• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keindonesiaan Kita: Antara Yamin, Hamka, dan STA

fusilat by fusilat
October 28, 2025
in Feature, Sejarah
0
Keindonesiaan Kita: Antara Yamin, Hamka, dan STA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Ada satu capaian besar bangsa ini yang sejak kemerdekaannya jarang benar-benar disyukuri. Bayangkan, sebuah wilayah yang luasnya melebihi Eropa, terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku dan bahasa, dapat bersepakat dalam satu ikatan luhur: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.
Dari manakah kesadaran dan komitmen itu lahir?
Dari Sumpah Pemuda.


Diskursus tentang makna keindonesiaan bukanlah hal baru. Sejak jauh sebelum proklamasi kemerdekaan, para pendiri bangsa telah berupaya merumuskan identitas kebangsaan ini. Bahkan sebelum hadirnya dunia digital, perdebatan mengenai fondasi keindonesiaan telah memicu kontroversi dan percabangan pemikiran. Tiga tokoh besar—Muhammad Yamin, Hamka, dan Sutan Takdir Alisjahbana (STA)—menawarkan tiga konsep keindonesiaan yang berbeda arah, namun sama-sama relevan hingga hari ini.

Muhammad Yamin, seorang sejarawan, sastrawan, sekaligus politikus ulung, berpendapat bahwa bangsa Indonesia secara kultural telah ada jauh sebelum kemerdekaan. Baginya, Indonesia merupakan kelanjutan dari sebuah bangsa-budaya yang sudah lama berdiri, dan kini bertransformasi menjadi negara-bangsa modern. Yamin meyakini bahwa persatuan Indonesia bertumpu pada fondasi sejarah, bahasa, dan hukum adat yang sama. Ia mengagumi kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, serta menempatkan Gajah Mada sebagai “pemersatu Nusantara” paling visioner. Dalam pandangan Yamin, sejarah Indonesia adalah satu garis yang utuh, bukan serpihan dari masa lalu yang terpisah-pisah.

Berbeda dengan Yamin, Hamka—ulama, sastrawan, dan pemikir Islam—menawarkan konsep keindonesiaan yang berakar pada nilai-nilai keislaman. Ia melihat persatuan Indonesia sebagai fenomena modern yang lahir dari peran sentral Islam dalam membentuk karakter, perasaan, dan cara berpikir mayoritas rakyat. Bagi Hamka, Islam menumbuhkan rasa persaudaraan yang melampaui batas etnis dan bahasa. Ia menolak glorifikasi terhadap kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Majapahit, bahkan menyebut Gajah Mada sebagai penakluk yang kejam. Dalam pandangannya, pahlawan sejati Indonesia adalah mereka yang berjuang dengan spirit Islam, seperti Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol. Hamka juga menegaskan bahwa kebudayaan Indonesia merupakan hasil sintesis dari “puncak-puncak kebudayaan berbagai daerah”, bukan dominasi satu kebudayaan tunggal.

Sementara itu, STA tampil dengan pandangan yang paling progresif. Ia menolak menggali akar Indonesia di masa lampau, bahkan menyebut seluruh periode sebelum abad ke-20 sebagai pra-Indonesia. Menurutnya, “semangat keindonesiaan” adalah ciptaan modern yang sama sekali baru dan tak perlu berpijak pada nostalgia sejarah. STA berpendapat bahwa menghubungkan Indonesia dengan tokoh atau kerajaan masa lalu adalah kekeliruan, karena mereka berjuang untuk kepentingan lokal, bukan untuk ide persatuan bangsa modern. Baginya, kebudayaan Indonesia harus diciptakan oleh generasi muda yang bebas dari belenggu masa lalu dan berani menatap masa depan dengan visi kemajuan.

Pertarungan gagasan antara Yamin, Hamka, dan STA adalah refleksi dari dinamika abadi dalam pencarian makna keindonesiaan. Yamin mengukuhkan identitas melalui romantisme sejarah; Hamka menegaskannya lewat pluralisme bernuansa Islam dan kearifan lokal; sementara STA mengajukan modernisme yang berpaling dari masa lalu. Ketiga narasi ini bukan sekadar warisan pemikiran, tetapi gema yang terus hidup dalam perdebatan kontemporer—tentang bagaimana kita seharusnya memaknai keindonesiaan:
Apakah dengan melestarikan tradisi?
Merayakan keberagaman religius dan budaya?
Atau dengan berani menatap masa depan tanpa beban masa lampau?

Ketegangan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan itulah inti dari identitas bangsa Indonesia—sebuah bangsa yang terus tumbuh, menegosiasikan dirinya di antara sejarah dan harapan.


Kepustakaan:

  • Dari Raja Ali Haji Hingga Hamka: Indonesia dan Masa Lalunya, Anthony Reid & David G. Marr (ed.), Jakarta: Grafiti Press, 1983.
  • Polemik Kebudayaan, Achdiat K. Mihardja, Jakarta: Pustaka Jaya, 1986.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mahfud MD di Mata Damai Hari Lubis: Intelektual Berkaki Dua

Next Post

Desakan untuk Mengevaluasi Ketua BGN, Dadan Hindayana, Meningkat di Tengah Dugaan Korupsi di Masa Lalu

fusilat

fusilat

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Desakan untuk Mengevaluasi Ketua BGN, Dadan Hindayana, Meningkat di Tengah Dugaan Korupsi di Masa Lalu

Desakan untuk Mengevaluasi Ketua BGN, Dadan Hindayana, Meningkat di Tengah Dugaan Korupsi di Masa Lalu

WHOOSH: JOKOWI & LUHUT JUAL NEGERI

WHOOSH: JOKOWI & LUHUT JUAL NEGERI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...