• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup

Ali Syarief by Ali Syarief
May 25, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup
Share on FacebookShare on Twitter

Di zaman ini, manusia sering mengira ilmu pengetahuan adalah gudang jawaban. Kita diajari bahwa sains adalah angka-angka, rumus-rumus, laboratorium, grafik, serta kepastian yang dibangun di atas data. Kita memandang ilmuwan sebagai manusia yang bertugas mengusir kegelapan, membongkar rahasia, lalu menggantinya dengan terang pengetahuan. Seolah setelah semuanya dijelaskan, maka dunia akan kehilangan keajaibannya.

Padahal sesungguhnya, semakin jauh manusia berjalan menuju pengetahuan, semakin luas pula samudra misteri yang terbentang di hadapannya.

Manusia pertama mungkin menatap langit malam dengan ketakutan. Ia melihat titik-titik cahaya yang menggantung di ruang tanpa tiang, memandang bulan yang muncul dan tenggelam, menyaksikan petir yang menyambar gunung, lalu bertanya dengan tubuh yang gemetar: Apa semua ini?

Pertanyaan itu tampaknya sederhana. Namun dari pertanyaan-pertanyaan kecil itulah lahir peradaban. Dari rasa heran itulah muncul filsafat, agama, seni, dan sains.

Di sinilah letak keindahan yang dipahami Einstein. Bagi dirinya, misteri bukanlah musuh yang harus dibunuh. Misteri justru adalah rahim tempat pengetahuan dilahirkan.

Ia pernah berkata:

“The most beautiful thing we can experience is the mysterious. It is the source of all true art and all science.”

Yang berarti:

“Hal paling indah yang dapat kita alami adalah misteri. Ia adalah sumber dari seluruh seni sejati dan seluruh sains.”

Kalimat itu mengandung kedalaman yang jarang disadari. Einstein tidak mengatakan bahwa yang paling indah adalah jawaban. Ia juga tidak mengatakan bahwa yang paling indah adalah kepastian. Ia justru menunjuk sesuatu yang belum terpecahkan: misteri.

Karena sesungguhnya jawaban sering kali menutup pintu, sedangkan misteri membuka jendela-jendela baru.

Setiap jawaban dalam sains ternyata hanyalah anak tangga menuju pertanyaan berikutnya.

Ketika manusia mengetahui bahwa Bumi mengitari Matahari, ia mulai bertanya: mengapa planet bergerak?

Ketika manusia menemukan gravitasi, muncul pertanyaan: mengapa ruang dan waktu dapat melengkung?

Ketika manusia memahami atom, ia bertanya lagi: apa yang lebih kecil dari itu?

Dan setiap kali manusia merasa hampir tiba di ujung pengetahuan, semesta seperti tersenyum diam-diam, lalu memperlihatkan lorong baru yang belum pernah dipetakan.

Maka sesungguhnya ilmuwan bukanlah pemburu jawaban semata. Ia adalah pengembara misteri.

Einstein bahkan pernah mengatakan:

“He to whom this emotion is a stranger, who can no longer pause to wonder and stand rapt in awe, is as good as dead; his eyes are closed.”

Yang kira-kira berarti:

“Seseorang yang kehilangan rasa takjub, yang tidak lagi berhenti untuk terpesona, sesungguhnya seperti telah mati; matanya telah tertutup.”

Barangkali kematian yang paling sunyi bukanlah ketika jantung berhenti berdetak. Mungkin kematian yang lebih mengerikan adalah ketika manusia berhenti bertanya.

Sebab ketika rasa heran lenyap, hidup berubah menjadi sekadar rutinitas mekanis. Mata masih terbuka, tetapi tak lagi melihat keajaiban. Telinga masih mendengar, tetapi tak lagi menangkap keheningan yang berbicara.

Mungkin itulah sebabnya yang terindah dari sains bukanlah menemukan jawaban akhir, melainkan bergumul dengan yang misterius. Sebab di dalam pergumulan itu manusia sedang mengingat kembali dirinya: makhluk kecil yang berdiri di bawah langit tak berbatas, menatap bintang-bintang dengan mata yang penuh tanya.

Dan selama pertanyaan masih hidup, selama rasa takjub belum mati, barangkali manusia belum benar-benar kehilangan jiwanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Next Post

Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
Operasional Mesin Olah Runtah di Jawa Barat Dihentikan Usai Dikritik Menteri Lingkungan Hidup
Crime

Paradoks MOTAH 65: Ketika Pemerintah Takut Asap Kebakaran, tetapi Membangun Mesin Pembakar Sampah

July 16, 2026
Feature

Sapu yang Bersih Integritas adalah Amanah (Pelajaran Al-Qur’an dan Hadits tentang Penegakan Hukum)

July 16, 2026
Next Post
Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

Ternyata Salah Ucap - Gaji Guru Naik 300 Kali

Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI yang Rusak Criminal Justice System

July 16, 2026
Operasional Mesin Olah Runtah di Jawa Barat Dihentikan Usai Dikritik Menteri Lingkungan Hidup

Paradoks MOTAH 65: Ketika Pemerintah Takut Asap Kebakaran, tetapi Membangun Mesin Pembakar Sampah

July 16, 2026
Kejagung Hina Publik, KPK Harus Ambil Alih Kasus Mantan Jampidsus

Kejagung Hina Publik, KPK Harus Ambil Alih Kasus Mantan Jampidsus

July 16, 2026

Sapu yang Bersih Integritas adalah Amanah (Pelajaran Al-Qur’an dan Hadits tentang Penegakan Hukum)

July 16, 2026
Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

July 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI yang Rusak Criminal Justice System

July 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...