• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bisnis

Ketika Polisi Ikut Berbisnis MBG

Ali Syarief by Ali Syarief
February 14, 2026
in Bisnis, Feature
0
Ketika Polisi Ikut Berbisnis MBG

Istimewa Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tepuk tangan menggema di Jakarta. Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. Alasannya terdengar luhur: Polresta Tangerang membangun 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terbanyak untuk kategori Polres di Indonesia.

Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (SPMBG) serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri, Jumat (13/2/2026). Dasar hukumnya tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2026.

Di atas kertas, semua tampak sempurna: negara hadir, polisi sigap, anak-anak mendapat makanan bergizi. Namun justru pada titik inilah persoalan serius bermula. Sebab di balik narasi keberhasilan itu, terselip pertanyaan mendasar tentang batas kekuasaan, hak masyarakat, dan ruang hidup ekonomi warga sipil.

Dari Penjaga Keamanan ke Pemain Ekonomi

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program sosial. Ia adalah proyek raksasa yang menggerakkan rantai ekonomi: dapur umum, katering UMKM, petani, peternak, pemasok beras, sayur, telur, hingga distribusi logistik. Dalam desain ideal, MBG seharusnya menjadi ruang partisipasi rakyat—bukan ladang ekspansi institusi bersenjata.

Namun yang terjadi di Tangerang justru sebaliknya. Kepolisian tidak hanya mengamankan, tidak hanya mengawasi, tetapi membangun, mengelola, dan menargetkan kepemilikan hingga 40 unit SPPG di wilayah hukumnya. Pada titik ini, polisi tak lagi berdiri sebagai wasit, melainkan telah turun ke lapangan sebagai pemain utama.

Maka pertanyaannya sederhana, tetapi tajam:
siapa yang diberdayakan, dan siapa yang disingkirkan?

Hak Publik yang Diam-diam Tergerus

Dalam keterangan resminya, Kombes Pol Indra menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Polresta Tangerang. Pernyataan itu sah dan pantas dihormati. Tetapi persoalan publik tidak berhenti pada soal niat baik atau kerja keras aparat.

Persoalannya adalah struktur kuasa.

Ketika kepolisian masuk terlalu jauh ke wilayah operasional—mengelola dapur, mengatur distribusi pangan, memiliki gudang logistik—maka peluang usaha rakyat menyusut secara sistemik. UMKM katering kehilangan ruang, koperasi tak lagi dilirik, petani dan peternak lokal tereduksi menjadi pelengkap, bukan aktor utama.

Lebih dari itu, siapa yang berani bersaing secara terbuka dengan institusi bersenjata negara? Di ruang yang timpang, “kompetisi” hanyalah istilah kosong.

Darurat Itu Pengecualian, Bukan Pembenaran

Kita masih bisa memahami bila peran aktif kepolisian dilakukan di daerah terpencil, tertinggal, atau wilayah krisis—tempat infrastruktur absen, pelaku usaha nyaris tak ada, dan negara kerap datang terlambat. Dalam kondisi seperti itu, keterlibatan Polri dapat dipandang sebagai langkah darurat.

Tetapi Tangerang bukan daerah terpencil.
Tangerang adalah kawasan urban dan industri, pusat ekonomi, wilayah dengan ribuan UMKM aktif, koperasi hidup, penyedia jasa katering melimpah, serta rantai pasok pangan yang sudah terbentuk lama.

Ketika di wilayah semacam ini polisi justru menjadi aktor dominan penyedia layanan, maka yang terjadi bukan pengisian kekosongan, melainkan pengambilalihan ruang ekonomi publik. Bukan kehadiran negara, tetapi dominasi negara.

Negara yang Terlalu Hadir

Polisi dalam negara demokratis dibangun untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Bukan untuk mengelola dapur rakyat, menguasai gudang pangan, atau memonopoli distribusi program sosial.

Masalahnya, semakin jauh polisi masuk ke ruang sipil, semakin sempit ruang kritik publik. Setiap pertanyaan mudah dicap sebagai “menghambat program nasional” atau “tidak peduli pada gizi anak”. Padahal kritik justru diperlukan agar program MBG tidak berubah menjadi proyek elitis, sentralistik, dan miskin partisipasi warga.

Negara yang sehat tahu kapan harus hadir—dan kapan harus menahan diri.

Prestasi yang Perlu Batas

Tidak ada yang salah dengan dukungan Polri terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Yang keliru adalah ketika dukungan itu menjelma menjadi penguasaan. Negara boleh kuat, tetapi tidak boleh rakus ruang. Polisi boleh membantu, tetapi tidak boleh menggantikan rakyat.

Penghargaan mungkin pantas diberikan. Namun yang jauh lebih penting adalah memastikan satu prinsip tidak dikorbankan: program sosial negara tidak boleh mematikan hak ekonomi warganya sendiri.

Sebab di republik yang waras, keberhasilan bukan diukur dari seberapa luas institusi bersenjata mengelola kehidupan sipil, melainkan dari seberapa besar negara memberi ruang agar rakyatnya tumbuh, berdaya, dan mandiri.

Dan di situlah, ketika polisi ikut “berbisnis”, publik bukan hanya boleh bersuara—tetapi wajib bertanya:
negara ini sedang melayani rakyat, atau sedang belajar menguasainya?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KERUKUNAN YANG PERNAH RETAK: Pelajaran Panjang dari HKTI

Next Post

Ramadhan: Momentum Transformasi Jiwa Menuju Ridho Allah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen
Economy

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik
Economy

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026
Next Post

Ramadhan: Momentum Transformasi Jiwa Menuju Ridho Allah

Ilmu sebagai “Sultanan Nashiro”

Ilmu sebagai “Sultanan Nashiro”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026
Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist