Jakarta, FusilatNews,- “Saya hanya mengatakan bahwa perempuan banyak bicara. Saya dimarahi karena mengatakan yang sebenarnya,” kata Mori di sebuah pesta di Tokyo dengan anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, merujuk pada komentarnya yang mencakup pandangannya tentang kecenderungan perempuan untuk “terlalu banyak bicara. .”
Atas pernyataan tersebut, saat-saat Japan sedang focus dan sibuk mempersiapkan olimpiade tempo lalu, berkaitan dengan pandemic covid 19, akhirnya Mori mengundurkan diri selaku Ketua Olimpiade Jepang, karena pernyataanya tersebut mendapat reaksi didalam dan luar negeri.
Mantan Perdana Menteri Jepang Yoshiro Mori menyatakan ketidak-senangannya, selasa lalu atas reaksi di dalam dan luar negeri terhadap pernyataannya tentang wanita yang membuatnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Olimpiade Tokyo tahun lalu.
“Saya hanya mengatakan bahwa perempuan banyak bicara. Saya dimarahi karena mengatakan yang sebenarnya,” kata Mori di sebuah pesta di Tokyo dengan anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, merujuk pada komentarnya yang mencakup pandangannya tentang kecenderungan perempuan untuk “terlalu banyak bicara. .”
Mantan perdana menteri juga mengatakan, “Dunia menjadi gila karena politisi tidak menceritakan kisah sebenarnya.”
Mori, yang adalah presiden panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, mengatakan pada pertemuan Komite Olimpiade Jepang pada 3 Februari 2021, bahwa memiliki perempuan yang berpartisipasi dalam pertemuan berarti mereka cenderung “berlarut-larut.”
Dia meminta maaf dan mencabut komentar pada hari berikutnya tetapi mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri. Namun, dia dikritik secara luas karena tidak tulus, dan karena komentarnya mendapat reaksi keras dari publik dan sponsor korporat atas permainan tersebut, dia akhirnya mengundurkan diri.
Mori dikenal telah membuat banyak pernyataan kontroversial dimasa lalu.
Ketika dia menjadi perdana menteri antara tahun 2000 dan 2001, dia mengatakan Jepang adalah “negara ilahi” yang berpusat pada kaisar, sebuah pandangan yang bertentangan dengan Konstitusi pascaperang negara itu.
Mengenai komentar dan kritik yang muncul, Mori mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang salah tentang itu. Saya kira ada orang yang ingin menghancurkan saya. Dia pensiun dari politik pada 2012 setelah lebih dari empat dekade sebagai anggota parlemen.
Sumber : Japan Today





















