Fusilatnews – Sejujurnya, dunia ini makin absurd. Bayangkan, ada presiden yang sibuk urusan perang, ada presiden yang sibuk utang negara, ada juga yang hobi bagi-bagi jabatan. Nah, Presiden Prancis Emmanuel Macron lain lagi: dia malah sibuk mengurus perkara apakah istrinya perempuan tulen atau bukan.
Begini kronologinya. Brigitte Macron, istrinya, jadi sasaran gosip kelas internasional. Katanya, dia sebenarnya laki-laki bernama Jean-Michel. Kalau gosip ini beredar di pos ronda, mungkin hanya jadi bahan cekikikan bapak-bapak sambil nyeruput kopi hitam. Tapi karena yang kena gosip itu istri presiden, jadilah ia meledak ke seluruh dunia. Netizen pun menggelar sidang mahkamah agung virtual: membuka foto lama, membandingkan wajah, bahkan ada yang bikin teori konspirasi setebal skripsi.
Macron jelas tak terima. Masa iya presiden republik besar seperti Prancis harus menanggung beban gosip yang mirip-mirip sinetron Indosiar? Maka ia pun mengeluarkan jurus pamungkas: jalur hukum. “Kalau begitu, kami ajukan bukti ilmiah!” katanya. Nah, bayangkan seorang kepala negara yang biasanya pidato tentang NATO, energi hijau, dan krisis iklim, kini malah bicara soal akta kelahiran, foto bayi, sampai bukti kehamilan. Rasanya seperti nonton sidang PBB, tapi isinya membahas: ini foto Brigitte lagi hamil muda, Pak Hakim.
Publik pun terbelah. Ada yang kasihan, ada yang ngakak, ada pula yang bilang: “Lha ngapain sih segitunya? Biarin aja gosip lewat, toh besok ada gosip baru.” Tapi rupanya, buat Macron, ini soal harga diri dan reputasi internasional. Gosip macam ini dianggap racun yang kalau dibiarkan bisa merusak wibawa negara. Kalau di Indonesia, mungkin kita sudah bilang: Pak, rileks saja. Namanya juga netizen, kadang lebih suka debat gender artis ketimbang harga cabai.
Nah, soal bukti ilmiah tadi. Pengacaranya bilang akan mengajukan album foto lengkap: dari bayi, remaja, sampai foto kehamilan. Bahkan kabarnya, Brigitte siap mengeluarkan testimoni dari dokter kandungan. Lengkap dengan catatan: dulu pernah ngidam mangga muda dan rujak petis. Kalau perlu, bisa ditambah bukti sidik jari, golongan darah, sampai rapor SD. Cuma supaya dunia percaya: dia lahir perempuan, tumbuh perempuan, ya perempuan.
Padahal, kalau dipikir, ada cara yang lebih gampang. Misalnya, Brigitte bikin vlog “Tutorial Make-Up ala First Lady”, atau bikin podcast dengan judul “Ngobrol Santai Bersama Perempuan Sejati”. Kelar sudah gosipnya. Tapi karena ini Eropa, semua harus elegan dan lewat jalur hukum. Sementara kita di Asia cuma bisa geleng-geleng kepala: orang sana urusan gosip saja repotnya setengah mati.
Dan jangan lupa, ini terjadi di saat dunia lagi pusing mikirin perang Ukraina, harga energi, krisis pangan, sampai suhu bumi yang makin panas. Eh, presiden Prancis malah menghabiskan waktu untuk membuktikan gender istrinya. Kalau dipikir-pikir, elite politik itu kadang memang hidup di planet lain.
Tapi ya sudahlah. Buat kita rakyat biasa, kasus ini cukup jadi tontonan gratis. Macron tanpa sadar sudah berubah jadi komedian internasional. Lucu tanpa perlu stand-up, menghibur tanpa perlu tiket.
Moral cerita? Hidup itu memang penuh teka-teki. Tapi kalau sudah ada presiden yang harus menunjukkan foto istrinya lagi ngidam sebagai bukti ilmiah di pengadilan, berarti dunia ini memang sahih: lebih absurd daripada lawakan Warkop.


























