• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kenapa Prabowo Dijadikan Musuh Bersama?

fusilat by fusilat
January 8, 2024
in Feature
0
Membongkar Manuver Lembaga Survei

Tony Rosyid/net

Share on FacebookShare on Twitter

Tonya Rosyid | Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Kata Prabowo: “Pendapat saya kok sama dengan Pak Ganjar. Apa karena buku yang kita baca sama ya..” Tidak kurang dari tiga kali Prabowo mengungkapkan kalimat yang hampir sama.

Ini pastilah gimmik. Trik untuk merangkul Ganjar. Dengan begitu, Prabowo ingin memunculkan kesan bahwa Anies adalah musuh bersama. Musuh Prabowo dan Ganjar. Trik ini dilakukan Prabowo setelah Anies beberapa kali mengungkap sejumlah data yang sempat menyudutkan Prabowo dalam posisinya sebagai Menhan. Terutama data tentang kepemilikan tanah ratusan ribu hektar, alutsista bekas, food estate dan kebocoran anggaran di kemenhan.

Tapi sayangnya, trik ini gagal dijalankan Prabowo. Ganjar malah memberi nilai kepada Prabowo angka “5”. Ganjar yakin atas penilainnya ini. Ganjar mengaku punya banyak indikator untuk menjelaskan kenapa nilai Manhan “5”. Nilai merah !

Di sesi pertanyaan, Ganjar, dengan data-data yang sangat serius dipersiapkan justru menguliti Prabowo. Detail dan tajam. Ketika Prabowo menyatakan bahwa data Ganjar salah, maka Ganjar membuka data-data yang dipersiapkannya secara rapi itu, dan meminta kamera men-zoom-nya. Bahkan Ganjar minta Prabowo mendekat, atau staf Prabowo melihat data yang dibawa oleh Ganjar itu. Sadis !

Prabowo dalam posisinya sebagai Menhan harusnya menguasai segala hal dan memiliki semua data terkait dengan keamanan dan pertahanan. Tapi dalam debat kedua capres ini, Prabowo sama sekali tidak menunjukkan data. Justru yang membawa data adalah dua lawan debatnya: Anies dan Ganjar. Semua penilaian terhadap keburukan kemenhan tidak satupun yang mampu diklarifikasi oleh Prabowo dengan data.

Mestinya prabowo bilang: “data anda salah. Yang benar data ini, ini dan ini.” Tapi, Prabowo hanya menyalahkan data yang diungkap Anies dan Ganjar tanpa menunjukkan datanya sendiri yang menurutnya benar. Ironis memang.

Prabowo bilang: “tidak cukup waktu untuk menjelaskan dan membuka data.” Prabowo menawarkan di lain waktu untuk diskusi soal ini.

Ini konyol. Debat itu tempat diskusi. Memang waktunya terbatas. Bagaimana dengan waktu yang terbatas, ada data yang diungkap sebagai basis argumentasi untuk menjelaskan dan mengklarifikasi tuduhan. Bukan ngajak bertemu di forum lain.

Soal debat tadi malam, itu tak bisa lepas dari apa yang terjadi di lapangan. Faktanya, Prabowo memang telah dijadikan sebagai musuh bersama. Tidak saja oleh pendukung Anies dan Ganjar, tapi juga oleh mereka yang muak dengan proses pemilu yang bermasalah. Sampai-sampai ada gerakan “Asal Bukan Prabowo”. Ini salah satu reaksi publik dalam mengekspresikan kekecewaannya. Mengapa mereka kecewa kepada Prabowo lalu menjadikannya sebagai musuh bersama?

Ini bisa dilihat dari keputusan Prabowo migrasi ke Jokowi. Faktor bisnis sempat tercetus ketika Prabowo diwawancarai Najwa Sihab. Publik kemudian memahami bahwa migrasinya Prabowo ke Jokowi yang notabene menjadi lawan bebuyutannya berlatarbelakang bisnis. Bisnis akan sulit, bahkan hancur jika dalam posisi menjadi rival penguasa.

Alasan Prabowo migrasi ke Jokowi demi persatuan, ternyata ini tidak terbukti. Rakyat tetap terbelah, dan Prabowo tidak nampak perannya merangkul dan menyatukan kedua belah pihak. Malah Grace Natalie bilang: Prabowo menyesal pernah didukung oleh kelompok Islam kanan. Dari sini bisa disimpulkan bahwa Prabowo sengaja meninggalkan para pendukungnya. Bukan menyatukan.

Ada yang memahami bahwa migrasi Prabowo ke Jokowi berkaitan dengan persiapan pilpres 2024. Tanpa dukungan penguasa, sulit untuk memenangi pilpres. Ini nampaknya telah menjadi keyakinan Prabowo.

Gibran adalah sosok yang telah lama digadang-gadang oleh Prabowo untuk menjadi cawapresnya. Prabowo hanya Percaya Diri kalau Gibran jadi cawapresnya. Bukan Erick Thohir, Muhaimin Iskandar atau Airlangga Hartarto. Fokus Prabowo pada Gibran. Sebab, dengan Gibran menjadi cawapres, maka dukungan kekuasaan Jokowi akan full. Jokowi akan all out dukung Prabowo-Gibran. Dari sinilah “prahara ketua Mahkamah Konstitusi” terjadi. Usia Gibran yang kurang dari 40 tahun bisa maju jadi cawapres.

Dengan dukungan kekuasaan, sejumlah instrumen negara bergerak dan diduga telah ikut beroperasi memenangkan Prabowo-Gibran. Tidak sampai di situ, berbagai gangguan terhadap Anies dan Ganjar pun mulai dirasakan. Tujuh kali acara “Desak Anies” dicabut ijinnya. Sebelumnya, sejumlah acara pertemuan Anies dibatalkan ijinnya secara mendadak. Begitu juga dengan holikopter Anies yang tidak boleh mendarat di sejumlah tempat tanpa alasan hukum.

Abuse of power juga menyasar Ganjar. Sejumlah baliho Ganjar dirusak. Beberapa relawan Ganjar diintimidasi. Entah siapa yang melakukan itu? Tanyalah pada rumput yang bergoyang.

Yang tidak kalah ironinya adalah money politics. Massifnya pembagian sembako dan bagi-bagi amplop kepada para pemilih, bahkan pakai sumpah segala, dirasa telah menjadi gangguan nyata untuk pilpres yang demokratis dan sehat.

Belum lagi indikator-indikator kecurangan melalui penyelundupan surat suara dan surat suara yang sudah dicoblos. Bannyaknya jumlah Daftar Pemilih Tetap atau DPT yang bermasalah.

Faktor-faktor inilah yang “secara natural” telah menyatukan Anies dan Ganjar untuk menjadikan Prabowo sebagai musuh bersama. Boleh jadi keduanya tidak saling berkomunikasi. Tidak ada kesepakatan diantara keduanya. Tapi nasib sama dengan sendirinya membuat mereka bersatu. Karl Marx bilang: “masyarakat bersatu karena kesamaan nasib”. Dari kepentingan yang sama inilah “solidaritas organik terbentuk”, kata Emile Durkheim. Dan ini terlihat dalam debat tadi malam. Karena debat pada hakikatnya mewakili situasi kebatinan dan fakta di lapangan.

Jakarta, 8 Januari 2024

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cak Imin; Silahkan Didemo Jika Tak Menepati Janji

Next Post

Upacara Hari Kedewasaan Dirayakan Di Seluruh Jepang

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Upacara Hari Kedewasaan Dirayakan Di Seluruh Jepang

Upacara Hari Kedewasaan Dirayakan Di Seluruh Jepang

HUT PDIP –  Dilematis Jokowi Hadapi Kecemasan Baru

HUT PDIP - Dilematis Jokowi Hadapi Kecemasan Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist