• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Planga-Plongo Bicara Hukum: Jokowi dan Komentar yang Terlalu Biasa

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi itu sedang “Inimicos Crescit” – Membangun Musuh
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Joko Widodo soal pemberian abolisi kepada Thomas Lembong dan amnesti untuk Hasto Kristiyanto sebetulnya tidak salah. Ia menjelaskan bahwa itu adalah kewenangan presiden, sebuah hak prerogatif yang telah melewati proses dan pertimbangan hukum. Pernyataan itu normatif, rapi, dan nyaris textbook. Tapi di situlah masalahnya: ia terdengar terlalu biasa.

Komentarnya seperti datang dari orang kebanyakan—man on the street—yang hanya mengulang-ulang pengertian dasar hukum tata negara. Tak ada dimensi kedalaman, tak ada refleksi kontekstual, bahkan tak ada keunikan nada khas seorang negarawan yang telah memimpin negeri ini selama satu dekade.

Sebagai mantan presiden dua periode, publik berharap Jokowi tampil dengan narasi yang lebih kokoh: menjelaskan proses politik-hukum di baliknya, memberi catatan kritis atau setidaknya perspektif personal yang berkelas. Tapi yang muncul justru pernyataan datar, seolah tanpa tanggung jawab moral atas pusaka-pusaka sistem yang pernah ia genggam.

Dalam momen seperti ini, kita terpaksa mengingat-ingat masa lalu—tentang julukan yang dulu pernah melekat padanya: si planga-plongo. Julukan yang kala itu dianggap mengejek, tapi hari ini terasa seperti kilas balik yang jujur. Bukan karena ia tak tahu, tapi karena ia terlalu sering bicara seakan tak tahu. Ia tidak keliru, hanya terlalu biasa. Dan dari seorang Jokowi, yang pernah dielu-elukan sebagai pemimpin rakyat, “terlalu biasa” bisa terasa seperti pengkhianatan kecil terhadap ekspektasi besar.

“Kekuasaan bukan hanya soal benar atau salah, tapi tentang seberapa dalam seseorang memahami tanggung jawab atas ucapannya.”
— Catatan dari rakyat yang mulai sadar.

Sebagian orang mungkin berkata: “Yah, namanya juga sudah bukan presiden.” Tapi justru di sanalah intinya. Di banyak negara, mantan presiden menjadi moral compass dalam situasi publik yang penuh kabut. Ucapannya bisa memberi terang. Tapi ketika Jokowi bicara hari ini, yang muncul hanya pengulangan kalimat-kalimat kosong yang bisa dibaca dari buku pegangan siswa SMA.

Ia tidak menawarkan narasi. Ia tidak memberi arah. Ia hanya berbicara—dan membiarkan rakyat kembali menebak sendiri maknanya.

Dan kita pun kembali bertanya-tanya: benarkah sepuluh tahun yang lalu kita pernah dipimpin oleh seseorang yang memahami sepenuhnya makna kepemimpinan?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tokoh Muda Golkar: Abolisi Tom Lembong Bukti Prabowo Berani Ambil Risiko Demi Keadilan

Next Post

Abolisi & Amnesti dari Prabowo: Awal Reformasi Hukum atau Sekadar Simbolik?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Abolisi & Amnesti dari Prabowo: Awal Reformasi Hukum atau Sekadar Simbolik?

Abolisi & Amnesti dari Prabowo: Awal Reformasi Hukum atau Sekadar Simbolik?

Tak Suka Operasi Tangkap Tangan KPK, Luhut Tawarkan Solusi Alternatf

Luhut dan Narasi Kambing Hitam Global: Ulang Tahun Retorika Tanpa Solusi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...