Jakarta – Fusilatnews – Prajurit Tentara Nasional Indonesia ( TNI) kini tak hanya menjalankan tugas Pokok dan fungsinya sebagai penjaga Keamanan dan Kedaulatan Nasional tapi juga ada tugas tambahan yaitu tugas mendisiplinkan anak ” bau kencur ” menanam kedelai dan menjaga kantor Kejaksaan Agung.
Dalam beberapa waktu terakhir, TNI dilibatkan dalam beragam bidang kegiòatan di luar militer, mulai dari pendidikan, farmasi, hingga persoalan pertanian.
Apa saja sektor-sektor dalam kehidupan masyarakat yang kini mulai digeluti TNI?
Didik anak nakal
Salah satu yang paling menyorot perhatian adalah keterlibatan TNI mendidik anak-anak “nakal” di Jawa Barat untuk digembleng di barak militer.
Pelibatan TNI ini merupakan ide Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar anak-anak berulang kali melakukan pelanggaran berat dapat digembleng dalam lingkungan militer untuk menanamkan rasa disiplin dan tanggung jawab.
Program ini sudah mulai berjalan sejak awal Mei 2025 meski menimbulkan pro dan kontra di tengah publik.
Tanam kedelai
Keterlibatan TNI dalam sektor pertanian boleh jadi bukanlah hal yang baru, sebab TNI pun sudah dilibatkan dalam sejumlah proyek lumbung pangan atau food estate.
Program ini sudah mulai berjalan sejak awal Mei 2025 meski menimbulkan pro dan kontra di tengah publik.
Urus obat Rencana TNI merambah bidang farmasi diungkap Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Rabu (30/4/2025). TNI akan terlibat lewat laboratorium farmasi yang akan direvitalisasi.
Bidang farmasi ini akan menjadi bagian untuk produksi obat-obatan di dalam negeri.
“Kita juga sudah melakukan revitalisasi laboratorium farmasi yang ada di angkatan menjadi satu pabrik obat pertahanan negara, sehingga nanti produksi obat kita yang akan kita kerjakan,” kata Sjafrie.
Gerebek narkoba TNI yang semestinya menjadi alat pertahanan negara juga ikut ambil bagian dalam penegakan hukum dalam kasus narkotika ketika menggerebak pelaku peredaran narkoba di Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (1/5/2025).
Penggerebekan ini disebut sebagai respons terhadap laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di lokasi tersebut.
Dalam operasi tersebut, TNI menangkap tiga pelaku berinisial S (26), I (23), dan M (25) dari wilayah Kecamatan Woha. TNI juga menyita 32 paket sabu dengan total berat 38,68 gram, tiga unit ponsel, lima dompet, beberapa tas berisi alat penggunaan sabu, uang tunai, serta berbagai barang bukti lain, seperti alat isap, timbangan elektrik, alat suntik, dan senjata tajam berupa pipa kaca serta gunting kecil.
Para tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Polres Bima untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kalau kita melihat ada tindak pidana di depan mata, masa iya kita biarkan? Dalam penanganan awal, tidak apa-apa kita tangkap.
Tapi kalau pelakunya sipil, ya diserahkan kepada kepolisian atau kejaksaan,” kata Yusri di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Jaga Kejaksaan
Teranyar, prajurit TNI bakal ditugaskan untuk menjaga kantor kejaksaan tinggi (kejati) dan kejaksaan negeri (kejari) di seluruh Indonesia.


























