• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kok Bisa Garuda Copot Ban?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 18, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Kedatangan Perdana Turis ke Bali Dibiayai Kemenparekraf dan Garuda
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Garuda Indonesia, maskapai plat merah dengan sejarah panjang sebagai wajah Indonesia di langit dunia, kembali membuat publik mengelus dada. Bukan karena prestasi atau pencapaian, melainkan akibat insiden yang nyaris mencoreng keselamatan penerbangan: ban pesawat copot saat mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang. Ironis, mengingat Garuda mematok harga tiket yang tergolong paling mahal dibanding maskapai lain, dan melayani rute-rute paling gemuk dalam negeri. Lalu pertanyaannya: kok bisa?

Insiden lepasnya ban depan pesawat tentu bukan perkara sepele. Ini bukan masalah delay karena cuaca, atau bagasi tertukar. Ini menyangkut nyawa. Maka wajar publik mempertanyakan: bagaimana standar perawatan dan pengawasan armada Garuda saat ini? Jika maskapai sekelas Garuda yang notabene flag carrier nasional bisa mengalami kejadian seperti ini, bagaimana dengan maskapai-maskapai lain?

Tentu, insiden ini tidak berdiri sendiri. Ia seperti puncak gunung es dari akumulasi masalah yang membelit Garuda selama bertahun-tahun. Kita tidak bisa membicarakan kualitas tanpa membicarakan fondasi keuangan dan manajemen. Utang Garuda mencapai puluhan triliun rupiah. Dalam beberapa tahun terakhir, Garuda bahkan nyaris bangkrut. Penyelamatan oleh pemerintah lewat skema restrukturisasi utang memang membuatnya tetap bisa terbang, tapi tidak serta-merta memperbaiki cara kerjanya.

Sebagai perusahaan milik negara, Garuda selama ini mengandalkan “jaminan politik” untuk tetap hidup, bukan karena efisiensi atau daya saing. Kultur korporat yang sarat intervensi politik, ditambah manajemen yang kadang lebih loyal pada kekuasaan ketimbang profesionalisme, menjadikan Garuda sebuah perusahaan raksasa dengan kaki lumpuh. Berbagai kasus korupsi di tubuh direksi Garuda—dari penyelundupan motor gede hingga pengadaan pesawat—semakin menegaskan bahwa krisis di tubuh Garuda bukan sekadar finansial, tapi juga moral dan integritas.

Pertanyaannya: kalau harga tiket mahal, rutenya gemuk, tapi performa buruk, uangnya ke mana? Jawabannya rumit tapi jelas: kebocoran, salah urus, dan tidak adanya akuntabilitas yang tegas. Pendapatan besar dari tiket tidak sebanding dengan biaya operasional yang membengkak akibat efisiensi rendah, skema leasing yang merugikan, hingga beban utang yang terus menggunung.

Garuda hari ini hidup dari memori masa lalunya. Kita masih menganggapnya “kebanggaan nasional,” padahal banyak aspek layanannya tidak lebih baik dari maskapai swasta yang lebih murah. Kelelahan kru, perawatan armada yang tidak optimal, dan tekanan untuk tetap terlihat “prima” di tengah kesulitan keuangan justru berisiko menurunkan standar keselamatan.

Maka, insiden ban copot itu bukan cuma soal teknis. Itu cermin dari buruknya manajemen, lemahnya pengawasan, dan kegagalan negara dalam merawat institusi kebanggaannya sendiri. Ini bukan cuma tentang satu ban yang copot. Ini tentang Garuda yang pelan-pelan kehilangan arah, dan bangsa yang terlalu lama menutup mata.

Jika negara sungguh ingin menyelamatkan Garuda, bukan hanya utangnya yang harus direstrukturisasi, tapi juga mentalitas manajemennya yang harus direformasi. Garuda butuh kepemimpinan profesional, bukan loyalis politik. Butuh transparansi, bukan basa-basi di ruang rapat BUMN. Dan yang paling utama: Garuda harus kembali menjadi milik publik, bukan milik segelintir elit yang menjadikannya sapi perah kekuasaan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pesawat Garuda Mengalami Copot Ban Saat Mendarat di Tanjungpinang

Next Post

Basa-Basi yang Menggetarkan Istana

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!
Feature

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Feature

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Next Post
Basa-Basi yang Menggetarkan Istana

Basa-Basi yang Menggetarkan Istana

Tanggapan Jokowi Atas Gagalnya Kaesang Nyawagub di Pilgub Jateng

Klarifikasi Drama Matahari Kembar - PSI Itu Representasi Dari Jokowi - Tak Akan Ada Yang Dengar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist