Oleh Prihandoyo Kuswanto-Dewan Pakar Syarekat Islam Wilayah Daerah Jawa Timur .
PENDAHULUAN.
Kebangkitan Nasional Indonesia memang memiliki akar yang kuat dalam kesadaran dan pergerakan umat Islam untuk melawan penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan.
Tokoh-tokoh seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, dan lainnya memainkan peran penting dalam membangkitkan kesadaran nasional dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui jalur pendidikan, sosial, dan politik.
PERAN SYAREKAT ISLAM EMBRIO KEBANGKITAN NASIONAL
Peran Syarekat Islam dalam Kebangkitan Nasional Indonesia merupakan salah satu contoh bagaimana organisasi keagamaan dapat memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Islam memang mengajarkan pada umat nya anti terhadap penjajahan dan kesewenang-wenangan anti terhadap ketidak adilan .
Giroh inilah yang membangkitkan umat Islam membangkitkan kesadaran dan kebangkitan melawan kemungkaran .
Membangkitkan kesadaran pergerakan kebangsaan untuk Merdeka.
Ide kemerdekaan Indonesia memang mulai berkembang sejak awal abad ke-20, dan Kongres Sarekat Islam (SI) pada tahun 1916 di Bandung menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tuntutan “zelfbestuur” atau pemerintahan sendiri menjadi salah satu isu utama yang diperjuangkan oleh Sarekat Islam dan organisasi lainnya pada masa itu.
Kongres Sarekat Islam pada tahun 1916 di Bandung menjadi momentum penting dalam memperjuangkan hak-hak politik dan ekonomi bagi bangsa Indonesia, serta mempercepat proses kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.
HOS Tjokroaminoto dan Sarekat Islam memang memainkan peran penting dalam Kebangkitan Nasional Indonesia.
Sebagai salah satu tokoh utama Sarekat Islam,
HOS Tjokroaminoto memimpin organisasi ini untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia dan membangkitkan kesadaran nasional.
Sarekat Islam menjadi salah satu organisasi pertama yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan membangkitkan kesadaran bangsa.
Banyak tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang kemudian menjadi pemimpin nasional, seperti Sukarno, mendapat pengaruh besar dari Tjokroaminoto dan Sarekat Islam.
PERAN HOS TJOKROAMINOTO DALAM KEBANGKITAN UMAT ISLAM .
Peran HOS Tjokroaminoto dan Sarekat Islam dalam Kebangkitan Nasional Indonesia merupakan contoh bagaimana organisasi keagamaan dan sosial dapat memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
HOS Tjokroaminoto dan Sarekat Islam memang memainkan peran penting dalam Kebangkitan Nasional Indonesia.
Sebagai salah satu tokoh utama Sarekat Islam, Tjokroaminoto memimpin organisasi ini untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia dan membangkitkan kesadaran nasional.
Sarekat Islam menjadi salah satu organisasi pertama yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan membangkitkan kesadaran bangsa. Banyak tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang kemudian menjadi pemimpin nasional, seperti Sukarno, mendapat pengaruh besar dari Tjokroaminoto dan Sarekat Islam.
PERAN SI MENYUSUN KEMERDEKAAN.
Peran Sarekat Islam (SI) dalam menyusun kemerdekaan Indonesia memang sangat penting, terutama melalui Panitia Sembilan BPUPKI yang dipimpin oleh Ir. Sukarno.
Tokoh-tokoh SI seperti Haji Agus Salim dan Abikoesno Tjokrosoejoso menjadi anggota Panitia Sembilan dan berperan penting dalam menyusun Piagam Jakarta.
Piagam Jakarta kemudian disempurnakan menjadi Pembukaan UUD 1945, yang menjadi dasar negara Indonesia.
Peran SI dalam proses ini menunjukkan bagaimana organisasi keagamaan dan sosial dapat memainkan peran penting dalam pembentukan identitas dan nilai-nilai bangsa.
Pembukaan UUD 1945 yang dihasilkan dari proses ini mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, keadilan, dan kemanusiaan yang menjadi landasan bagi negara Indonesia.
Pengaruh doktrin Syarekat Islam dengan Semurni murni Tauhid ,seluas-luas nya Ilmu,dan sepandai pandai syasyah.
Pemikiran ini tercermin didalam pembukaan UUD 1945 yang dimotori
Oleh Haji Agus Salim dan Abi Koesno Tjokorsoejoso.
Salah satu Implementasi semurni murni Tauhid adalah Negara Berdasar Atas Ke Tuhanan Yang Maha Esa.
Maka kemerdekaan Indonesia adalah :
“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.
Seluas-luas Ilmu “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia,”maka dalam penyusunan negara dibutuhkan Ilmu yang luas dari berbagai sudut pemikiran yang holistik.
Seluas-luas syasyah.
Hal ini di praktekan Peran Agus Salim dalam bidang diplomasi berawal saat ia dipercaya menjadi perwakilan Indonesia dalam perundingan Pendahuluan di Jakarta. Dalam perundingan yang membahas konflik Indonesia-Belanda ini Agus Salim menunjukkan kepiawaiannya beradu argumentasi dan membantah semua pernyataan Belanda.
Pada April 1947 Agus Salim kembali diberi kepercayaan untuk memimpin misi diplomasi ke Timur Tengah dengan tujuan menggalang dukungan dari negara-negara Timur Tengah atas kedaulatan Indonesia. Perjuangan Agus Salim menuai keberhasilan dan kedaulatan Indonesia diakui oleh Mesir, Afganistan, Irak, Suriah, dan Arab Saudi.
Perjuangan Agus Salim mencapai titik puncak ketika menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk menghadiri sidang Dewan Keamanan PBB di New York yang dimana salah satu agenda sidang tersebut adalah membahas Agresi Milter Belanda I di Indonesia. Berkat kepiawaian Agus Salim dalam menyampaikan pidato dan mengolah kata, masalah ini yang awalnya kurang mendapat perhatian serius.
Kemudian mendapat pandangan dunia khususnya bagi negara-negara Barat sehingga Indonesia mendapatkan simpati dan pengakuan kedaulatan nya.
KESIMPULAN .
20 Mei sebagai hari kebangkitan Nasional harus nya membuka kesadaran bangsa ini sejak UUD1945 diamandememe hasil penelitihan Prof Kaelan terjadi 97% perubahan ini arti nya sama dengan pergantian UUD 1945.
Oleh sebab itu kita harus bangkit dan bergerak untuk kembali pada UUD 1945 dan Pancasila⁵Jika tidak ingin di tindas.

Oleh Prihandoyo Kuswanto-Dewan Pakar Syarekat Islam Wilayah Daerah Jawa Timur .


















