikat besar yang menjadikan digitalisasi sebagai ladang uang kotor. Namun jika aparat hanya berani menindak level operator dan pengepul kecil, maka rakyat paham bahwa ini semua hanya dagelan belaka.

“Kapan Budi Arie dipenjarakan?”
Adalah pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan tindakan, bukan alibi. Jika hukum tak bergerak, jangan salahkan publik bila mereka kehilangan rasa hormat pada negara.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belajar dari Tuvalu – Wilayah Negara Yang Akan Segera Hilang Dalam Peta

Next Post

Orgasme Adalah Dialog, Bukan Sprint

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!
Crime

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Next Post
Orgasme Adalah Dialog, Bukan Sprint

Orgasme Adalah Dialog, Bukan Sprint

Negeri Para Sinting: Ketika Kebon, Sapi, dan Susu Disulap Jadi Kursi Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist