• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keputusan MK 29 April: Menutup Jalan Pemimpin Berkualitas

Ali Syarief by Ali Syarief
April 29, 2025
in Feature, Politik
0
Hakim Konstitusi DR. Suhartoyo Gantikan Anwar Usman Jabat Ketua  Mahkamah Konstitusi

Foto: Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo. (Dok: Ari Saputra/detikcom)

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Hari itu, Selasa, 29 April 2025, Mahkamah Konstitusi hanya butuh waktu sebentar untuk menggugurkan sebuah upaya kecil memperbaiki kualitas demokrasi. Tanpa banyak drama, gugatan terhadap Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu—yang mengusulkan tambahan syarat akademik dan kompetensi bagi calon presiden-wakil presiden—ditolak hanya karena alasan prosedural: pemohon tidak hadir di persidangan.

Ketua MK Suhartoyo membacakan putusan itu datar: permohonan dinyatakan gugur. Tak ada pembahasan substansi, apalagi refleksi tentang betapa pentingnya tuntutan itu di tengah carut-marut politik dinasti.

Padahal, lewat gugatan itu, Muhammad Hudaya Munib menawarkan ide yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri. Ia mengusulkan syarat tambahan: calon presiden dan wakil presiden harus berpendidikan minimal S1 atau S2 dari universitas kredibel, menguasai konstitusi, ekonomi, geopolitik, mampu berbahasa asing dengan skor TOEFL minimal 550, piawai berbicara di depan publik, punya pengalaman memimpin minimal satu dekade, serta bebas dari jejak nepotisme dan korupsi.

Ringkasnya, ia menginginkan pemimpin berdasarkan kapasitas, bukan semata popularitas.

Namun, semua itu berakhir antiklimaks. MK lebih memilih mempersoalkan ketidakhadiran Munib ketimbang menimbang urgensi permohonannya. “Dengan demikian, permohonan pemohon harus dinyatakan gugur,” kata Suhartoyo, tanpa ekspresi.

Keputusan ini menjadi ironi di tengah gejala mediokritas kepemimpinan nasional. Saat politik dinasti menguat, dan standar kualitas makin kabur, gugatan seperti Munib seharusnya dibaca sebagai alarm. Bukannya dipadamkan dengan alasan administratif.

Publik masih ingat bagaimana Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, melenggang mulus ke posisi calon wakil presiden berkat celah hukum yang dibuka MK dalam putusan kontroversial tahun lalu. Saat itu, Mahkamah memberi karpet merah lewat tafsir multitafsir soal usia minimal calon presiden-calon wakil presiden.

Kini, lewat putusan 29 April, Mahkamah seperti mengukuhkan arah yang sama: membiarkan panggung politik dikuasai mereka yang lebih beruntung karena nama keluarga, ketimbang mereka yang digembleng lewat pendidikan dan pengalaman.

Hari itu, Mahkamah Konstitusi menutup jalan perubahan. Membiarkan demokrasi terombang-ambing dalam gelombang popularitas, bukan kualitas. Dan sejarah mungkin akan mencatat: di balik keputusan itu, lahirlah generasi baru pemimpin yang tidak dipersiapkan untuk menghadapi tantangan zaman, melainkan hanya dipoles untuk tampil.

Indonesia mungkin belum siap punya pemimpin dengan standar tinggi. Demokrasi kita lebih ramah kepada mereka yang lahir dari nama besar ketimbang lahir dari perjuangan ilmu dan integritas. Ketika Mahkamah hanya sibuk menghitung kehadiran, bukan menimbang kualitas, maka sesungguhnya yang absen bukan hanya pemohon, melainkan juga akal sehat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sinyal Mundur dari Hasan Nasbi

Next Post

Kembali Terpilih atau Tidak Kaesang Menjadi Ketum PSI: Barometer Kekuatan Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026
Economy

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Feature

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Next Post
Kaesang-PKS: Mengaduk Air-Minyak di Belanga Pilkada Jakarta

Kembali Terpilih atau Tidak Kaesang Menjadi Ketum PSI: Barometer Kekuatan Jokowi

Dasar Hukum Laporan  Jokowi, Anwar Usman, Gibran, sampai Kaesang KKN, ke KPK

Pengkhianatan Jokowi kepada Anak dan Menantunya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist