• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kebijaksanaan Seorang Pemimpin: Prabowo dan Refleksi Kearifan dalam Menata Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 20, 2025
in Feature, Politik, Tokoh
0
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam salah satu pidatonya di Kongres IV Tunas Indonesia Raya (Tidar), Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang mengandung dimensi kebijaksanaan:

“Tadi terima kasih, ada yang sebut Prabowo dua periode. Saya kira, saya mau koreksi. Kader-kadernya muda, saya mau koreksi saudara-saudara. Please, tolong jangan sebut seperti itu. Kita belum satu tahun menjalankan amanah.”

Pernyataan ini terasa sederhana, tapi justru di sanalah letak kebijaksanaan itu. Di tengah budaya politik yang terburu-buru dan penuh kalkulasi kuasa, seorang Presiden memilih untuk menahan diri. Ia tidak larut dalam euforia “dua periode”, dan lebih memilih menundukkan ambisi demi menjalankan amanah yang belum genap setahun.

Politik Bukan Ajang Lomba Cepat, Tapi Jalan Panjang Kebijaksanaan

Sikap Prabowo ini, jika konsisten, menempatkannya sejajar dengan beberapa negarawan besar dunia yang juga memahami bahwa kekuasaan adalah alat, bukan tujuan.

Nelson Mandela, misalnya, setelah puluhan tahun dipenjara dan kemudian terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan, hanya menjabat satu periode meski sangat mungkin memperpanjang kekuasaan. Ia memilih mundur setelah lima tahun demi menjaga stabilitas demokrasi muda di negaranya. Dalam keputusannya itu, Mandela menyadari bahwa warisan terbaik bukanlah kekuasaan yang terus digenggam, melainkan contoh keteladanan dalam menyerahkan kekuasaan.

Lee Kuan Yew, pendiri Singapura modern, juga memahami pentingnya transisi dan regenerasi dalam kekuasaan. Ia tidak menunggu sampai rakyat bosan atau kondisi memaksa, tapi memilih menyerahkan kepemimpinan saat momentum tepat telah tiba. Bahkan setelah tak lagi menjadi Perdana Menteri, ia tetap memberi kontribusi sebagai mentor dan pembimbing pemerintahan baru.

Prabowo, meskipun belum terbukti sejauh itu, tampaknya menyadari bahwa terlalu cepat bicara soal periode kedua justru akan menggerus kepercayaan publik. Kebijaksanaan dalam politik sering kali diuji bukan pada saat memegang kuasa, melainkan ketika harus memilih menahan atau menggunakannya.

Gibran dan Politik Timing

Dalam konteks ini, kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi elemen sensitif. Banyak yang menilai ia tengah dipersiapkan—oleh Jokowi atau bahkan dirinya sendiri—untuk menjadi calon presiden di masa depan. Tapi Prabowo tampaknya masih ewuh pakewuh, enggan meluncurkan narasi besar tentang estafet kekuasaan sebelum waktunya.

Mungkin ia belajar dari tokoh-tokoh besar tadi, bahwa waktu memiliki peran penting dalam sejarah. Kepemimpinan yang terburu-buru mencalonkan penerus sering kali berujung pada resistensi dan konflik. Sebaliknya, memberi ruang bagi proses alamiah politik akan jauh lebih diterima publik, dan lebih berumur panjang.

Kesimpulan: Menunda Ambisi, Menata Amanah

Pernyataan Prabowo bukan hanya gestur retoris. Jika diikuti dengan langkah nyata dalam mengedepankan kerja, etika, dan hasil di atas popularitas, maka itu adalah wujud dari kebijaksanaan sejati. Seperti Mandela yang menahan diri di tengah popularitas, atau Lee Kuan Yew yang tahu kapan harus mundur, Prabowo pun sedang diuji: apakah ia akan menjadi pemimpin biasa yang hanya ingin dua periode, atau menjadi negarawan yang mendahulukan kualitas dari pada kuantitas kekuasaan.

Di tengah hiruk-pikuk politik yang makin transaksional, sikap seperti ini bisa menjadi embun sejuk. Tapi hanya waktu yang akan membuktikan: apakah pernyataan itu akan menjadi fondasi kepemimpinan bijak, atau sekadar sandiwara sementara.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Berpotensi Ditangkap Penyidik Bareskrim: Rocky Keliru, Prabowo Bukan “Bajingan Tolol”

Next Post

EKSPOR BERAS: JALAN MENUJU KEDAULATAN DAN KEJAYAAN BANGSA

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?

EKSPOR BERAS: JALAN MENUJU KEDAULATAN DAN KEJAYAAN BANGSA

Tata Janeeta Ungkap Profesi Baru Suaminya, Brotoseno Setelah Diipecat Dari Dinas Polri

Tata Janeeta Ungkap Profesi Baru Suaminya, Brotoseno Setelah Diipecat Dari Dinas Polri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist