• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kembali Terpilih atau Tidak Kaesang Menjadi Ketum PSI: Barometer Kekuatan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
April 29, 2025
in Feature, Politik
0
Kaesang-PKS: Mengaduk Air-Minyak di Belanga Pilkada Jakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Pada Juli 2025, kota Solo akan menjadi pusat perhatian politik nasional. Bukan karena hajatan budaya atau peristiwa kenegaraan, tetapi karena Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar Kongres Nasional pertamanya. Di panggung ini, nasib Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum akan dipertaruhkan. Lebih dari sekadar pertarungan internal partai, pemilihan ini menjadi medan uji sejauh mana pengaruh Joko Widodo masih berdenyut setelah lengser dari kekuasaan.

Kaesang tidak memulai kariernya dari bawah. Ia bukan mantan pengurus ranting, bukan juga aktivis yang bergumul sejak muda di jalanan. Ia datang langsung ke pucuk, hanya 3 hari setelah menyatakan bergabung dengan PSI pada Oktober 2023. “Anak Presiden, masak tidak punya kendaraan politik sendiri?” ujar seorang pengurus DPD PSI dari Jawa Tengah yang enggan disebut namanya. Kalimat itu dilontarkan separuh getir, separuh realistis.

Ketika ditunjuk sebagai Ketua Umum, banyak kader yang diam. Beberapa menyambut dengan antusiasme setengah hati, mengingat peluang elektoral yang terbuka karena “nama besar” Jokowi. Tapi tidak sedikit yang gusar. Seorang anggota Dewan Pembina PSI menyebut proses pengangkatan Kaesang sebagai “penunjukan, bukan pemilihan.” Kini, e-voting dalam Kongres disebut sebagai koreksi atas proses masa lalu. Tapi apakah ini sungguh koreksi, atau justru cara baru untuk mengukuhkan status quo dengan wajah demokrasi?

Di sisi lain, PSI mencoba menggulirkan narasi perubahan. Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa partainya sedang berevolusi menjadi “partai super terbuka”. Ia menyebut metode one man one vote sebagai “eksperimen demokrasi internal paling jujur di antara partai politik Indonesia saat ini.”

Namun, seperti kata orang bijak: demokrasi tak hanya soal sistem, tapi siapa yang mengendalikan sistem itu. Seorang kader PSI dari Kalimantan Selatan mengeluhkan bahwa “e-voting tetap bisa diarahkan. Siapa yang punya akses ke DPD dan DPW, dia yang menang.” Menurutnya, mayoritas struktur partai masih loyal pada Kaesang bukan karena kapasitasnya, melainkan karena mereka yakin “Jokowi masih akan membagi pengaruh.”

Bagi Jokowi, kemenangan Kaesang di kongres PSI bukan sekadar mempertahankan nama keluarga. Ini adalah pengawetan kekuasaan. Setelah tak lagi menjadi Presiden, Jokowi seolah membangun “dinding pelindung” lewat keluarga. Gibran sudah menjadi Wakil Presiden, Bobby tengah dipoles menjadi Gubernur Sumut, dan Kaesang mengendalikan partai yang mudah dikemudikan.

Namun jika Kaesang gagal, itu bukan hanya kegagalan putra bungsu Jokowi, melainkan simbol runtuhnya hegemoni sang ayah. Maka, tidak heran jika banyak pihak menduga bahwa kongres ini tidak sepenuhnya bebas dari bayang-bayang Istana. Seorang mantan elite PSI mengaku melihat “pergerakan jaringan relawan Jokowi” yang secara informal ikut membantu mengonsolidasikan dukungan Kaesang. “Ini bukan murni pertarungan antar kader,” katanya.

Jika Jokowi masih kuat, maka struktur PSI akan patuh seperti barisan semut di bawah matahari. Tapi bila suara-suara independen mulai menguat, dan bahkan muncul kandidat penantang yang bisa menggoyang Kaesang, maka gelombang perubahan bisa muncul dari partai kecil ini.

Dari sudut pandang publik, kongres PSI mungkin terlihat kecil. Tapi dalam politik Indonesia, kadang justru partai kecil menyimpan tanda-tanda perubahan besar. Kemenangan Kaesang yang terlalu mudah justru akan mengukuhkan anggapan bahwa PSI adalah partai keluarga. Sebaliknya, kekalahan Kaesang akan menandai bahwa politik Indonesia sudah mulai berani berkata “tidak” pada dinasti.

Seorang analis politik dari LIPI, dalam wawancara dengan Tempo, menyebut kongres ini sebagai “stress test politik pascarezim Jokowi.” Ia menyebutkan, “Kalau Kaesang tak bisa mempertahankan kursinya, itu bukan aib, tapi pertanda bahwa demokrasi internal mulai tumbuh. Tapi kalau tetap menang tanpa tanding, maka PSI hanya ganti kulit, bukan ganti budaya.”

Kaesang, sang ‘juru bicara meme’ dan politik gaya sarkasme itu, kini menghadapi ujian serius. Ia tak cukup hanya menjadi ‘lucu’ di Twitter atau akrab di TikTok. Ia harus menjawab pertanyaan mendasar: apakah ia mampu memimpin partai secara mandiri? Atau sekadar menjadi boneka dengan tangan Jokowi yang tak terlihat?

Kongres PSI di Solo akan menjadi panggung akhir dari pertunjukan yang telah disusun sejak lama: apakah Jokowi masih berpengaruh, atau justru mulai kehilangan daya. Jawaban dari pertanyaan itu mungkin datang dalam bentuk yang sederhana: satu suara, satu klik.

Dan sejarah bisa berubah dari klik itu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keputusan MK 29 April: Menutup Jalan Pemimpin Berkualitas

Next Post

Pengkhianatan Jokowi kepada Anak dan Menantunya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026
Economy

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Next Post
Dasar Hukum Laporan  Jokowi, Anwar Usman, Gibran, sampai Kaesang KKN, ke KPK

Pengkhianatan Jokowi kepada Anak dan Menantunya

Mantan Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi Resmi Cerai Dengan Isterinya Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Apa Yang Terjadi Dengan Rumah Tangga Mereka Berdua?

Kebijakan Gubernur Jabar Berikan Pendidikan disiplin Militer Kepada Siswa SMA Menuai Pro - Kontra

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...