• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Makan Bergizi dengan Rp10 Ribu: Solusi atau Ilusi? Batalkan !!!

Ali Syarief by Ali Syarief
December 3, 2024
in Feature, Politik
0
Makan Bergizi dengan Rp10 Ribu: Solusi atau Ilusi? Batalkan !!!
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Prabowo Subianto, dalam masa awal pemerintahannya, meluncurkan program makan bergizi gratis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Namun, keputusan pemerintah untuk menurunkan anggaran per porsi makanan ini dari Rp25 ribu menjadi Rp10 ribu memicu pertanyaan besar: Apakah dengan angka tersebut, kandungan gizi makanan yang disediakan masih layak untuk mendukung kesehatan masyarakat?

Dengan Rp10 ribu, makanan yang bisa disediakan sangat terbatas: sepiring nasi, tahu atau tempe, dan sedikit sayuran sederhana. Angka ini jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, yang memerlukan asupan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral secara seimbang. Sebagai perbandingan, di negara-negara seperti Jepang atau Singapura, uang setara Rp10 ribu hanya cukup untuk membeli camilan kecil atau minuman ringan. Harga makanan bergizi di sana berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per porsi, menunjukkan kesenjangan besar dalam kualitas dan kuantitas makanan yang dapat diakses.

Jika pemerintah tetap memaksakan anggaran Rp10 ribu ini, program makan bergizi gratis berisiko gagal mencapai tujuannya. Program ini bahkan bisa menjadi pemborosan anggaran negara dalam skala besar, terutama karena jumlah penerima manfaat yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Dengan dana triliunan rupiah, hasilnya mungkin tidak signifikan karena kandungan gizinya tidak memadai untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Warisan Pemerintahan Jokowi: Krisis Anggaran dan Kegagalan Perencanaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa anggaran minim untuk program ini adalah cerminan dari krisis fiskal yang diwarisi dari pemerintahan Jokowi. Selama hampir satu dekade, prioritas kebijakan lebih banyak diarahkan pada proyek mercusuar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memakan anggaran besar, tetapi memberikan dampak minimal terhadap kesejahteraan rakyat kecil. Akibatnya, anggaran negara saat ini dalam kondisi darurat, memaksa Presiden Prabowo untuk menyesuaikan visi ambisiusnya dengan keterbatasan yang ada.

Sebagai presiden, Prabowo menghadapi tantangan besar: bagaimana menjaga janji kampanye untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa merusak kredibilitas pemerintah. Jika program ini terus berjalan dengan anggaran yang tidak memadai, kredibilitas pemerintah bisa dipertanyakan. Program makan bergizi gratis yang seharusnya menjadi terobosan besar berpotensi menjadi simbol ketidakefektifan kebijakan baru.

Pentingnya Evaluasi dan Realokasi Anggaran

Untuk memastikan keberhasilan program ini, Presiden Prabowo harus memimpin evaluasi mendalam terhadap efektivitas alokasi anggaran. Program makan bergizi gratis tidak boleh hanya menjadi formalitas atau sekadar memenuhi janji kampanye. Jika memang diperlukan, pemerintah harus berani merealokasi anggaran dari sektor lain yang kurang prioritas ke program ini.

Dengan pengelolaan yang tepat, program ini bisa menjadi tonggak perubahan besar dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Sebaliknya, jika dibiarkan dengan anggaran seadanya, program ini tidak hanya gagal memenuhi tujuan awalnya, tetapi juga mencerminkan lemahnya manajemen fiskal, melanjutkan pola buruk dari pemerintahan sebelumnya.

Sebagai presiden, Prabowo harus menunjukkan keberanian politik untuk menempatkan kebutuhan rakyat di atas segalanya. Hanya dengan langkah-langkah konkret dan prioritas yang tepat, program makan bergizi bisa benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar ilusi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keadaan Darurat Membuat HRS Sementara Waktu Memilih “Berpolitik Praktis-Pragmatis.”

Next Post

Blunder Akut dalam Proyek Bansos “Bantuan Wapres Gibran Rakabuming Raka”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Blunder Akut dalam Proyek Bansos “Bantuan Wapres Gibran Rakabuming Raka”

Blunder Akut dalam Proyek Bansos "Bantuan Wapres Gibran Rakabuming Raka"

TRANSFORMASI LAUT CINA SELATAN II

TRANSFORMASI LAUT CINA SELATAN II

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist