Jakarta FusilatNews – Buntut Tragedi pada akhir laga bergengsi Arema FC melawan Persebaya yang berakhir dengan skor 2 -3 untuk kemenangan Persebaya Surabaya yang mengakibatkan ratusan pendudkung Arema tewas akibat serangan gas air mata oleh pasukan pengendali keamanan Polres kota Malang, memunculkan janji Kapolri untuk mengusut tuntas prosedur yang dijalankan oleh polisi dalam mengamankan pertandingan.
sebelum mengutarakan janjinya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengucapkan rasa simpati mendalam dan belasungkawa atas jatuhnya ratusan korban jiwa dalam tragedi di stadion Kanjuruhan Malang. Dia berjanji bahwa pengusutan yang dilakukan akan mengupas perihal penyelenggaraan dan pengamanan pertandingan.
D “Kami akan membentuk tim investigasi untuk mengusu tuntas dan Tim Investigasi akan mendalami SOP dan tahapan yang dijalankan oleh Satgas atau Tim pengamanan yang menjalankan tugas saat pertandingan” kata Kapolri
Dari cuplikan video saluran berita nasional menunjukkan pendukung tim meloncat ke lapangan di stadion di Malang setelah Arema FC kalah 3-2 dari Persebaya Surabaya. Juga gambar menunjukkan orang-orang yang tampaknya telah kehilangan kesadaran akibat menghirup gas air mata ditolong oleh rekan mereka sesama pendukung.
Tragedi dalam pertandingan sepak bola tidak hanya di Kanjuruhan saja Pada tahun 1964, 320 orang tewas dan lebih dari 1.000 terluka saat terinjak-injak di kualifikasi Olimpiade Peru-Argentina di stadion nasional Lima.
Tragedi Heysel atau yang lebih populer dengan nama Heysel Stadium Disaster terjadi pada 29 Mei 1985. Saat itu, tembok stadion runtuh dan menimpa para penonton yang hadir langsung untuk menikmati laga final Piala Champions antara Juventus dan Liverpool sesaat sebelum peluit tanda pertandingan dimulai. Sebanyak 39 orang dikonfirmasi meninggal dan 600 lebih lainnya mengalami cidera.
Bencana stadion lainnya termasuk robohnya tribun di Stadion Hillsborough Inggris, tahun 1989 yang menyebabkan kematian 97 pendukung Liverpool, dan tragedi stadion Port Said 2012 di Mesir di mana 74 orang tewas dalam bentrokan.
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 FIFA pada Mei dan Juni tahun depan. Ini juga salah satu dari tiga negara yang mengajukan tawaran untuk menggelar Piala Asia tahun depan, setelah China mundur sebagai tuan rumah.


























