• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

KEJAHATAN KERAH PUTIH: WABAH BUSUK DI JANTUNG KEKUASAAN

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 3, 2026
in Crime, Feature
0
Korupsi Menjadi Suatu Keniscayaan –  Beberapa Bupati Kena OTT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Praktik penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat di negeri ini kian hari kian mengkhawatirkan. Tanpa rasa takut dan malu, para pelakunya dengan santai melakukan perbuatan tercela yang secara nyata merugikan bangsa dan negara. Mereka ada di sekitar kita, bergerak senyap namun agresif, mengintai setiap celah dan peluang yang terbuka.

Inilah wajah kejahatan kerah putih.

Sudah saatnya kita mencamkan secara serius apa yang dimaksud dengan kejahatan “kerah putih” dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Kejahatan kerah putih (white-collar crime) adalah tindak kriminal yang dilakukan oleh individu atau organisasi dengan status sosial dan ekonomi tinggi—mulai dari penipuan, korupsi, kolusi, hingga pencucian uang—yang dilakukan dalam ruang kekuasaan dan jabatan.

Penyebab utama kejahatan kerah putih kerap dijelaskan melalui konsep Segitiga Penipuan (Fraud Triangle), yakni sebuah model yang menerangkan faktor-faktor pendorong seseorang melakukan kejahatan. Tiga unsur itu adalah kesempatan (opportunity), tekanan (pressure), dan rasionalisasi (rationalization).

Pertama, kesempatan (opportunity).
Kesempatan muncul ketika sistem lemah, pengawasan longgar, dan kekuasaan terkonsentrasi. Dalam situasi seperti ini, pelaku merasa aman melakukan penipuan karena kecil kemungkinan terdeteksi atau dihukum.

Kedua, tekanan (pressure).
Tekanan bisa datang dari persoalan finansial, gaya hidup yang berlebihan, tuntutan sosial, atau ambisi kekuasaan. Banyak pelaku merasa tidak memiliki jalan keluar lain selain menyalahgunakan kewenangan yang dimilikinya.

Ketiga, rasionalisasi (rationalization).
Inilah fase paling berbahaya. Pelaku membenarkan kejahatannya dengan dalih-dalih moral palsu: “Saya hanya meminjam,” “Negara tidak akan rugi,” “Saya pantas mendapatkannya.” Rasionalisasi membuat kejahatan terasa sah di mata pelakunya sendiri.

Hari ini, kejahatan kerah putih tumbuh subur di Tanah Merdeka. Mengawali tahun 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap para pelaku kejahatan kerah putih. Dalam waktu yang nyaris bersamaan, aparat penegak hukum serta dua kepala daerah—masing-masing di Jawa Tengah dan Jawa Timur—terjaring operasi senyap lembaga antirasuah tersebut.

Fakta ini menegaskan satu hal penting: kejahatan kerah putih tidak pandang bulu. Pelakunya bisa berasal dari aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dunia usaha, akademisi, selebriti, legislatif, aktivis LSM, hingga tokoh-tokoh yang selama ini tampil bersih di ruang publik.

Istilah white-collar crime sendiri pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Amerika Serikat, Edwin Sutherland, pada tahun 1939. Ia mendefinisikannya sebagai kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang dengan status sosial tinggi dalam konteks pekerjaan dan jabatannya. Disebut “kerah putih” karena merujuk pada pakaian formal para profesional dan pejabat, sebagai pembeda dari “kerah biru” yang dilekatkan pada pekerja manual atau buruh.

Ironisnya, jika dibandingkan dengan era Orde Baru, di era Reformasi justru kejahatan kerah putih tampak lebih merajalela. Besarnya anggaran pembangunan, lemahnya integritas, serta tumpulnya rasa malu menjadikan kekuasaan sebagai ladang basah untuk diselewengkan.

Yang lebih mencengangkan, dalam satu hari saja KPK mampu melakukan OTT terhadap dua kepala daerah sekaligus, di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi yang dimilikinya. Bayangkan jika seluruh kebutuhan KPK terpenuhi. Bukan mustahil, setiap hari publik akan disuguhi pemandangan para gubernur, bupati, dan wali kota mengenakan rompi oranye di layar kaca.

Pada titik ini, kejahatan kerah putih tampaknya telah berubah dari penyimpangan menjadi kebiasaan. Ia menjelma penyakit kronis dalam tubuh kekuasaan—penyakit kemanusiaan yang harus segera diobati sebelum membusukkan seluruh sendi negara.

Masalah akan semakin rumit ketika aparat penegak hukum justru ikut larut dalam pusaran kejahatan itu. Betapa memilukannya hati ini saat melihat hakim, jaksa, atau polisi duduk di kursi pesakitan, bukan sebagai penegak keadilan, melainkan sebagai penjual jabatan demi kepentingan pribadi.

Memilukan, memang.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Puasa dalam Berbagai Agama dan Kesehatan: Dari Ibadah hingga Etika Peradaban

Next Post

Janji di Sajadah, Lupa di Luar Masjid

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post

Janji di Sajadah, Lupa di Luar Masjid

Perintah Puasa dan Makna “Shûmû Tashihhû”: Antara Kesehatan, Bahaya Dehidrasi, dan Ruang Ijtihad

Perintah Puasa dan Makna “Shûmû Tashihhû”: Antara Kesehatan, Bahaya Dehidrasi, dan Ruang Ijtihad

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...