• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kasus Silfester Matutina dan Wajah Buram Penegakan Hukum di Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
August 7, 2025
in Feature, Law
0
Kasus Silfester Matutina dan Wajah Buram Penegakan Hukum di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Shiba-Japan –Dalam narasi besar penegakan hukum di Indonesia, keadilan seringkali tampak sebagai ilusi, bukan kenyataan. Negara ini tampaknya punya dua wajah: satu untuk rakyat kecil yang mudah dijerat hukum, dan satu lagi untuk para elite yang kebal dari jerat itu. Kasus Silfester Matutina adalah salah satu contohnya—sebuah ironi pahit yang menampar nalar publik dan mencoreng prinsip dasar negara hukum.

Silfester Matutina, mantan pejabat publik yang telah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung sejak 2019 dalam perkara korupsi, hingga kini belum juga dieksekusi. Padahal, putusan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam logika hukum yang sehat, ketika seorang terdakwa sudah dijatuhi hukuman yang final, maka tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan putusan itu. Namun nyatanya, lebih dari lima tahun berlalu, Silfester Matutina masih bebas.

Hukum yang Tumpul ke Atas

Kasus ini memperlihatkan dengan telanjang bagaimana hukum di Indonesia sering kali tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Seorang ibu yang mencuri susu di minimarket bisa dipenjara hanya dalam hitungan hari. Seorang anak yang memaki polisi bisa segera ditangkap. Tapi seorang koruptor dengan putusan MA yang sah? Bisa melenggang bebas tanpa tersentuh hukum.

Publik punya alasan kuat untuk bertanya: di mana kejaksaan? Mengapa tak satu pun tindakan nyata dilakukan untuk mengeksekusi putusan terhadap Silfester? Mengapa institusi penegak hukum seperti kehilangan nyali ketika harus berhadapan dengan orang yang punya kuasa dan koneksi?

Ketika Hukum Hanya Jadi Dekorasi

Masalah ini bukan semata-mata kelalaian administratif. Ini menyangkut martabat dan kredibilitas sistem hukum nasional. Bila putusan pengadilan tertinggi diabaikan, maka hukum bukan lagi panglima. Ia hanyalah ornamen retoris dalam pidato pejabat dan buku pelajaran kewarganegaraan. Tidak lebih.

Lebih buruk lagi, ketidakadilan ini menumbuhkan sikap apatis dan sinis di masyarakat. Rakyat kehilangan kepercayaan pada aparat penegak hukum, pada pengadilan, bahkan pada ide bahwa hukum bisa menyelamatkan bangsa dari ketimpangan dan ketidakberesan.

Keadilan yang Tertunda adalah Keadilan yang Ditiadakan

Lambannya penegakan hukum dalam kasus Silfester Matutina harus dibaca sebagai bentuk impunitas yang terstruktur. Ini bukan sekadar kealpaan teknis, melainkan bagian dari budaya hukum yang permisif terhadap kejahatan elit.

Jika keadilan terus dibiarkan tertunda, maka secara perlahan, keadilan itu sendiri akan mati. Bukan karena tidak ada aturan, tetapi karena aturan itu hanya berlaku untuk sebagian kecil rakyat—bukan untuk mereka yang berkeliaran di lingkar kekuasaan.

Seruan untuk Bertindak

Sudah waktunya bagi publik, media, dan masyarakat sipil untuk mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar melaksanakan eksekusi terhadap Silfester Matutina. Jangan biarkan kasus ini menjadi preseden buruk bagi generasi mendatang. Negara hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Justru kekuasaanlah yang harus tunduk pada hukum.

Jika Indonesia masih ingin dipercaya sebagai negara yang menjunjung supremasi hukum, maka keadilan tidak boleh bersifat selektif. Tanpa itu, kita hanya hidup dalam negara yang mengklaim demokrasi, tapi bersandar pada logika kekuasaan, bukan keadilan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Main Hukum atau Main Politik? Jokowi dan Penyidik KPK Bisa Dilaporkan Lembong

Next Post

“𝐇𝐚𝐤” 𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐇𝐮𝐫𝐮𝐟 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐤 𝐏𝐨𝐥𝐚 𝐏𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

“𝐇𝐚𝐤” 𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐇𝐮𝐫𝐮𝐟 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐤 𝐏𝐨𝐥𝐚 𝐏𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧.

Ibu MA dari Ngawi Fatmawati Masa Kini?

Ibu MA dari Ngawi Fatmawati Masa Kini?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...