• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Klarifikasi Drama Matahari Kembar – PSI Itu Representasi Dari Jokowi – Tak Akan Ada Yang Dengar

Ali Syarief by Ali Syarief
April 18, 2025
in Feature, Politik
0
Tanggapan Jokowi Atas Gagalnya Kaesang Nyawagub di Pilgub Jateng
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Sejak awal kemunculannya di panggung politik nasional, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah membangun identitas sebagai partai anak muda, modern, dan progresif. Namun seiring waktu, yang muncul ke permukaan bukanlah gagasan segar atau terobosan ideologis, melainkan ketergantungan akut pada satu figur: Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia. Alih-alih tampil sebagai kekuatan independen yang menyuarakan aspirasi baru, PSI kini menjelma menjadi perpanjangan suara sang mantan presiden. Dan yang lebih menggelikan: semua orang tahu, tapi tak ada yang benar-benar ingin mendengarkan.

Pernyataan Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI, yang menegaskan bahwa Jokowi bukan oposisi dari Presiden Prabowo Subianto, adalah sebuah sinyal terang benderang tentang posisi politik PSI. Ia bahkan seperti sedang membaca ulang skrip lama yang sudah basi: tentang persatuan, tentang tidak adanya politik pecah belah, tentang penghormatan terhadap mantan presiden. Padahal, narasi-narasi ini lebih berfungsi sebagai pembenaran ketimbang penjelasan.

Jokowi bukanlah oposisi, ya tentu saja tidak. Tapi apakah dia sepenuhnya legowo menyerahkan panggung kekuasaan? Di situlah letak ironi dari seluruh drama “matahari kembar”. Dua menteri aktif—Sakti Wahyu Trenggono dan Budi Gunadi Sadikin—secara terbuka masih menyebut Jokowi sebagai bos. Bukan sekadar sapaan basa-basi, tapi simbol relasi kuasa yang masih hidup. Relasi itu bahkan begitu kuat hingga membentuk opini bahwa Jokowi, meski bukan lagi presiden, masih menjadi poros politik yang mengikat loyalitas.

Maka PSI, dalam konteks ini, tak lebih dari corong yang melanggengkan pengaruh Jokowi. Ia bukan partai dengan arah perjuangan sendiri, melainkan satelit politik yang berputar mengelilingi satu figur. Politik PSI adalah politik patronase dalam balutan modernitas. Retorika soal anak muda, reformasi hukum, dan anti-korupsi tak lebih dari kemasan. Isinya tetap saja kultus individu yang nyaris religius terhadap Jokowi.

Yang lebih menyedihkan adalah bagaimana publik tampak letih—bahkan malas—menanggapi semua ini. Drama matahari kembar disambut dengan senyum sinis atau acuh tak acuh. Prabowo sendiri lewat Gerindra sudah menyatakan tidak terganggu. Sementara tokoh-tokoh lain seperti Ganjar Pranowo hanya bisa berkomentar ringan soal pentingnya satu matahari dalam pemerintahan. Di balik itu semua, publik tahu: ini bukan soal etika komunikasi politik semata, tapi tentang siapa yang masih ingin mengendalikan arah pemerintahan tanpa jabatan resmi.

Kita sedang menyaksikan transisi kekuasaan yang cacat. Prabowo yang seharusnya memulai kepemimpinannya dengan lembaran baru justru diwarisi bayangan raksasa bernama Jokowi. Dan PSI—bukannya membantu memperkuat legitimasi Prabowo sebagai pemimpin baru—malah sibuk memperpanjang napas politik Jokowi. Dengan semangat yang nyaris obsesif, PSI memosisikan diri sebagai garda terdepan penjaga warisan Jokowi, bahkan ketika rakyat sudah mulai beranjak dari era itu.

Jadi jika kita bertanya, “PSI itu partai apa sebenarnya?” Jawabannya mungkin bukan partai ide, bukan partai gagasan, dan jelas bukan partai alternatif. PSI adalah refleksi dari Jokowi itu sendiri: populis, penuh simbol, tapi seringkali kosong arah. Dan yang lebih mengenaskan, seperti seseorang yang terus berbicara di tengah keramaian yang tak lagi peduli, mereka tetap melanjutkan ceramahnya. Karena bagi PSI, selama Jokowi adalah matahari, mereka yakin masih punya cahaya untuk disinari—meski tak ada yang benar-benar ingin mendengar.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Basa-Basi yang Menggetarkan Istana

Next Post

Pahami Dulu: Apa Itu Consolidation dalam Dunia Ekspor?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!
Feature

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Feature

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Next Post
Pahami Dulu: Apa Itu Consolidation dalam Dunia Ekspor?

Pahami Dulu: Apa Itu Consolidation dalam Dunia Ekspor?

Durna dalam Bayang Jokowi: Ketika Legitimasi Disembunyikan, Anak Bangsa Bertikai

Durna dalam Bayang Jokowi: Ketika Legitimasi Disembunyikan, Anak Bangsa Bertikai

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist