Ketika PPP turut mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres 24 yang diusung oleh PDIP, dan disambutnya dengan kedua belah tangan terbuka. Lalu apa artinya Koalisi Indonesia Bersatu? Bahkan sampai saat inipun, Golkar dan PAN, belum menyatakan secara resmi mendukung GP usungan PDIP.
“Kalau begini kejadiannya parpol di KIB potensial jalan sendiri-sendiri. Maka KIB sebagai koalisi tertua itu ibarat partai-partai sedang janjian ngopi-ngopi, kongkow-kongkow di mal, berkumpul bersama sekadar menghabiskan waktu senggang terus pulang sendiri-sendiri tanpa ada ikatan dan komitmen jalan bersama,” demikian Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam.
Lebih lanjut dia katakana, “keputusan PPP mengusung Ganjar menunjukkan bahwa KIB jalan sendiri-sendiri”.
Kegamangan datang dari Ketua DPD Golkar Jawa Timur M Sarmuji. Ia angkat bicara soal arah koalisi Partai Golkar di Pilpres 2024. Saat ini semua peluang bergabung koalisi besar dan ikut PDI Perjuangan (PDIP) masih terbuka.
Ditambahkan Sarmuji; “Kalau sekarang belum bisa dipetakan, ya. Kita tidak bisa mendikotomi, bahkan jangan-jangan PDIP pun nantinya masuk koalisi besar. Kita nggak tahu juga kan. Yang penting ada usaha membangun koalisi yang tujuannya melanjutkan apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi,” kata Sarmuji di Surabaya, Kamis (4/5/2023). Menurut Sarmuji Golkar hari ini masih komitmen berada di Koalisi Indonesia Bangkit (KIB). Dia membantah KIB jalan di tempat.
Tetapi keterangan lain, beliau mengunkapkan pesan yang gamblang menyatakan bahwa; “Koordinasi masih jalan. Kalaupun sudah ada yang deklarasi capres (PPP), nggak masalah. Golkar terbuka dengan siapa saja, ini ujungnya masih jauh,” ujarnya.
Sementara itu, sinyalemen bahwa KIB nyaris bubar datang dari Kader PPP. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan komunikasi antara Golkar dan PAN tetap harus terjalin dengan baik. Ia berharap Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) diakhiri dengan baik-baik jika tidak bisa menyepakati sosok capres-cawapres yang mau diusung bersama di Pilpres 2024.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melaporkan gagasan menyatukan Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP dan belakangan PPP bergabung dengan PDIP mengusung Ganjar Pranowo. Golkar kini tengah menggagas koalisi besar untuk menyatukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Sementara tanggapan Jusuf Kalla, mengatakan ide koalisi besar dalam menghadapi Pilpres 2024 bakal membutuhkan usaha keras. JK menyebut tetap akan ada empat atau tiga pasangan calon presiden di Pilpres 2024.
“Ide ini (koalisi besar) bagus tapi pelaksanaan secara riilnya tentu membutuhkan suatu upaya yang keras. Tapi kita lihat kenyataan sekarang bahwa terbentuk arah pandang apakah itu tetap empat atau tiga calon itu akan terjadi,” kata JK.
JK menyebut memang ada upaya membentuk koalisi besar. Namun, ia mengingatkan tak mudah untuk menyatukan semua partai dalam satu koalisi.
“Ini tentu ini ada suatu pikiran tapi dalam praktek politiknya tentu tidak mudah untuk menyatukan semua,” ujarnya.
Saat ini PKB telah menggagas KKIR bersama Gerindra sejak pertengahan tahun lalu. Mereka juga telah menandatangani piagam koalisi namun belum mengusung capres-cawapres.























