• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kepuasaan 72% Untuk Gibran – Menghianati Akal Sehat dan Nurani Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
October 23, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Dari Bung Hatta ke Gibran: Menukiknya Kualitas Wakil Presiden Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews- Angka 72 persen — bahkan dalam beberapa survei mencapai 71,4 % hingga 74,8 % — yang menyatakan puas terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi pilihan angka yang menggelisahkan. Pilihan angka ini seakan menghianati akal sehat dan nurani kita semua — karena bukankah seluruh rakyat Indonesia menyaksikan dengan mata sendiri?

Saksikanlah. Kita punya wapres yang, jika kita menilai dengan ukuran kepemimpinan dan kompetensi yang selama ini dijadikan standar, tampak sekali kekurangannya:

  • Dalam pidato atau berbicara di depan publik, ia terlihat gagap — bukan hanya sekali atau dua kali, namun tampak serangkaian momen yang menunjukkan bahwa komunikasi publiknya belum matang.
  • Dari sisi intelektual, jika ukuran kita adalah kemahiran dalam berpikir kritis, argumentasi yang tajam, kemampuan menganalisa yang jelas — maka Wapres ini bisa dikatakan memiliki intelektual di bawah rata-rata dalam bingkai ekspektasi publik terhadap jabatan sebesar itu.
  • Leadershipnya? Jika kita bandingkan dengan pendahulu-pendahulu yang duduk di posisi wakil presiden atau pemimpin negara lain, maka kepemimpinan beliau sama sekali tidak memadai. Bukan hanya soal visi, tetapi soal eksekusi, pengaruh, kesiapan menghadapi krisis, dan kredibilitas.
  • Bahkan sekarang soal latar belakang pendidikannya menjadi bahan perdebatan — ada keyakinan publik bahwa beliau hanya memiliki ijazah SMP, atau setidak-nya pendidikan formalnya tidak sebagaimana yang umum dipersyaratkan untuk jabatan sebesar itu. Jika fakta ini benar, maka hal ini menjadi kecemasan serius bagi legitimitas jabatan yang diembannya.

Jika beliau berada dalam lingkungan wakil presiden RI yang selama ini kita kenal — para figur yang punya pengalaman birokrasi, pemerintahan, atau politik matang — maka Gibran akan tampak seperti sampah, dalam arti: figur yang tidak pantas, tidak dalam level yang bisa dibandingkan secara adil.

Jika beliau berada di lingkungan anak muda — generasi yang produktif, inovatif, berprestasi dan punya latar belakang pendidikan yang kuat — maka ia tampak tak punya prestasi apa-apa real yang bisa mengangkat dirinya ke level setara teman-sebayanya; latar belakang pendidikan yang “amburadul” (kalau memang demikian) membuat jarak antara ekspektasi dan kenyataan makin lebar.

Jika beliau berada di lingkungan pengusaha — yang notabene diukur berdasarkan bisnis, manajemen, inovasi, efisiensi, profit dan reputasi — maka Gibran hanya nampak sebagai anak presiden yang kebetulan saja pengusaha; bukan pengusaha yang secara independen menoreh prestasi gemilang atau mendunia. Citra “anak presiden” ini mengaburkan garis antara meritokrasi dan nepotisme — dan itulah yang menimbulkan kecurigaan publik.

Maka ketika kita mendengar angka survei seperti 72 % puas — atau lebih tinggi menurut survei terkini — muncul pertanyaan besar: Apakah angka ini realistis, ataukah angka ini pembenaran bagi status quo? Apakah angka ini mencerminkan efektivitas nyata, ataukah sekadar citra yang dikelola?

Kepada akal sehat kita: Apakah wajar bahwa figur yang kita nilai memiliki kelemahan sedemikian besar kemudian mendapatkan skor kepuasan publik yang tinggi? Apakah nurani kita tenang menerima bahwa standar kepemimpinan kini sekadar “cukup puas” padahal ekspektasi rakyat terhadap wakil presiden jauh lebih tinggi?

Tantangan ke depan: Jika pemerintahan ini bersandar pada angka-angka kepuasan yang tinggi, namun di baliknya terdapat banyak kekhawatiran (ekonomi belum stabil, harga pokok masih tinggi, lapangan kerja masih kurang) — maka ketidakpuasan laten itu bisa menjadi bom waktu bagi legitimasi dan keberlanjutan pemerintahan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SEBAGAI LIQUIDITY PROVIDER DI BURSA EFEK INDONESIA, DANANTARA BERISIKO

Next Post

Ingat LBP dan Erick Thohir Bisnis PCR?- ” Ketika Krisis Jadi Ladang Cuan Pejabat”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Krisis Qona’ah dan Sindrom Kebebalan Moral dalam Pusaran Korupsi

July 30, 2026
Feature

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI
News

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

July 30, 2026
Next Post
Ingat LBP dan Erick Thohir Bisnis PCR?- ” Ketika Krisis Jadi Ladang Cuan Pejabat”

Ingat LBP dan Erick Thohir Bisnis PCR?- " Ketika Krisis Jadi Ladang Cuan Pejabat"

Reaksi Wakil Rakyat di Parlemen, Terkait eksploitasi Tambang Nikel di Raja Ampat

Prabowo Turun Gunung: Perang Tambang Ilegal atau Panggung Politik?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Birokrasi

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

by Karyudi Sutajah Putra
July 30, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Setiap ada kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gaji...

Read more
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jumhur Hidayat: Koperasi Desa Merah Putih Akan Hidupkan Ekonomi Hingga Kawasan Hutan

Jumhur Hidayat: Koperasi Desa Merah Putih Akan Hidupkan Ekonomi Hingga Kawasan Hutan

July 30, 2026

Krisis Qona’ah dan Sindrom Kebebalan Moral dalam Pusaran Korupsi

July 30, 2026

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

July 30, 2026
Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

July 30, 2026

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jumhur Hidayat: Koperasi Desa Merah Putih Akan Hidupkan Ekonomi Hingga Kawasan Hutan

Jumhur Hidayat: Koperasi Desa Merah Putih Akan Hidupkan Ekonomi Hingga Kawasan Hutan

July 30, 2026

Krisis Qona’ah dan Sindrom Kebebalan Moral dalam Pusaran Korupsi

July 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist