• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

KPK Menggonggong Kaesang Berlalu

fusilat by fusilat
September 25, 2024
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Jet Pribadi Kaesang: Rp 90 Juta atau Rp 7,5 Miliar? KPK Dibuat Bingung
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024.

Jakarta – Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Demikianlah peribahasa.

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

KPK “menggonggong”, Kaesang berlalu. Demikianlah faktanya.

Ya, semula publik dibuat antusias. Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan, Jumat (20/9/2024), menyatakan, Pimpinan KPK akan mengumumkan hasil telaah fasilitas jet pribadi Kaesang Pangarep, Selasa (24/9/2024) kemarin, apakah termasuk gratifikasi atau tidak.

Faktanya, Ketua Sementara KPK Nawawi Pamolango, Selasa (24/9/2024), justru mempertanyakan siapa yang mau mengumumkan ihwal gratifikasi putra bungsu Presiden Jokowi itu. Nawawi justru melempar balik bola panas gratifikasi Kaesang dengan menyatakan Pahala sendirilah yang akan mengumumkan. Bahkan Nawawi mengelak telah menerima laporan hasil analisis gratifikasi Kaesang itu dari Pahala. Pahala pun urung mendapat “pahala” dari publik. Antiklimaks. Publik pun kecewa.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, Selasa (24/9/2024), beralibi: laporan analisis dugaan gratifikasi Kaesang belum rampung disusun administrasinya. Jika sudah rampung, akan diumumkan segera.

KPK pun seperti menggonggong. Sekadar menggonggong. Tak akan menggigit. Kaesang pun melenggang.

Padahal dibandingkan dengan Pimpinan KPK lainnya yang tersisa, yakni Nurul Ghufron, Alexander Marwata dan Johanis Tanak, Nawawi termasuk yang relatif berani. Lainnya membebek pemerintah.

Ia, misalnya, menyatakan: KPK berwenang mengusut dugaan gratifikasi Kaesang meskipun Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu bukan penyelenggara negara.

Padahal sebelumnya Jubir KPK Tessa Mahardhika menyatakan lembaga antirasuah itu tak berwenang memeriksa Kaesang karena suami Erina Gudono itu bukan penyelenggara negara atau pegawai negeri.

Tessa kemudian mempersilakan Kaesang, dan juga kakak iparnya, Bobby Nasution proaktif melaporkan dugaan gratifikasi mereka ke KPK. Tapi kalau tidak, ya tidak apa-apa.

Kaesang akhirnya datang ke Dewan Pengawas KPK, Selasa (17/9/2024), untuk mengklarifikasi dugaan gratifikasi yang ia sebut sebagai “nebeng” pesawat milik temannya saat bersama istri, Erina Gudono melancong ke Amerika Serikat, 18 Agustus lalu.

Klarifikasi Kaesang itulah yang oleh KPK akan diumumkan statusnya apakah fasilitas jet pribadi itu gratifikasi atau bukan, Selasa (24/9/2024) kemarin, namun batal.

Saat menghadiri sebuah diskusi antikorupsi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2024), Nawawi melontarkan dua pantun yang isinya menyindir Kaesang dan Jokowi.

Sang anak jualan pisang
Si bapak pengusaha terasi
Jangan naik pesawat terbang
Kalau tiketnya dari gratifikasi

Burung pipit burung merpati
Bersiul riang di atas dahan
Jangan mimpi nebeng jet pribadi
Kalau cuma jualan pisang

Demikianlah dua pantun Nawawi. Diketahui, salah satu usaha Kaesang adalah berjualan pisang.

Sekilas, dengan dua pantun itu Nawawi memang seolah gagah berani. Tapi faktanya KPK tak berdaya. Sebab mungkin hanya Nawawi seorang diri yang berani. Pimpinan KPK lainnya tak bernyali.

Akhirnya, apa yang terlontar dari mulut Nawawi pun seakan sekadar gonggongan belaka. Tak akan ada “gigitan” kepada Kaesang yang akan terus berlalu dan melenggang begitu saja.

Begitu pun untuk Bobby Nasution, menantu Jokowi yang menjadi Walikota Medan dan kini maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Diketahui, usai dugaan gratifikasi jet pribadi Kaesang viral di media sosial, isu dugaan gratifikasi jet pribadi dari seorang konglomerat Medan juga menimpa Bobby dan istrinya, Kahiyang Ayu. Bedanya, Kaesang sudah mengklarifikasi ke KPK, sementara Bobby belum.

Alhasil, akankah KPK benar-benar mengumumkan status dugaan gratifikasi jet pribadi Kaesang dan juga Bobby? Lalu seperti apa hasil analisis KPK? Apakah KPK memang sekadar menggonggong sehingga Kaesang dan juga Bobby akan tetap berlalu? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Perpecahan di KPK

Lebih dari itu, silang-sengkarut pernyataan antara Pahala Nainggolan dan Nawawi Pamolango sedikitnya mengindikasikan tiga hal.

Pertama, kurangnya koordinasi antara Pahala dan Nawawi. Pahala seperti “one man show”. Nawawi pun merasa dilangkahi.

Kedua, terjadi perpecahan internal di tubuh KPK, baik antar-sesama Pimpinan KPK atau pun antara Pimpinan KPK dan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK. Bahkan perpecahan itu mungkin sampai ke level penyelidik dan penyidik KPK.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Pimpinan KPK memiliki “hidden agenda” atau agenda terselubung masing-masing.

Juga sudah bukan rahasia lagi bahwa para penyelidik dan penyidik KPK punya loyalitas dengan Pimpinan KPK masing-masing secara individual, bukan loyalitas kepada pimpinan atau lembaga secara kolektif kolegial.

Ketiga, bisa jadi kesimpulan atau hasil analisis dugaan gratifikasi Kaesang tak seperti yang diharapkan Pimpinan KPK, khususnya Nawawi Pamolango. Nawawi pun tak mau ambil risiko!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menhub Klaim Pembangunan Infrastruktur Transportasi Udara Alami Kemajuan Dalam 10 Tahun Terakhir

Next Post

Kiai-kiai Gila Politik

fusilat

fusilat

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Terkait Pertemuan Tokoh Muda NU Dengan Presiden Israel, Yahya Staquf Tuding Organisasi Rahim Catut PB NU

Kiai-kiai Gila Politik

Rano Karno Dikerubuti Warga Saat Kunjungi Pasar Lenteng Agung 

Rano Karno Dikerubuti Warga Saat Kunjungi Pasar Lenteng Agung 

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...