• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kasus Ijazah Jokowi: Dari Akademisi Dikriminalisasi hingga Ancaman Investigasi Internasional

Pertanyaan kritis para akademisi terhadap keaslian ijazah Presiden Joko Widodo berujung kriminalisasi. Kini, kasus ini terancam mendunia setelah dilaporkan ke OCCRP dan akan dibawa ke Amnesty International dan Digital Forensic Internasional. Apakah Jokowi siap?

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
April 25, 2025
in Crime, News
0
Ijazah-Nya Tak Boleh Difoto
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, FusilatNews, 25 April 2025 — Isu keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena substansi dugaan itu sendiri, tetapi juga karena eskalasi respons aparat yang dinilai represif terhadap para akademisi yang mempertanyakan keabsahan dokumen akademik sang presiden secara ilmiah.

Baru-baru ini, dalam unggahan media sosial, dr. Tifauzia Tyassuma, atau yang lebih dikenal sebagai Dokter Tifa, mempertanyakan kesiapan Jokowi jika kasus ini ditindaklanjuti oleh lembaga internasional. “Apakah JKW siap jika kasus ijazah dibawa ke Digital Forensic Internasional dan Amnesty International?” tulisnya dalam cuitan yang langsung viral dan mendapat berbagai tanggapan publik, termasuk dari kalangan aktivis HAM dan jurnalis investigasi internasional.

Laporan Sudah Masuk ke OCCRP, Tinggal Menunggu ICC?

Menurut informasi yang diperoleh redaksi, kasus ini telah lebih dulu dilaporkan ke Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) — sebuah jaringan jurnalis investigasi lintas negara yang dikenal dalam mengungkap skandal besar, termasuk Panama Papers. Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut bahwa OCCRP sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk kemungkinan keterlibatan sistematis dalam pemalsuan dokumen dan upaya pembungkaman.

Lebih jauh, beberapa aktivis hukum internasional menyatakan kesiapan membawa kasus ini ke International Criminal Court (ICC) apabila terbukti terjadi kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang menjalankan hak akademik dan hak berpendapat.

Akademisi Dipidanakan: Ilmu Pengetahuan Diadili

Isu ini mencuat ke publik pertama kali lewat gugatan perdata oleh Bambang Tri Mulyono pada tahun 2022, penulis buku “Jokowi Undercover”, yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Alih-alih mendapatkan ruang klarifikasi ilmiah, Bambang justru ditangkap dan divonis 3 tahun penjara dengan tuduhan menyebarkan hoaks.

Tak berhenti di situ, beberapa dosen dan peneliti yang mencoba mengkaji dokumen akademik Jokowi secara independen pun mengalami tekanan, mulai dari pemanggilan polisi, cyberbullying terorganisir, hingga pemutusan kerja sama riset.

Kasus yang paling menyita perhatian adalah perlakuan terhadap akademisi dari luar negeri yang mencoba mengakses data di universitas tempat Jokowi mengklaim pernah kuliah. “Permintaan kami untuk melihat dokumen transkrip atau skripsi ditolak dengan alasan privasi, padahal ini menyangkut verifikasi publik terhadap seorang pejabat negara,” ujar salah satu akademisi yang kini memilih tinggal di luar negeri karena ancaman.

Digital Forensic Internasional dan Amnesty International Disebut Akan Turun Tangan

Dalam komunikasi yang bocor ke publik, disebutkan bahwa pihak pelapor telah menghubungi lembaga-lembaga digital forensic internasional untuk memverifikasi dokumen ijazah yang beredar. Salah satu indikasi yang akan ditelusuri adalah metadata dari dokumen PDF yang sempat diunggah oleh pihak istana, serta kemungkinan manipulasi digital dalam bentuk layout dan tanda tangan pejabat UGM saat itu.

Selain itu, Amnesty International juga dikabarkan tengah menerima laporan dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap para akademisi dan aktivis yang bersuara dalam kasus ini. Amnesty secara prinsip menolak kriminalisasi terhadap kebebasan akademik dan berpendapat.

Pemerintah Bungkam, Istana Masih Gunakan Pendekatan Hukum

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai kelanjutan kasus ini. Beberapa pejabat hanya mengulang narasi lama bahwa ijazah Jokowi asli dan sah. Namun, mereka tak kunjung memberikan akses terbuka terhadap dokumen-dokumen pendukung seperti daftar hadir kuliah, transkrip nilai, dan skripsi asli.

Upaya penyelesaian dengan jalur hukum konvensional di dalam negeri pun dinilai tak menjawab substansi publik. Sebaliknya, muncul kekhawatiran bahwa jalur hukum telah digunakan untuk membungkam kritik ilmiah.

Penutup: Ke Mana Arah Kasus Ini?

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: jika memang tidak ada yang disembunyikan, mengapa para penanya justru dikriminalisasi?

Dengan laporan yang kini telah menjangkau lembaga-lembaga investigasi internasional dan penggiat HAM global, serta potensi audit forensik digital terhadap dokumen negara, kasus ijazah Jokowi bisa menjadi bola salju besar — bukan hanya secara hukum, tetapi juga dalam hal legitimasi politik dan moral kepemimpinan nasional.

Catatan Redaksi:
Kami akan terus mengikuti perkembangan laporan ini, termasuk konfirmasi dari pihak UGM, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta respons resmi dari Istana. Hak jawab dari Presiden Joko Widodo dan pihak-pihak terkait sangat terbuka untuk kami publikasikan dalam semangat keadilan dan transparansi.

?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Swasembada Beras: Dari Seremoni Tanam Raya Menuju Kesejahteraan Petani

Next Post

Membaca Kasus Ijazah Jokowi Itu: Ujian Bagi Hukum dan Integritas Bangsa

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah
Birokrasi

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis
Birokrasi

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?
Birokrasi

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026
Next Post
Penegakan Hukum Jeblok. Mahfud Tak Terima, Tuding Ada  Upaya Pembelokan Persepsi.

Membaca Kasus Ijazah Jokowi Itu: Ujian Bagi Hukum dan Integritas Bangsa

“Keadilan di Bawah Kasur” – Wajah Kusam Institusi Kehakiman Indonesia

"Keadilan di Bawah Kasur" - Wajah Kusam Institusi Kehakiman Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...