• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 25, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan
Share on FacebookShare on Twitter

Papua di mata Jakarta dan Papua di mata internasional sering kali tampak seperti dua cerita yang berbeda. Jakarta cenderung memandang Papua sebagai persoalan persatuan nasional, pembangunan, dan stabilitas keamanan. Sementara bagi sebagian komunitas internasional, Papua dipandang sebagai persoalan yang jauh lebih kompleks: identitas, hak politik, sejarah, dan hak asasi manusia.

Di atas kertas, posisi Indonesia cukup kuat. Papua diakui sebagai bagian dari Indonesia dan mayoritas negara di dunia tetap mengakui kedaulatan Indonesia atas wilayah tersebut. Tetapi di era modern, legitimasi suatu negara tidak hanya diukur dari pengakuan atas batas wilayah. Dunia juga melihat bagaimana negara memperlakukan masyarakat yang hidup di dalam wilayah itu.

Persoalan besar Papua adalah bahwa ia bukan masyarakat yang homogen. Papua terdiri atas ratusan suku, bahasa, identitas, dan struktur sosial yang berbeda. Ada wilayah pesisir, pegunungan, adat yang beragam, dan kepentingan yang tidak selalu sama. Karena itu, gagasan tentang Papua sebagai satu suara yang utuh juga tidak selalu menggambarkan kenyataan.

Ada warga Papua yang mendukung integrasi dengan Indonesia. Ada yang lebih memilih otonomi yang lebih luas. Ada pula kelompok yang mendukung kemerdekaan penuh. Karena itu, menyatakan bahwa seluruh rakyat Papua menginginkan satu pilihan tertentu akan menjadi penyederhanaan yang berlebihan.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa di tingkat internasional berkembang persepsi bahwa terdapat sebagian masyarakat Papua yang menginginkan hak untuk menentukan nasib sendiri. Persepsi ini muncul melalui berbagai gerakan politik, kampanye internasional, diaspora Papua, dan aktivitas organisasi pro-kemerdekaan yang aktif di luar negeri.

Di sinilah Jakarta sering dinilai melakukan kesalahan membaca situasi. Negara berkali-kali menganggap pembangunan fisik sebagai jawaban utama. Jalan dibangun, bandara dibangun, dana otonomi khusus dinaikkan, infrastruktur diperluas. Tetapi persoalan sosial-politik tidak selalu tunduk pada logika pembangunan.

Jalan dapat menghubungkan wilayah, tetapi belum tentu menghubungkan rasa percaya.

Bahkan sebagian pengamat melihat pendekatan Jakarta kerap terlalu seremonial: datang, meresmikan proyek, mengumumkan angka pembangunan, lalu menganggap masalah telah selesai. Padahal konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun biasanya meninggalkan persoalan psikologis dan historis yang lebih dalam daripada sekadar kekurangan infrastruktur.

Masalah yang lebih sulit lagi adalah soal HAM.

Di tingkat internasional, isu pelanggaran HAM di Papua telah lama menjadi perhatian dan perdebatan. Organisasi hak asasi manusia, akademisi, media internasional, hingga sejumlah badan PBB berulang kali mengangkat laporan mengenai dugaan pembunuhan di luar proses hukum, penghilangan paksa, pembatasan kebebasan berekspresi, dan dampak konflik terhadap masyarakat sipil.

Perlu dibedakan dengan hati-hati: bahwa adanya perhatian internasional tidak otomatis berarti seluruh tuduhan telah terbukti secara hukum. Pemerintah Indonesia juga berkali-kali menolak sebagian tuduhan tersebut dan menyatakan banyak laporan tidak menggambarkan kondisi secara menyeluruh.

Namun dalam politik internasional, opini sering kali bergerak lebih cepat daripada putusan pengadilan.

Ketika suatu isu terus muncul selama bertahun-tahun dalam laporan organisasi HAM, pemberitaan media asing, diskusi akademik, dan forum internasional, maka perlahan ia membentuk persepsi global. Papua hari ini bukan lagi hanya dipersepsikan sebagai wilayah konflik separatis, tetapi juga telah melekat dengan isu HAM di mata banyak pengamat internasional.

Inilah tantangan yang sesungguhnya bagi Jakarta.

Persoalannya bukan sekadar menjaga Papua tetap berada di dalam peta Indonesia. Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan masyarakat Papua merasa menjadi bagian dari Indonesia, bukan sekadar menjadi objek kebijakan Indonesia.

Sebab dalam dunia modern, negara dapat memenangkan perdebatan hukum, tetapi belum tentu memenangkan persepsi dunia. Dan lebih penting lagi, belum tentu memenangkan kepercayaan rakyatnya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS
Feature

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

May 25, 2026
Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama
Economy

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

May 25, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

May 25, 2026
Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

May 25, 2026
Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

May 25, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan

Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan

May 25, 2026
Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Tuduhan Intoleransi: Antara Fakta, Generalisasi, dan Kejujuran Sosial

Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Tuduhan Intoleransi: Antara Fakta, Generalisasi, dan Kejujuran Sosial

May 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

May 25, 2026
Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

May 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...