• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Logika Partai yang Tergadai “Wani Piro” – Bila Masih Mengusung Anak Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
October 17, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang ganjil, tapi sekaligus gamblang, dalam politik kita hari ini. Ketika partai-partai besar, dengan sejarah panjang dan infrastruktur politik yang mapan, masih juga berbondong-bondong ingin mengusung anak-anak Jokowi, kita tak perlu jadi semiolog untuk membaca tanda-tandanya. Dalam politik, tanda kerap lebih jujur daripada kata-kata.

Sebab apa lagi yang bisa menjelaskan fenomena ini? Bila ketua umum atau para petinggi partai merasa Gibran dan Kaesang memang lebih cakap, lebih cerdas, atau lebih visioner, maka itu berarti seluruh sistem kaderisasi partai telah gagal total. Artinya, ratusan politisi yang telah berjuang, berkeringat, bahkan mungkin berkorban integritas mereka demi partai, ternyata masih kalah kapasitas dari dua anak muda yang satu tumbuh dalam bayang kekuasaan dan yang satu lagi lahir dari “privilege” jabatan ayahnya.

Tapi tentu saja, penjelasan itu terlalu polos. Di negeri yang logikanya sudah lama dibarter dengan kepentingan, makna paling masuk akal hanyalah satu: wani piro.

“Wani piro” bukan sekadar pertanyaan. Ia adalah idiom politik baru, mata uang dalam transaksi kekuasaan. Ia menggantikan “ideologi”, “visi”, atau bahkan “kaderisasi” dalam kamus partai-partai besar. Dalam konteks ini, kesediaan partai mengusung anak-anak Jokowi bukan karena mereka percaya pada kompetensi, tapi karena mereka tahu siapa yang sedang memegang kunci akses menuju kekuasaan dan sumber daya.

Di situlah semiotikanya. Setiap baliho yang menampilkan wajah Gibran atau Kaesang bersama logo partai tertentu adalah bentuk komunikasi nonverbal yang mengirimkan pesan: partai ini siap tunduk pada jejaring kekuasaan, asal jatah dan proyek tetap mengalir.

Menjadi ketua umum partai hari ini memang bukan urusan gagasan. Ia soal modal. Dan di dunia yang serba transaksional ini, modal harus kembali. Dalam bentuk posisi, proyek, atau sekadar jaminan keberlanjutan kekuasaan. “Balik modal” menjadi mantra politik, bahkan lebih sakral dari ideologi partai itu sendiri.

Partai, yang semestinya menjadi ruang artikulasi aspirasi rakyat, telah bertransformasi menjadi holding company politik. Di dalamnya, saham-saham kepentingan diperjualbelikan. Nama besar dan sejarah panjang partai hanyalah bungkus nostalgia untuk menutupi praktik dagang kuasa yang banal.

Jadi, ketika publik bertanya mengapa partai-partai itu masih mau menempel pada dinasti Jokowi, jawabannya sederhana: bukan karena cinta, bukan pula karena percaya. Tapi karena di balik semua perhitungan elektoral itu, selalu ada satu variabel tak tertulis — harga.

Dan selama politik masih dihitung dengan rumus “wani piro”, demokrasi tak akan pernah jadi proyek moral. Ia hanyalah proyek bisnis, dengan rakyat sebagai investor yang tak pernah menerima dividen.

Pada akhirnya, bahasa politik kita menjadi seperti pasar yang riuh tanpa makna: setiap kata dijajakan, setiap janji ditimbang dengan timbangan laba-rugi. Gramatika nurani kehilangan tempatnya; yang tersisa hanyalah dialek kekuasaan yang kian kasar, kian sarkastik, tapi justru kian laku. Di tengah hiruk-pikuk itu, mungkin hanya ada satu pertanyaan yang pantas diajukan kembali — bukan “wani piro”, melainkan: masih adakah harga untuk kejujuran di republik ini?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

GUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MEMUDAHKAN, MENCEGAH, & MEMBERANTAS KORUPSI

Next Post

Telinga Menteri di Genggaman Rakyat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Telinga Menteri di Genggaman Rakyat

Telinga Menteri di Genggaman Rakyat

Siapa yang Diuntungkan dari Konflik Sunni–Syiah?

Siapa yang Diuntungkan dari Konflik Sunni–Syiah?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...