NEW DELHI, 11 Juli (Reuters) – India akan melampaui China sebagai negara terpadat di dunia pada 2023, dengan hitungab lebih dari 1,4 miliar penduduknya tahun ini, demikian laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada hari Senin, memperingatkan bahwa tingkat kesuburan wanitanya yang tinggi akan pertumbuhan menantang ekonomi.
Populasi dunia, diperkirakan mencapai 8 miliar pada 15 November tahun ini, dapat tumbuh menjadi 8,5 miliar pada 2030, dan 10,4 miliar pada 2100, karena laju kematian melambat, menurut laporan yang dirilis pada Hari Populasi Dunia. Populasi dunia tumbuh pada laju paling lambat sejak 1950, setelah turun di bawah 1% pada tahun 2020, perkiraan PBB menunjukkan.
Pada tahun 2021, rata-rata kesuburan penduduk dunia mencapai 2,3 kelahiran per wanita seumur hidup, setelah turun dari sekitar 5 kelahiran pada tahun 1950. Kesuburan global diproyeksikan menurun lebih jauh menjadi 2,1 kelahiran per wanita pada tahun 2050.
Namun, pertumbuhan populasi adalah pengingat tanggung jawab bersama untuk merawat planet ini dan untuk “merefleksikan di mana kita masih gagal memenuhi komitmen kita satu sama lain,” katanya. PBB lebih lanjut mengatakan lebih dari setengah proyeksi peningkatan populasi global hingga tahun 2050 akan terkonsentrasi di delapan negara – Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Republik Bersatu Tanzania.
Negara-negara Afrika sub-Sahara diperkirakan akan menyumbang lebih dari setengah peningkatan yang diantisipasi hingga tahun 2050. Namun, populasi 61 negara diproyeksikan menurun sebesar 1% atau lebih antara tahun 2022 dan 2050, didorong oleh penurunan kesuburan.
Sumber : Reuters




















