Sebelumnya Gedung Putih itu, walau kecil-mungil, tetapi bersinar kewibawaan. Kini ia coreng moreng oleh vandalism aksara politik ketidak adilan. Salah kaprah. Presiden (si petugas Partai) yang melekat pada dirinya juga sebagai “Kepala Negara” (pemimpim semua pihak), sedang mempertontonkan fragment pelanggaran (Ius, Lex, dan Recht) hukum dan etika keadilan.
Mengapa tidak teguh “berdiri ajeg tegak ditengah”? Siapa-pun yang terpilih jadi Presiden penggantinya kelak, akan tetap respek kepada mantan Presiden yang bermartabat. Pemimpin yang tidak adil, akan dilawan oleh gerakan rakyat. “Membangun aksi Vandalisme Parpol politik di Istana Negara” adalah expresi maksiat perselingkuhan politik yang tidak akan terampunkan.
Tadi malam,2/5, sejumlah ketua umum partai politik pendukung koalisi pemerintah diundang Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Mereka Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Juga hadir Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Jokowi hanya mengundang semua ketum parpol pendukung pemerintah. Karena itu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tidak hadir.
Yang menarik sebenarnya, diantara yang hadir tersebut, ada Prabowo Subiato, yang telah mendeklarasikan sebagai Capres-24 yang akan disusung oleh koalisi Gerindara. Lalu ada Megawati dan Jokowi, yang mengusung Ganjar Pranowo. Sementara Airlangga Hartarto sedang menentukan posisinya, apakah akan bersetubuh dengan Gerindra atau PDIP. Tetapi seperti yang disampaikan beliau bahwa politic is the arts of possibility, tidak mustahil juga akan bersama koalisi perubahan!?. Mardiono juga sedang menuntut pamrihnya dukungan kepada PDIP, untuk menggoalkan jagoannya, Sandiaga Uno, sebagai cawapres Ganjar Pranowo.
Mega meninggalkan istana didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Ia tidak memberi satu kata pun saat menjumpai wartawan. Mega dan Hasto hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke barisan wartawan.
Sementara itu, 10 menit kemudian lima ketum Parpol lainnya bersama-sama menggelar konferensi pers usai pertemuan. Lima ketum parpol sempat berfoto bersama setelah bertemu Presiden Jokowi.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo mengaku mendapat titipan besar dari Jokowi terkait Pilpres 2024.
Prabowo mengatakan pertemuan sekitar tiga jam dengan Jokowi lebih banyak bicara mengenai masa depan Indonesia. Ia menampik anggapan ada pembicaraan mengenai capres-cawapres dengan Jokowi.
“Secara praktis (mengenai Pilpres 2024) tidak. Tadi titipan besar bahwa kita harus rukun, kompak, bisa bekerja sama demi bangsa dan negara,” kata Prabowo.
Prabowo berkata Jokowi banyak bercerita tentang pembangunan Indonesia. Jokowi menyinggung posisi ekonomi Indonesia yang sudah ada di urutan ke-16 dunia.
Prabowo optimistis Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4 dunia. Menurutnya, hal itu bisa terwujud bila semua elemen bangsa kompak.
“Kita sangat mungkin bisa menjadi ekonomi ke-4 terbesar dunia kalau kita pandai memanfaatkan keadaan,” ujarnya. Prabowo juga membantah membahas duet dengan Ganjar Pranowo saat para ketua umum partai koalisi pemerintah bertemu Jokowi.
Ia berkata pertemuan para ketua umum dengan Jokowi tak terlalu banyak membahas politik. Ia menampik ada pembahasan rencana dirinya mendukung Ganjar Pranowo.
“Tadi kita enggak terlalu rinci (membahas soal rencana mendukung Ganjar),” kata Prabowo.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy menyebut pertemuan antara Jokowi dengan ketua umum parpol akan membahas koalisi untuk duet Ganjar-Prabowo.
Romy, sapaan akrabnya, menyebut pertemuan akan digelar tanpa kehadiran Partai NasDem. Pertemuan sekaligus digelar dalam rangka halalbihalal.
“Pertemuan nanti malam yang rencananya dihadiri seluruh ketum-ketum parpol pendukung pemerintah minus NasDem, berpotensi mewujudkan koalisi besar dengan formasi Ganjar-Prabowo sebagai capres-cawapres,” kata Romy melalui keterangan tertulis, Selasa (2/5).
Alasan NasDem absen
Prabowo juga memberikan tanggapan mengenai alasan Surya Paloh maupun perwakilan Partai NasDem tak hadir.
Menurutnya, saat ini Paloh sedang berada di luar negeri sehingga berhalangan hadir. Ia juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan NasDem tak bergabung dalam pertemuan tersebut. “Sedang di luar negeri. Sedang di luar negeri,” ujar Prabowo singkat.
Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem Charles Meikyansyah menyebut partainya tidak menerima undangan pertemuan partai koalisi pemerintah dengan Presiden Jokowi.
Ia memastikan tak ada undangan terkait pertemuan itu yang ditujukan kepada ketua umum maupun sekretaris jenderal. Padahal, dia menjamin NasDem bakal hadir jika menerima undangan.























