• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Science & Cultural

Kusimpan Airmata di Hatiku

Pipiet Senja by Pipiet Senja
August 27, 2022
in Science & Cultural
1
Kusimpan Airmata di Hatiku

(SHUTTERSTOCK/T.Photo)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Pipiet Senja

Umur anakku tiga tahun setengah ketika kisuh-misuh dalam keluarga besarku erjadi.  Adikku En bercerai, anaknya semata wayang dititipkan di Cimahi, diasuh oleh ibuku. Sementara ayahku sakit-sakitan dan menjelang masa purnawirawan.

“Adikmu mau meniti karier dulu. Kasihan, biar dia melupakan perceraiannya,” berkata ayahku. “Di Jakarta anaknya kurang terurus, kita tak bisa mengandalkan seorang pembantu…” Tentu saja aku pun ikut prihatin dengan kondisi adikku. Perceraiannya lebih merupakan hasil jebakan dan puncak intrik yang dilakukan oleh istri tua.

“Apa enak hidup terpisah dengan anak semata wayang?” tanyaku saat mendiskusikan situasi yang kami hadapi. Sama menyandang predikat janda.

“Gaklah, tapi aku kan gak bisa konsen kerja kalau harus sambil urus anak,” kilah En. Dia kelihatan tegar dan siap berjuang mempertahankan anaknya apapun yang terjadi. “Mengapa tidak kita urus bersama saja anak-anak kita ini?” sambungnya.

“Maksudmu?”

“Kalau Teteh mau mengembangkan karier memang harus pindah ke Jakarta,” tegas En. Entah siapa yang memulai, tapi yang jelas kemudian aku dan En menjadi lebih kompak. Sehingga aku memutuskan pindah ke Jakarta, menempati rumah yang terletak di sebelah tempat tinggalnya. Ternyata di situlah aku kembali bertemu ayah anakku. Dia tampak kurus, sekilas kelihatan lebih dewasa dan sangat perhatian terhadap Haekal.

Beberapa kali bertemu, aku mulai mempertimbangkan untuk membuka kesempatan kedua bagi kami bertiga. Karuan keputusanku ini membuat adikku En berang sekali.

“Ya sudah, kalau memang gak mau diurus, biar saja hidup mandiri di luar sana!”

“Gak ada yang gratis di dunia ini!”

“Semuanya harus dibeli dengan perjuangan, air mata dan darah!” Banyak lagi perkataannya yang beraroma kapitalis, hitung-menghitung untung dan rugi. Aku tak meladeninya. Yang terpikirkan olehku saat itu adalah bahwa memang sebaik-baiknya seorang anak hidup dengan kedua orang tuanya.

Aku telah merasakan bagaimana berat dan rumitnya melakoni kehidupan menjanda, menanggung beban itu seorang diri. Bahkan belakangan aku pun harus menanggung beban orang tua, ikut membiayai adik-adik dan membayari utang ibuku kepada rentenir. Beberapa peristiwa urusan sakit dan pengobatanku pun harus kulewati seorang diri, ya, hanya ditemani anakku.

Puncak kekecewaanku adalah saat aku sangat membutuhkan biaya untuk berobat, uang yang kutitipkan kepada ibuku ternyata sama sekali tak bisa kuminta kembali. Sehingga berhari-hari aku harus merasakan kesakitan pada limpa, lemas yang tiada terkira, terkapar seorang diri, hanya ditemani anakku yang masih Balita.

“Baiklah, semuanya terserah kepadamu,” berkata ayahku yang tampak mulai lelah, karena harus beberapa kali keluar-masuk rumah sakit dengan penyakitnya, bagian urologi yang sudah kronis.

Sebelum resmi rujuk, aku membawa anakku pindah ke sebuah rumah sewa milik seorang ulama terpandang di Cibubur. Rumah sewa itu berukuran empat kali lima, sebuah kamar, ruang depan, kamar mandi dan tanpa dapur. Beberapa bulan lamanya, di sinilah kami berdua tinggal.

Suatu malam di musim hujan, pukul dua dinihari tiba-tiba air masuk dari lubang-lubang (baru kusadari keberadaannya) di tembok yang menghalangi kamar dengan rumah sebelah. Aku tersentak karena anakku sudah terbangun lebih dulu, kemudian mengguncang-guncang tanganku.

“Mama, kata orang ada banjir,” bisiknya dengan sorot mata ingin tahu dan penasaran. Samar-samar memang kudengar suara gaduh di luar. Agaknya sungai kecil di belakang kompleks perumahan sewa ini meluap. Aku meloncat dari dipan bertingkat, gegas kunaikkan jagoan kecilku itu ke bagian atas, dan aku berpesan wanti-wanti kepadanya.

“Diam-diam di sini, ya Nak, Cinta…”

“Mama mau ke mana?”

“Mama mau lihat keadaan sebenarnya.””Akhirnya aku tak sempat lagi melihat-lihat, karena air bagaikan bah menerobos masuk, dalam hitungan menit pun sudah melewati paha. Kuselamatkan barang-barang kami yang tak seberapa. Sesungguhnya yang berharga bagiku hanya mesin ketik, baju, sedikit makanan kering dan buku-buku.

“Mama, itu si Mot Monyet! Duh, basah, kasihan!” seru Haekal menunjuk-nunjuk buku favoritnya, serial Mot Monyet yang sudah mengambang di atas permukaan air.

Aku memungut dan memberikannya sambil kubujuk bahwa buku favoritnya pasti bisa diselamatkan. “Kita akan menjemurnya kalau hari sudah terang, ya Nak.”

“Makasih…” gumamnya seraya memandangi gambar Mot Monyet yang mendelong kosong ke arahnya. Aku memalingkan wajah dan mulai berpikir keras untuk sebuah penyelamatan, tanpa harus membekaskan luka dalam jiwanya. Sementara di luar hujan semakin deras, air kian meluap memasuki rumah petak kami.

“Lahaola walla quwwata ila billahi aliyyul adziiim…” Maka kusingsingkan lengan baju dan mulai berjibaku.

“Hujan datang, hujan datang, banjirnya. Tuhan, jangan lama-lama hujannya. Jangan lama-lama banjirnya, kasihani Mama, kasihani Ekal, kasihani kami, duaan!” celoteh anakku.

Bersambung

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerikasaan Perdana Sebagai Tersangka, Putri Candrawathi Ditahan?

Next Post

Kenaikan BBM, Suara Wakil Rakyat atau Wakil Penjahat ?

Pipiet Senja

Pipiet Senja

Related Posts

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?
Feature

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026
Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup
Feature

Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup

May 25, 2026
Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif
Feature

Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif

May 18, 2026
Next Post
Kenaikan BBM, Suara Wakil Rakyat atau Wakil Penjahat ?

Kenaikan BBM, Suara Wakil Rakyat atau Wakil Penjahat ?

Kelirumologi Machiavellisme

Kelirumologi Machiavellisme

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026

MONEY, POWER & BLIND FAITH ADALAH RESEP BENCANA

June 12, 2026
IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...