• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keberanian Partai Buruh dan Sikap PKS yang Mengkerdilkan Diri – “Anies Baswedan”

Ali Syarief by Ali Syarief
August 22, 2024
in Feature, Politik
0
Keberanian Partai Buruh dan Sikap PKS yang Mengkerdilkan Diri – “Anies Baswedan”
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam politik Indonesia, perbedaan antara tindakan dan retorika sering kali menjadi penentu sejati dari komitmen suatu partai terhadap prinsip-prinsip yang mereka klaim junjung tinggi. Dua partai politik, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Buruh, menunjukkan kontras yang mencolok dalam hal ini, terutama dalam konteks pencalonan Anies Baswedan untuk Pilgub Jakarta 2024.

Partai Buruh, sebuah partai yang secara relatif kecil dalam skala nasional, menunjukkan keberanian dan determinasi yang luar biasa dalam memperjuangkan perubahan. Partai ini tidak hanya berani menantang status quo, tetapi juga berhasil membawa kasus gugatan terhadap Undang-Undang Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hasilnya adalah putusan No. 60 Tahun 2024, yang membuka peluang bagi calon-calon alternatif seperti Anies Baswedan untuk maju tanpa harus bergantung pada partai politik besar. Ini adalah pencapaian monumental yang menunjukkan bagaimana Partai Buruh, meskipun kecil, memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah politik Indonesia.

Sebaliknya, PKS, yang dikenal sebagai salah satu partai besar dengan basis massa yang solid, justru menunjukkan sikap yang mengecewakan. PKS sebelumnya telah mempublikasikan niatnya untuk mengusung Anies Baswedan, seorang tokoh yang dikenal dengan integritas dan visi yang kuat untuk Jakarta. Namun, pada saat-saat kritis, PKS memilih untuk mundur dan membatalkan dukungannya terhadap Anies. Lebih ironis lagi, PKS justru memilih untuk mendukung calon yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), sebuah koalisi yang terdiri dari partai-partai besar yang cenderung mempertahankan status quo.

Sikap PKS ini menunjukkan betapa partai besar tersebut ternyata lebih mementingkan kepentingan politik jangka pendek daripada prinsip-prinsip yang mereka klaim. Sebagai partai besar, PKS seharusnya memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar untuk memperjuangkan calon yang benar-benar mereka yakini mampu membawa perubahan positif. Namun, dengan mundurnya dukungan terhadap Anies, PKS justru mengecilkan dirinya sendiri dan menunjukkan bahwa mereka tidak lebih dari sekadar pemain politik yang pragmatis.

Di sisi lain, Partai Buruh, meskipun kecil, justru menunjukkan sikap yang besar dan berani. Mereka tidak hanya berhasil mengubah aturan threshold melalui perjuangan di MK, tetapi juga secara konsisten mendukung Anies Baswedan, tokoh yang mereka yakini mampu membawa perubahan bagi Jakarta. Ini menunjukkan bahwa dalam politik, besar atau kecilnya sebuah partai tidak selalu diukur dari jumlah kursi di parlemen, tetapi dari keberanian dan konsistensi mereka dalam memperjuangkan prinsip-prinsip yang mereka yakini.

Keberanian Partai Buruh ini memberikan pelajaran berharga bagi partai-partai lain, termasuk PKS. Partai besar seperti PKS seharusnya malu melihat bagaimana partai kecil seperti Partai Buruh mampu menunjukkan komitmen yang lebih besar terhadap prinsip-prinsip politik yang sejati. Sikap PKS yang pragmatis dan cenderung bermain aman justru menempatkan mereka dalam posisi yang lebih kecil dan lemah, meskipun secara nominal mereka adalah partai besar.

Dalam kesimpulannya, perbedaan sikap antara Partai Buruh dan PKS dalam pencalonan Anies Baswedan ini memberikan gambaran yang jelas tentang siapa yang benar-benar besar dalam politik Indonesia. Partai Buruh, dengan keberanian dan konsistensi mereka, telah membuktikan bahwa mereka memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada yang mungkin terlihat di permukaan. Sementara itu, PKS, dengan segala kekuatan politik yang mereka miliki, justru mengecilkan diri mereka sendiri dengan sikap yang pragmatis dan tidak konsisten. Dalam konteks ini, Partai Buruh layak dipandang sebagai partai yang benar-benar besar, sementara PKS hanya menyisakan reputasi sebagai partai besar yang kehilangan arah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pasca Putusan MK, Anies Baswedan Resmi Diusung Partai Buruh di Pilgub Jakarta 2024

Next Post

Ketua MKMK Tuding Baleg DPR Melakukan Pembangkangan Terhadap MK, Minta Rakyat Bergerak Melawan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Ketua MKMK Tuding Baleg DPR Melakukan Pembangkangan Terhadap MK, Minta Rakyat Bergerak Melawan

Ketua MKMK Tuding Baleg DPR Melakukan Pembangkangan Terhadap MK, Minta Rakyat Bergerak Melawan

Tiga Poin Perubahan Utama Dalam Revisi UU Kementerian Negara

Selesai Dalam Sehari, RUU Pilkada (Pembangkangan Putusan MK) Disahkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist