• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kumulatif Kejahatan Jokowi Sejak Walikota Solo, Gubernur Jakata dan Presiden – Dituntuk Rakyat Untuk Diadili

Ali Syarief by Ali Syarief
October 23, 2025
in Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Hadits Dhaif Dijadikan Hujjah: Laporan Jokowi Naik Penyidikan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada sesuatu yang menyesakkan dalam cara Joko Widodo membaca sejarah dirinya sendiri. Ia seolah hidup dalam gelembung kebal kritik, seolah segala pelanggaran etika, penyimpangan hukum, dan manipulasi politik yang ia lakukan selama sepuluh tahun terakhir tak pernah menodai catatan pemerintahannya. Semua dimulai sejak Solo dan Jakarta—dua panggung yang ia tinggalkan sebelum waktunya. Dari situ, tumbuh benih keyakinan: bahwa meninggalkan tanggung jawab di tengah jalan bukan dosa, melainkan taktik.

Ketika Jokowi melengser dari kursi Wali Kota Solo dua tahun sebelum masa jabatannya berakhir, tak banyak suara keras terdengar. Begitu juga saat ia meninggalkan Jakarta tiga tahun lebih awal demi mencalonkan diri sebagai presiden. Rakyat kala itu terpesona oleh citra “orang baik” yang sederhana dan membumi, sementara elite politik menikmati narasi baru yang bisa dijual. Tak ada yang mengoreksi pelanggaran moral kepemimpinan itu—dan dari situlah lahir kesombongan yang kini berbuah bencana politik: keyakinan bahwa hukum dan etika hanyalah ornamen, bukan batas.

Sepuluh tahun berkuasa, Jokowi menanam banyak prasasti fisik—tol, bandara, waduk, dan tentu saja, Ibu Kota Nusantara—tapi juga meninggalkan reruntuhan kepercayaan publik. Ia menjadikan nepotisme sebagai sistem, bukan sekadar tuduhan. Ia menanamkan oligarki dalam tulang punggung negara. Ia memanipulasi lembaga-lembaga negara agar tunduk, dan menutup mata terhadap korupsi yang dilakukan oleh lingkar terdekatnya. Semua itu kini menjadi catatan terbuka, dibicarakan di warung, di media sosial, di ruang-ruang diskusi kampus—bahwa Jokowi bukan sekadar gagal, tapi telah mengkhianati amanah kekuasaan.

Kini, setelah dua periode berlalu, tuntutan itu datang seperti gelombang pasang. Rakyat yang dulu terbuai kini sadar bahwa kesederhanaan bisa jadi topeng yang paling berbahaya. Seruan agar Jokowi diadili bukan lagi wacana pinggiran, tapi gema keadilan yang menuntut dipenuhi. Bukti-bukti telah bertebaran: penyalahgunaan kekuasaan, konflik kepentingan keluarga, pelanggaran prosedur hukum, manipulasi kebijakan, dan praktik KKN yang terang benderang.

Namun, bangsa ini masih terjebak pada struktur kekuasaan yang busuk. Orang-orangnya—antek, kroni, dan penjaga warisan kepentingan—masih bercokol di istana, parlemen, dan lembaga hukum. Mereka yang seharusnya menegakkan keadilan justru menjadi perisai bagi pelaku kejahatan politik. Negara berubah menjadi benteng proteksi bagi mantan penguasa, bukan rumah bagi kebenaran.

Inilah paradoks terbesar era Jokowi: semakin ia ingin dikenang sebagai pemimpin pembangunan, semakin nyata ia dicatat sebagai pengkhianat etika kekuasaan. Dan ketika rakyat mulai menuntut pertanggungjawaban, ia bersembunyi di balik jaringan yang dulu ia bangun sendiri—sebuah ironi tragis tentang pemimpin yang mengira tak akan pernah diadili.

Sejarah memang lambat, tapi ia tidak pelupa. Di balik senyum dan gaya santun seorang mantan presiden, tersimpan tumpukan kebohongan yang siap diurai. Mungkin bukan hari ini, mungkin bukan besok. Tapi setiap kedzaliman punya tanggal kadaluarsa—dan bagi Jokowi, masa kebal hukum itu kini tinggal hitungan waktu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Whoosh: Geopolitik Pantura dan Jerat Utang China yang Mengikat Indonesia

Next Post

SEBAGAI LIQUIDITY PROVIDER DI BURSA EFEK INDONESIA, DANANTARA BERISIKO

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post

SEBAGAI LIQUIDITY PROVIDER DI BURSA EFEK INDONESIA, DANANTARA BERISIKO

Dari Bung Hatta ke Gibran: Menukiknya Kualitas Wakil Presiden Indonesia

Kepuasaan 72% Untuk Gibran - Menghianati Akal Sehat dan Nurani Bangsa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist