• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Kisruh Beras: Petani Merana, Siapa Pesta Pora?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 8, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


Swasembada pangan, terutama beras, kini kembali menjadi program prioritas nasional. Presiden Prabowo menargetkan capaian itu harus terwujud dalam waktu tiga tahun ke depan. Tentu, bukan perkara mudah. Sebab beras bukan sekadar komoditas pangan—ia adalah komoditas politis dan strategis, yang menyentuh langsung urat nadi ketahanan nasional.

Namun, realitas di lapangan justru membunyikan alarm. Dua tahun terakhir, produksi beras nasional anjlok. Ironisnya, prediksi BPS tahun 2024 menunjukkan penurunan lebih dalam dibanding 2023. Padahal, tahun ini Pemerintah menggenjot produksi dengan semangat menuju swasembada. Jika hasilnya justru menurun, ada yang keliru dalam tata kelola perberasan kita.

Salah satu kebijakan yang menonjol adalah penambahan kuota pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Secara logika, peningkatan pasokan pupuk seharusnya mendongkrak produksi. Namun pertanyaannya: apakah pupuk itu benar-benar sampai ke tangan petani?

Saluran distribusi pupuk selama ini dikenal berbelit dan rawan penyelewengan. Petani kerap mengeluh soal kelangkaan pupuk di lapangan, bahkan di musim tanam krusial sekalipun. Maka tak heran jika program tambahan pupuk belum berbuah hasil nyata.

Pemerintah memang telah menggagas pemangkasan jalur distribusi pupuk, hanya melalui tiga pihak: Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan Gapoktan. Ini langkah yang patut diapresiasi. Namun mengapa baru sekarang? Jika kebijakan ini diterapkan sejak lama, mungkin petani tidak harus selalu menjerit soal pupuk.

Selain itu, pembenahan infrastruktur irigasi juga sedang digarap. Kementerian Pertanian mulai bersinergi dengan Kementerian PUPR memperbaiki jaringan irigasi yang rusak di berbagai daerah. Ini langkah tepat, karena tanpa air, pupuk pun tak ada gunanya.

Jika akar-akar masalah seperti distribusi pupuk dan infrastruktur pertanian bisa diselesaikan, maka target swasembada bisa lebih realistis. Tapi, tantangan tak berhenti di situ. Jika beras melimpah, apakah masyarakat mampu membelinya?

Swasembada beras harus dibarengi dengan meningkatnya daya beli rakyat, khususnya petani. Jangan sampai para petani, setelah panen, justru menjadi “net consumers”—membeli kembali beras yang dulu mereka tanam dengan harga lebih tinggi.

Untuk itu, perlu grand design pencapaian swasembada yang terintegrasi, lengkap dengan roadmap implementasi yang realistis. Di sinilah sinergi Kementerian Pertanian dan Perum Bulog jadi kunci. Bulog harus tampil sebagai offtaker utama, membeli gabah dengan harga wajar langsung dari petani.

Dengan demikian, mafia gabah dan beras bisa dipangkas pengaruhnya. Tapi pertanyaan kritisnya: apakah Bulog siap? Apakah negara hadir sungguh-sungguh di tengah petani, atau hanya menyodorkan retorika?

Swasembada beras bukan sekadar pencitraan politik musiman, tapi cita-cita besar yang menentukan hidup dan matinya bangsa. Bung Karno pun sudah memperingatkan: urusan pangan adalah soal hidup-mati sebuah bangsa.

Maka, jika Presiden Prabowo begitu “ngebet” ingin mencapai swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya, rakyat akan mendukung. Namun dukungan itu harus dibalas dengan keberpihakan nyata terhadap petani, bukan hanya pencapaian angka-angka makro yang meninabobokan.

Karena jika petani terus merugi, dan harga terus dikendalikan oleh segelintir elit pasar, maka yang berpesta pora bukanlah rakyat—tapi para mafia perut bangsa ini.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menabung Didorong Negara, Tapi Rekening Diblokir: Ironi Kasus Ustaz Das’ad

Next Post

Politikus Bergaji Fantastis, Kontribusi Fantasmagoris – Hanya Merobek Luka Rakyat

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Politikus Bergaji Fantastis, Kontribusi Fantasmagoris – Hanya Merobek Luka Rakyat

Politikus Bergaji Fantastis, Kontribusi Fantasmagoris - Hanya Merobek Luka Rakyat

QUO VADIS RECHTSTAAT

QUO VADIS RECHTSTAAT

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...