• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika “Hulubalang” Jokowi Jadi Pelindung Korupsi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 27, 2023
in Feature
0
Indonesia Negeri Para Bedebah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Kemarin Luhut, sekarang Tito. Yang dibela sama: koruptor! Para “hulubalang” Presiden Jokowi itu pun patut diduga sebagai pelindung korupsi. Betapa tidak? 

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) lagi. Dalihnya: memperburuk citra Indonesia di mata dunia.

Luhut menyampaikan pernyataan kontroversial itu dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 yang digelar KPK dan sejumlah kementerian/lembaga di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2022).

Belum usai polemik Luhut, kini giliran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta aparat penegak hukum tidak melakukan penyelidikan atau pemanggilan terhadap kepala daerah. Dalihnya: kepala daerah akan takut mengeksekusi program, sehingga rakyatlah yang akan dirugikan.

Tito menyampaikan hal itu dalam sambutannya di rapat koordinasi inspektorat daerah seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Pernyataan kedua “hulubalang” Presiden Jokowi itu membuat siapa pun yang masih punya akal sehat terperangah. Bagaimana bisa KPK dan aparat penegak hukum lain seperti kejaksaan dan kepolisian tidak boleh melakukan tugasnya memberantas korupsi?

Luhut dan Tito lebih menghendaki KPK dan aparat penegak hukum lain fokus pada pencegahan, bukan penindakan korupsi. Padahal dalam pemberantasan korupsi ada “trisula”: pencegahan dan penindakan korupsi, serta pendidikan antikorupsi.

Dalam kerangka itulah di KPK ada kedeputian pencegahan korupsi dan kedeputian penindakan korupsi. KPK juga membuka kelas-kelas antikorupsi secara berkala.

Mengapa Luhut dan Tito tidak berpikir sebaliknya: KPK, Kejaksaan Agung dan Polri fokus pada penindakan korupsi, karena tugas pencegahan korupsi sudah diemban oleh inspektorat jenderal setiap kementerian/lembaga, dan inspektur wilayah untuk provinsi dan kabupaten/kota. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pun mengemban tugas dalam pencegahan korupsi.

Kini, kita sedang menunggu pernyataan Presiden Jokowi. Jika wong Solo itu menyatakan hal yang sama dengan Luhut dan Tito maka patut diduga pemerintahan saat ini tidak punya visi dan misi dalam pemberantasan korupsi. Bahkan sebaliknya menjadi pelindung korupsi dan bunker koruptor.

Kalau KPK tidak boleh melakukan OTT, dan aparat penegak hukum lain tidak boleh menyelidiki dugaan korupsi kepala daerah maka mereka ibarat dikasih senjata tapi tidak dikasih peluru. Ibarat macan ompong yang hanya bisa mengaum, tidak bisa menggigit. 

Padahal, kasus korupsi di Indonesia masih sangat marak. Bahkan melibatkan trias politika, yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif. Plus swasta.

Di eksekutif, sejak awal era reformasi hingga kini sudah puluhan menteri ditangkap KPK karena korupsi. Masih di ranah eksekutif, sejak pilkada langsung digelar pada 2004 hingga kini sudah ada sekitar 400 kepala daerah yang dipenjara karena korupsi.

Di legislatif, sudah lebih dari 100 anggota DPR RI dan 3.700 anggota DPRD dipenjara karena korupsi. Bahkan di legislatif korupsi menyentuh pucuk pimpinan, yakni Ketua DPR RI Setya Novanto dan Ketua DPD RI Irman Gusman dipenjara karena korupsi. 

Korupsi di yudikatif juga menyentuh pucuk pimpinan, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap KPK karena korupsi. Begitu pun hakim konstisusi Patrialis Akbar. 

Mahkamah Agung (MA) pun tak mau ketinggalan. Dua hakim agung, Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh ditangkap KPK karena dugaan korupsi. Sebelumnya, Sekretaris MA Nurhadi juga dipenjara KPK karena korupsi. Itu belum termasuk pegawai MA dan hakim-hakim lembaga peradilan di bawah MA. 

Korupsi juga melibatkan swasta atau pengusaha. Kasus korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya adalah buktinya. Bahkan kerugian negara akibat korupsi yang melibatkan aktor swasta tidak hanya miliaran, tetapi puluhan triliun rupiah.

Begitu pun dalam kasus dugaan korupsi di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya dengan kerugian mencapai Rp106 triliun. Anehnya, sang terdakwa, Henry Surya, justru divonis lepas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Ironis bukan?

Ironis pula ketika pemerintah seolah menganggap korupsi bukan kejahatan luar biasa atau “extraordinary crime”. Pemerintah menganggap korupsi itu lazim dan biasa-biasa saja. Padahal, korupsi adalah kejahatan luar biasa, sehingga untuk mengatasinya pun harus dilakukan dengan cara-cara luar biasa. Salah satunya dengan OTT itu. 

Luhut kelewat naif ketika menyatakan OTT memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Justru pemberantasan korupsi yang masif dan efektif dilakukan KPK dan aparat penegak hukum lainnya bisa mengangkat citra Indonesia di mata dunia. Investor asing pun akan lebih percaya kepada Indonesia. Logika Luhut justru terbalik. 

Begitu pun Tito Karnavian. Kalau memang tidak korupsi, bahkan tidak ada niat untuk korupsi, mengapa harus takut?

Ibarat ada operasi zebra, jika seorang pengendara sepeda motor sudah memakai helmet, membawa SIM dan STNK yang masih berlaku, tidak melaranggar rambu-rambu dan marka jalan, mengapa takut disetop polisi? Disetop pun tidak masalah karena rebues lengkap dan tidak melakukan pelanggaran.

Jadi, apanya yang mesti ditakutkan, Jenderal Tito dan Jenderal Luhut? Kecuali kalau memang para “hulubalang” Jokowi mencoba menjadi pelindung korupsi. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Soal Rencana Kenaikan Ongkos Haji 2023, BPKH dan Menag Malas Tingkatkan Nilai Manfaat Dana Kelolaan Haji

Next Post

Terkuak!!! Inilah Alasan KPK Blokir Rekening Pedagang Burung di Madura

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Terkuak!!! Inilah Alasan KPK Blokir Rekening Pedagang Burung di Madura

Terkuak!!! Inilah Alasan KPK Blokir Rekening Pedagang Burung di Madura

Tegas, AHY Minta Pasal Penghinaan Presiden Jangan untuk Gebuk Lawan Politik

AHY Ajak PKS Segera Bentuk Sekretariat Bersama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist