• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
April 14, 2025
in Feature
0
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro
Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Dalam suasana politik yang kerap kali keruh oleh propaganda, noise digital, dan retorika kekuasaan yang defensif, langkah Presiden Prabowo Subianto untuk membuka ruang wawancara publik bersama tujuh jurnalis senior layak diapresiasi sebagai terobosan komunikasi politik yang patut dicontoh. Peristiwa ini melegakan, bahkan membesarkan hati, karena selama ini terasa adanya jurang antara pemerintah dan masyarakat—seakan dua dunia yang bicara sendiri-sendiri, tanpa jembatan yang bisa menyatukan pemahaman.

Di tengah arus opini sosial media yang reaktif dan seringkali sinis terhadap kekuasaan, penulis ingin mengambil posisi yang berbeda. Bukan dalam rangka menutup mata terhadap kekurangan, melainkan untuk mengakui satu kenyataan: Presiden Prabowo menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan tulus, jujur, dan langsung pada substansi. Beginilah mestinya komunikasi seorang pemimpin: tidak berkelit, tidak menyalahkan orang lain, dan tidak menutupi kesulitan.

Dialog yang Setara, Bukan Sekadar Panggung

Dialog empat jam yang berlangsung di perpustakaan pribadi presiden ini bukan hanya simbol keterbukaan, melainkan praktik konkret dari prinsip dasar demokrasi: keterhubungan antara penguasa dan rakyat melalui komunikasi yang jujur. Yang lebih penting, ini bukan sekadar konferensi pers atau panggung monolog, melainkan sebuah wawancara substantif, terbuka, dan berani. Tidak ada daftar pertanyaan yang diserahkan sebelumnya. Tidak ada sensor. Semua jurnalis diberi ruang penuh untuk bertanya—dan presiden menjawab sendiri, tidak melalui juru bicara.

Di sinilah kualitas kepemimpinan diuji: bukan hanya di keputusan besar, tapi dalam cara menjelaskan pilihan-pilihan sulit, menanggapi kritik, dan membuka diri terhadap pertanyaan tak nyaman. Prabowo melakukannya dengan gaya khasnya—tegas namun tenang, formal tapi juga personal. Ia tidak menghindar dari isu-isu kontroversial, dan justru menjawabnya secara langsung.

Jawaban yang Tulus dan Menjawab Substansi

Mari kita lihat substansi jawaban presiden dalam beberapa isu utama yang diajukan para jurnalis:

1. RUU TNI 2025 dan Kekhawatiran Kembalinya Dwifungsi. Prabowo menjelaskan bahwa RUU TNI 2025 bukanlah agenda untuk menghidupkan kembali dwifungsi TNI seperti masa Orde Baru. Esensi utamanya adalah perpanjangan usia pensiun prajurit—yang logis jika dilihat dari kebutuhan organisasi untuk regenerasi yang lebih stabil. Ia tidak defensif, tidak menyerang balik pengkritik, dan justru mengajak publik melihat catatan sejarah bahwa ia sendiri adalah bagian dari TNI yang mendukung reformasi. Ini bukan hanya defensif elegan, tapi juga kontekstual dan bertanggung jawab.

2. Transparansi Pembahasan RUU. Presiden mengakui adanya kekhawatiran masyarakat yang bersumber dari tidak tersedianya dokumen resmi. Ia berjanji untuk memastikan agar naskah resmi disebarkan secara berkala dan proses pembahasan RUU ke depan berlangsung lebih terbuka. Di tengah budaya birokrasi yang sering tertutup, pengakuan semacam ini sangat penting—karena mengakui masalah adalah langkah pertama menuju solusi.

3. Penilaian Kinerja 150 Hari Pertama. Ketika diminta menilai diri sendiri, Prabowo tidak terjebak dalam glorifikasi atau angka hiperbolik. Ia memberi nilai 6 dari 10. Ini bukan hanya rendah hati, tapi juga realistis. Ia menyebut pencapaian konkret seperti stabilitas harga pangan, produksi beras tertinggi dalam tujuh tahun, dan terbentuknya entitas investasi strategis Danantara. Namun ia juga mengakui kelemahan, khususnya dalam komunikasi publik. Keterbukaan seperti ini jarang kita saksikan dari presiden-presiden sebelumnya.

4. Kinerja Birokrasi dan Disiplin Kerja. Prabowo menunjukkan sikap tegas dalam menempatkan “orang yang tepat di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.” Ia bahkan menyebutkan bahwa bila ada yang tidak sigap, maka penggantian dilakukan segera, bahkan di akhir pekan. Langkah seperti ini menunjukkan orientasi pada hasil dan akuntabilitas. Di saat yang sama, ia juga menyebut masih banyak anak muda baik yang belum diberi kesempatan—indikasi bahwa regenerasi menjadi perhatian.

5. Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi. Presiden menegaskan bahwa dalam 150 hari pertama, pemerintah berhasil mengungkap kasus-kasus besar dengan kerugian negara yang lebih besar dibanding periode sebelumnya. Ini menunjukkan efektivitas awal dalam penegakan hukum. Lebih dari itu, ia menunjukkan kepekaan terhadap kondisi struktural, seperti kesejahteraan hakim, yang bisa memengaruhi kualitas pengadilan. Pemerintah telah mengalokasikan Rp12 triliun untuk menaikkan gaji hakim—sebuah pendekatan sistemik, bukan sekadar penindakan simbolik.

6. Penempatan TNI di BUMN dan Kementerian. Prabowo membedakan dengan tegas antara TNI aktif dan pensiunan. Ia menegaskan bahwa hanya pensiunan yang boleh menduduki posisi sipil, dan itu pun hanya di kementerian yang relevan. Ia juga menyampaikan logika meritokratis: bahwa semua warga negara berhak berkontribusi selama memenuhi syarat. Ini jawaban yang normatif sekaligus pragmatis, dan menegaskan bahwa semangat sipil dalam birokrasi tetap dijaga.

7. Kebijakan Ekonomi dan Respons atas Tarif Trump. Terhadap kebijakan proteksionis AS dan isu Devisa Hasil Ekspor (DHE), Prabowo menjelaskan posisi Indonesia dengan tenang dan argumentatif. Ia menyebut perlunya negosiasi kolektif ASEAN, sekaligus menjelaskan bahwa DHE hanya diwajibkan bagi entitas yang menikmati fasilitas negara. Ia menekankan prinsip keadilan fiskal dan kedaulatan ekonomi. Ia juga menyebut Danantara sebagai instrumen baru untuk mendorong investasi yang berdampak tinggi, namun dengan prinsip kehati-hatian.

8. Isu Cawe-Cawe Presiden. Pertanyaan tentang pengaruh mantan presiden Jokowi dan SBY dijawab lugas: “Saya yang minta masukan dari mereka, bukan sebaliknya.” Ini jawaban sederhana tapi penting. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap pemimpin yang mengambil keputusan akhir, sekaligus menunjukkan keterbukaan terhadap pengalaman orang lain. Tidak ada defensivitas, tidak ada kecanggungan.

Komunikasi sebagai Cermin Kepemimpinan

Dari semua tanggapan di atas, satu hal yang menonjol adalah gaya komunikasi Prabowo yang—terlepas dari posisi politiknya—terasa tulus, jujur, dan substansial. Ia tidak berusaha menyenangkan semua pihak, tapi juga tidak menutup diri dari kritik. Ia tidak meremehkan pertanyaan sulit, tapi juga tidak terjebak dalam jargon-jargon kosong.

Dalam konteks demokrasi yang sehat, dialog seperti ini sangat penting. Bukan sekadar untuk klarifikasi, tapi untuk membangun kepercayaan. Dan kepercayaan tidak bisa dibangun dengan retorika indah atau pencitraan semata. Ia hanya tumbuh dari percakapan yang sejajar, tulus, dan saling menghargai.

Penutup

Komunikasi seperti ini harus terus dilanjutkan. Harus menjadi kebiasaan, bukan kejutan. Harus menjadi ruang bersama, bukan panggung kekuasaan. Presiden bukan hanya pemegang mandat, tapi juga penafsir harapan rakyat. Dan penafsiran itu tidak bisa dilakukan tanpa mendengar—dan tanpa bersedia menjawab.

Semoga ini bukan episode satu kali. Karena demokrasi bukan hanya tentang pemilu dan kebijakan, tapi juga tentang kesediaan pemimpin untuk duduk, mendengar, dan menjawab dengan hati yang terbuka.===

Cimahi, 12 April 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Piala Asia U17, Uzbekistan lolos ke Semifinal setelah kalahkan UEA 3 – 1

Next Post

Rumah Hakim Ali Muhtarom, Tersangka Suap Vonis Lepas Ekspor CPO Digeledah, Kejagung Sita uang tunai Rp 5,95 Miliar

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Rumah Hakim Ali Muhtarom, Tersangka Suap Vonis Lepas Ekspor CPO Digeledah, Kejagung Sita uang tunai Rp 5,95 Miliar

Rumah Hakim Ali Muhtarom, Tersangka Suap Vonis Lepas Ekspor CPO Digeledah, Kejagung Sita uang tunai Rp 5,95 Miliar

IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW Apresiasi Kejagung Tangkap Ketua PN Jaksel Arif Nuryanta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist