• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Trauma Politik Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
September 26, 2022
in Feature
0
Trauma Politik Bangsa
Share on FacebookShare on Twitter

“Adalah suatu kehormatan, ketika Buku Trauma Politik Bangsa” itu, benar-benar tiba dirumah, saat gerimis di sore hari,  dikirim langsung oleh Penulisnya sendiri. Lalu saya buka, Mang Adjan menulis dengan tulisan tanagannya, di halaman pertama “Mang Ali Syarief manawi aya waktosna – neda ulasan” (Uncle Ali Syarief – when you have the time – kindly to take notes”. Buku itu Judul lengkapnya “ Trauma Politik Bangsa, disusul dengan Sub Judulnya “ PKI dalam Pertarungan Politik dan Kekuasaan – PKI di Jawa Barat sebelum 1965”.  

Jadi ini buku catatan dan ulasan sejarah. Ada sosok orang-orang hebat, yang terlibat dalam penulisan Buku ini, yaitu seorang Sosilog mashur, Bpk Alm. Andung A. Adiwilaga, dan OC Kaligis, pakar Hukum yg sudah kita kenal semua. Tiga sosok tokoh dan kepakarannya itu, membelender perisitiwa sejarah PKI dalam 444 halaman, menjadi kisah yang menarik dan menumbuhkan hasrat untuk terus membacanya.

Mang Adjan Sudjana, setelah saya telusuri, ada yang sama dengan pekerjaan saya;  Wartawan, mengajar dan menulis. Ia adalah penulis dan pemimin redaksi majalah Kadin Dinamika, yang kemudian digantikan perannya oleh Alm Adeng H Sudarsa, sosok yang saya kenal juga sebagai, dalam banyak hal, guru saya.

Yang ingin saya sampaikan adalah, pilihan kata dan semiotika penulisan kisah sejarah ini, akurat dan enak di baca. Tapi lebih dari itu, karena saya tidak terlalu faham, apa yang terjadi sebelum 1965, karena saat itu belum aqil balig. Itulah yang membuat saya, melirik kisah ini, untuk terus membacanya. Satu hal lagi. Orang tua saya, KH Umar Saleh (Anggota BPH Jawa Barat dari PSII waktu itu) pada tahun 1965, adalah salah seorang yang ada dalam list yang berdedar, menduduki peringkat  nomor 11 tokoh Jawa Barat yang akan dibunuh oleh Gerakan PKI itu.

Saya jadi dapat mebayangkan bagaimana Mang Djana mulai menulis buku ini. Walau mungkin berbeda dengan cara Prof Dr. Nina Lubis, Dosen Sejarah UNPAD, saat saya menjadi saksi, bagaimana beliau mewawancarai pelaku sajarah menumpas PKI, yang masih jagjag waringkas saat itu, Kolonel Prn. H. Sani Lupias.

Pada Bab Pendahuluan, saya dapat menyimpulkan, apa yang pernah saya pelajari tentang komunisme, seperti apa yang beliau tulis : “algoritma keseragaman yang sekarang berkembang dalam kehidupan masyarakat kita justru malah telah membangun budaya anti perbedaan; sehingga tidak pernah terjadi di dialog kritis antar aku dan engkau. Terutama dalam ruang media-media social. Dalam dunia seperti ini, tidak akan pernah perkembangan berfikir. Bully membully dan ujaran kebencian beredar massif dalam ruang-ruang maya yang diciptakan algoritma. Cara befikir aku dan engkau ini secara ekstrim dirumuskan oleh Marx dan Engel sebagai perjangan kelas : Perjuangan hidupmati antara kaum proletar dan kaum borjuis!

Kisah yang paling menarik adalah, pada Bab dua,  bagaimana idiologi komunisme masuk kedalam masyarakat islam, terutama di Jawa Barat. Siasah Gerakan komunisme ini, luar biasa, sehingga kemudian, terbukti, pada pemilu pertama 1955, PKI mendapat suara yang telak, yaitu unggul diatas 10% dilima propinsi; Jatim 33,3%, Jateng, 25,8%, Jabar, 10,8%, Jakarta Raya, 12%, dan Sumsel 12,1%.

Dalam bab-bab berikutnya, walau perhatian saya kepada “bagaimana  ideologi komunisme itu masuk di komunitas Islam, lalu mencari tahu apakah perhatian Jokowi membagi-bagikan sertifikat itu, adalah bentuk atau mengikuti strategi PKI dengan land reform nya itu? Dan itu, yang menggelitik ingatan saya, bahwa Pemilu 1955, pada putaran ke dua, PKI justru unggul telak dihampir semua pemilihan daerah!? Lebih dari itu, saya menjadi faham, daerah-daerah mana saja, di Jawa Barat, PKI hidup.

Pada Bab-bab terkahir, terungkap nama Prof. MT Zein. Ini mengingatkan saya, ketika bersama Alm Hendarmin Ranadireksa bertandang kerumahnya, di Kawasan Dago Bandug Utara. Saya membawa singkong, yang saya tanam sendiri, di Desa Jabong. Beliau suka sekali. Kang Rahmat Witoelar, yang pernah meminta saya, mendampingi Waratwan Senior Newsweek biro Asia, dalam rangka riset perisitwa “dukun satet”. Heboh karena banyak korban dari mulai Banyuwangi sampai ke Banten, dianiaya sampai  dibunuh secara sadis, karena dituduh sebagai dukun santet.

Ada hal yang kemudian saya merenunginya, yaitu kata “Pawai allegories”. Dalam ingatan saya, pawai itu penuh dengan atraksi dan atribut seni, tetapi pesan politiknya menohok para pemimpin-pemimpin di Jakarta, sampai banyak perubahan kebijakan karenanya.

Buku ini terbit di bulan September, puncak klimaks dari pemberontakan G30S PKI, 1965. Bagi saya ini adalah tugu peringatan dan semangat perjuangan, melawan PKI; Bagi PKI tidak ada kalah-menang! PKI hanya mengenal pasang-surut!, komentar dari Tantyo Adji Pramudyo Sudharmono

Terkahir, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan penghargaan saya, atas terbitnya buku sejarah ini, dan mengajak sahabat-sahabat, untuk sama-sama tidak melupakan sejarah.

Wassalam

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PPP Jakarta Rekomendasikan Anies Capres 2024, Anies : Insya Allah, Saya Tuntaskan Jakarta Dahulu

Next Post

Sempurnanya Trias Politica Terjamah Rasuah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Sempurnanya Trias Politica Terjamah Rasuah

Sempurnanya Trias Politica Terjamah Rasuah

Klarifikasi IPW : Aliran Dana Ferdy Sambo Mengalir ke Anggota DPR

Pimpinan DPR Diskriminatif, Ketua IPW Menolak Diperiksa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist