• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ketua KPU yang Mungkin akan Berhidung Belang

fusilat by fusilat
May 22, 2024
in Crime, Feature, Pemilu, Politik
0
Apa Kata KPU terkait Pernyataan Presiden, Debat Pilpres Tak Edukatif & Serang Personal
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra-Analis Politik, Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Jakarta – Alkisah, pada 18 Juni 1629, Raad van Justitie atau Dewan Kehakiman Pemerintah Hindia Belanda, kini Indonesia, di Batavia, kini Jakarta, menjatuhkan hukuman mati kepada Pieter Contenhoef karena prajurit rendahan yang masih belia dan ganteng itu terbukti menggoda dan kemudian meniduri Saartje Specx, anak angkat Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Keesokan harinya, menjelang Coentenhoef dipenggal kepalanya di tiang gantungan, JP Coen mencorengkan arang pada hidung prajurit yang telah mempermalukannya tersebut.

Ketika kepala Coentenhoef menggelinding dan terpisah dari badannya, terlihatlah hidungnya yang belang-belang. Sejak itu istilah pria hidung belang mulai populer untuk menggambarkan laki-laki nakal yang suka menggoda perempuan.

Kini, arang tampaknya perlu dicorengkan ke hidung Hasyim Asy’ari jika Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini untuk kedua kalinya terbukti melanggar kode etik terkait perbuatan asusila.

Diketahui, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hari Rabu (22/5/2024) ini akan menggelar sidang perdana terkait pelanggaran etik yang diduga dilakukan Hasyim Asy’ari dalam kasus asusila. Ketua KPU itu disebut merayu personel perempuan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pemilu 2024 di Eropa.

Dalam aduan terhadap Hasyim di DKPP, Komisioner KPU dua periode ini disebut menggunakan relasi kuasa untuk mendekati, membina hubungan romantis, dan berbuat asusila.

Pertama kali keduanya bertemu terjadi pada Agustus 2023, saat Hasyim melakukan kunjungan kerja kedinasan. Terakhir kali bertemu pada Maret 2024. Keduanya disebut beberapa kali bertemu, baik saat Hasyim melakukan kunjungan dinas ke Eropa, atau sebaliknya saat korban kunjungan dinas ke Tanah Air.

Dalam keadaan keduanya terpisah jarak, terdapat upaya aktif dari Hasyim “secara terus-menerus” untuk menjangkau korban. Terjadi hubungan romantis, merayu, dan mendekati untuk nafsu pribadinya.

Namun, tidak ada intimidasi maupun ancaman dalam dugaan pemanfaatan relasi kuasa yang disebut dilakukan oleh Hasyim. Tak jelas apakah “perbuatan asusila” yang dimaksud juga mencakup pelecehan seksual atau tidak. Korban disebut butuh waktu untuk mengumpulkan keberanian membuat aduan semacam itu (Kompas.com, Selasa 21 Mei 2024).

Ini bukan pertama kalinya Hasyim tersandung masalah etik terkait dugaan perbuatan asusila. Sebelumnya, ia pernah dinyatakan melanggar etik dan dijatuhi sanksi peringatan keras terakhir oleh DKPP karena melakukan komunikasi yang tidak patut terhadap Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein alias “Wanita Emas”.

Hasyim bersama seluruh Komisioner KPU juga dinyatakan melanggar etik karena serta-merta menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. DKPP menjatuhkan sanksi berupa peringatan keras dan terakhir kepada Hasyim.

Dalam kasus dugaan asusila kepada personel perempuan PPLN di Eropa, apakah Hasyim Asy’ari akan dinyatakan melanggar kode etik dan dijatuhi sanksi peringatan keras dan terakhir, atau sebaliknya justru bebas?

Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, meskipun katakanlah nanti terbukti melanggar etik dan kembali dijatuhi sanksi peringatan keras dan terakhir, namun Hasyim tak akan dipecat. Sebab, berbeda dengan permainan sepakbola di mana akumulasi dua kartu kuning langsung berubah menjadi kartu merah, aturan main di DKPP tidak seperti itu. Dus, meskipun Hasyim sudah dua kali mendapat sanksi peringatan keras dan terakhir, bahkan bisa jadi kasus teranyar ini juga berbuah sanksi peringatan keras dan terakhir, namun Hasyim tak bisa serta-merta dicopot dari jabatannya. Sebab, DKPP tidak mengenal akumulasi sanksi.

Kalau sudah begini, jika nanti terbukti Hasyim melakukan tindakan asusila untuk kedua kalinya, maka DKPP barangkali perlu mencorengkan arang di hidung Ketua KPU itu sehingga akan terstigma sebagai pria hidung belang seperti prajurit Belanda yang dihukum mati karena merayu dan kemudian meniduri anak angkat JP Coen.

Kekuasaan dan Seks

Filsuf asal Prancis, Michel Foucault (1926-1984) berpendapat, kekuasaan dan seksualitas saling mengintervensi. Kekuasaan adalah seks, seks adalah kekuasaan. Inilah yang mungkin sedang menjangkiti Hasyim Asy’ari.

Hal itu berkelindan dengan “Cleopatra Syndrome” atau Sindrom Cleopatra yang kerap menghantui kaum perempuan.

Cleopatra, Ratu Mesir, lahir tahun 69 SM, adalah sosok yang menggunakan seks dan kecantikannya untuk mendapatkan cinta laki-laki agar bisa berkuasa dan memenangi pertarungan politik.

Laki-laki memberikan cinta untuk mendapatkan seks, perempuan memberikan seks untuk mendapatkan cinta. Untungnya, personel perempuan PPLN di Eropa itu tidak terjebak Sindrom Cleopatra, sehingga ia melaporkan peristiwa yang menimpanya ke DKPP.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Petahana Berguguran di Pemilu 2024, Ini Rahasia Sukses MU Bertahan Lima Periode di Senayan

Next Post

Korupsi SYL di Kementerian Pertanian: Pembelian Durian 46 Juta dan Beri Honor Keluarga

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Tanggapan Nasdem Terkait Penetapan Mentan Syahrul Yasin Limpo Menjadi Tersangka Dugaan Korupsi

Korupsi SYL di Kementerian Pertanian: Pembelian Durian 46 Juta dan Beri Honor Keluarga

“DPR Panggil Mendikbudristek Nadiem untuk Rapat Terkait Lonjakan UKT

Komisi X DPR R I Pertanyakan Kemana Larinya Anggaran Pendidikan Rp 665 T?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...