Oleh : Jaya Suprana
GURU Besar Emeritus pada Jesus College, Oxford, Prof David Acheson semula studi matematika dan fisika pada Highgate School, King’s College London kemudian menulis cukup banyak buku tentang geofisika, astrofisika dan matematika. Pada tahun 2020, tatkala pagebluk Corona mulai merajalela di planet bumi malah Prof. Acheson masih sempat menulis dan menerbitkan sebuah buku berjudul The Wonder Book of Geometry: A Mathematical Story.
Namun buku tulisan beliau yang sementara ini paling menarik bagi saya adalah yang diterbitkan pada tahun 2022 berjudul “1089 and All That” yang dipuji oleh Mathematical Association of Amerika sebagai “An instant classic and inspiring little masterpiece”. Di dalam buku tersebut, Prof Acheson berkisah tentang beragam keajaiban matematika yang diawali dengan keajaiban angkamologis yang terkandung pada angka 1089 yang bukan kebetulan dipilih menjadi judul buku kecil-kecil namun cabe rawit itu.
Agar saya tidak keliru mengalih-bahasakan tulisan Prof Acheson, maka saya copas apa yang beliau tulis dalam bahasa Inggris sebagai berikut: “Think of a three-figure number. Any three-figure number will do, so long as the first and last figure differ by 2 or more. Now reserve it, and subtract the smaller number from the larger. So, for example: 782-287=495. Finally, reserve the new three-figure number, and add : 495+594=1089”.
Silakan coba dengan semua alias segenap alias seluruh angka tiga digit dengan beda angka awal dan angka akhir minimal 2 maka percaya atau tidak hasilnya sudah pasti — bukan sulap bukan sihir — dijamin tidak bisa tidak, suka tak suka apa boleh buat hukumnya wajib senantiasa niscaya 1089. Misalnya angka yang Anda pilih adalah 852 jika diputarbalik menjadi 258 yang apabila dikurangkan lalu dijumlahkan dengan pemutaran-baliknya maka 852-258=594+495=1089. Jika 921 maka 921-129=792+297=1089. Jika 235 maka 532-235=297+792= 1089. Jika 169 maka 961-169=792+297=1089 dan Anda dapat lanjut memilih tiga angka dengan angka pertama beda 2 atau lebih dari angka terakhir lalu memprosesnya dengan urutan pengurangan dan penambahan yang disyaratkan oleh Prof. Acheson, maka ajaib bin ajaib sampai akhir jaman hasilnya akan tetap 1089.
Maka tanpa harus menjadi dukun atau pesulap, Anda dapat memesona teman-teman Anda yang belum membaca naskah ini. Anda tutup kedua mata Anda dengan selendang hitam kemudian mempersilakan teman Anda menulis di secarik kertas sebuah angka tiga digit dengan beda angka pertama dengan angka terakhir minimal dua kemudian memutar balik angka terdepan ke terakhir dan angka terakhir ke terdepan kemudian angka yang lebih besar dikurangi dengan angka yang lebih kecil kemudian menambahkan hasil pengurangan itu dengan pemutaran balik angka tersebut sehingga keluar sebuah angka.
Kemudian sambil mata masih tertutup rapat Anda meraba-raba udara di antara Anda dan teman Anda sambil komat-kamit mengucap mantera karangan Anda sendiri demi meningkatkan kewibawaan suasana mistik kemudian lantang berseru SERIBU DELAPAN PULUH SEMBILAN! Tentu saja jangan Anda ulang sihir hebat matematikal ini agar jangan ketahuan bahwa angka yang akhirnya ke luar memang pasti selalu niscaya seribu delapan puluh sembilan. Silahkan tuduh saya naif atau dangkal daya pikir sebab saya memang naif dan dangkal daya pikir, namun mohon dimaafkan bahwa saya tetap bersikeras menganggap angka 1089 itu sebagai suatu keajaiban sebab saya pribadi memang mustahil mampu melakukan yang dilakukan oleh Prof David Acheson, yaitu mampu kreatif membuat suatu keajaiban dengan angka 1089
Jaya Suprana | Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan
Dikutip Kompas.com, Kamis 08 September 2022

























