Kalau ada serangan fajar, tolak! Selama masih menerima atau menunggu serangan fajar, pasti pemerintahannya cenderung korup dan tidak akan bersih, jangan bermimpi negara ini memiliki pemimpin yang akan membuat makmur dan adil,
Depok – Fusilatnews – Dalam acara Roadshow Bus Antikorupsi, Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” di Alun-Alun Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (21/5), Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mengajak masyarakat Kota Depok menolak cara-cara politik uang pada pemilu 2024.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron meyakini politik uang dalam pemilu ini akan menghasilkan pemerintahan yang tidak bersih.
Selanjutnya mengingatkan masyarakat soal potensi politik uang atau “serangan fajar” saat momen pemilihan umum (pemilu) 2024.
Ghufron menegaskan , serangan fajar merupakan salah satu praktik buruk yang biasanya dilakukan saat hari pemungutan suara. Di mana ada pemberian amplop berisi uang kepada masyarakat, dengan tujuan agar memilih calon tertentu.
“Kalau ada serangan fajar, tolak! Selama masih menerima atau menunggu serangan fajar, pasti pemerintahannya cenderung korup dan tidak akan bersih. Kalau menentukan dalam memilih karena amplop, jangan bermimpi negara ini memiliki pemimpin yang akan membuat makmur dan adil,” kata Ghufron.
Ghufron memaparkan jika pemimpin terpilih melalui cara politik uang, kualitas pemerintahannya tidak akan baik, bersih, dan tidak akuntabel.
Dalam mencari pemimpin yang adil, bermartabat, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat, maka masyarakat harus memastikan para calon pemimpin itu memiliki integritas dan budaya antikorupsi. Dua poin tersebut, kata dia, menjadi landasan penting untuk menjalankan pemerintahan usai terpilih.
“Kami berharap antikorupsi menjadi budaya bagi pemerintahan dan rakyatnya. Pemimpin yang adil itu tidak menyuap untuk dipilih. Kenapa? Karena kalau dia menang dengan cara itu, maka saat duduk memimpin dia akan minta kembali modalnya,” kata Ghufron.
























