• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Mandi Lumpur” dan Dehumanisasi Sosial Masyarakat Digital

fusilat by fusilat
February 2, 2023
in Feature
0
“Mandi Lumpur” dan Dehumanisasi Sosial Masyarakat Digital

dok.Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Iqbal Khatami

Jakarta – Baru-baru ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan akan segera menyurati pemerintah daerah untuk menindak fenomena “pengemis online” di media sosial TikTok. Bagi para pengguna TikTok, mungkin tidak asing dengan fenomena tersebut. Tidak jarang, konten live TikTok yang lewat di For Your Page (FYP) kita memperlihatkan orang-orang yang sedang mandi lumpur, tidur di lantai kamar mandi, menyiram diri dengan air, dan lain sebagainya.

Akhir-akhir ini juga banyak pengguna TikTok yang resah dan mengulas fenomena ini di berbagai media sosial. Misalnya yang viral adalah adanya live yang memperlihatkan seorang nenek-nenek dan juga ibu-ibu sedang mandi lumpur dan mengguyur badannya dengan air, sembari mengucapkan terima kasih ketika ada penonton yang memberikan gift yang dapat dikonversi menjadi uang. Banyak pihak menduga penggunaan perempuan berusia lanjut ini agar dapat menarik iba penonton. Bahkan ada pula live yang mengeksploitasi anak kecil untuk mengemis gift. Tidak heran banyak juga pihak yang menduga hal ini dimobilisasi oleh sindikat tertentu.

Di awal, saya pribadi juga heran dengan fenomena tersebut, dan mempertanyakan mengapa orang-orang yang melakukan hal tersebut sangat banyak. Ternyata, TikTok dapat menjadi ladang pencaharian melalui fitur kirim mengirim gift yang diberikan oleh penonton. Misalnya saja, gift termurah adalah emoticon kiss yang bernilai 150 koin, dan yang terbesar adalah TikTok Universe senilai 34999 koin, di mana harga tukar satu koin adalah Rp 250.

Menjadi pertanyaan tersendiri pula mengapa sangat banyak orang-orang di TikTok yang mau memberikan gift ke konten-konten yang hanya menjual rasa iba dan manajemen kesan untuk mendapatkan simpati. Hal yang perlu menjadi perhatian, apakah kemudian gift tersebut diberikan kepada orang yang tepat?

Menciptakan Peluang

Tingginya rasa kedermawanan orang-orang dan juga adanya tuntutan ekonomi seseorang bisa jadi menjadi salah satu alasan mengapa platform digital dapat menciptakan peluang untuk melakukan “ngemis online”. Tentu saja menjadi ironi ketika transformasi digital yang digadang akan menjadi solusi atas beragam masalah sosial justru menjadi paradoks dalam perkembangan masyarakat digital.

Selaras dengan apa yang diutarakan Christian Fuchs (2019) bahwa kehadiran teknologi digital selain menawarkan bentuk komunitas baru, juga mendorong perkembangan budaya partisipasi masyarakat di ruang digital yang lebih aktif dan adaptif. Selaras juga dengan yang diistilahkan oleh Marshall McLuhan sebagai desa global, di mana hambatan ruang dan waktu menjadi ringkas dan menghubungkan jaringan sebagai modalitas. Meskipun pada kenyataannya, masyarakat dihadapkan dengan banyak dilema.

Memang bukan hal yang mudah keluar dari dilema tersebut. Tantangan utamanya, bagaimana merumuskan format yang tepat sebagai jawaban atas kompleksnya berbagai persoalan yang terjadi di tengah perkembangan masyarakat digital. Pada landasannya, aspek etika dan humanitas seharusnya dapat digunakan. Tentu tantangannya adalah mengadaptasikannya pada derasnya arus informasi dan transformasi yang terjadi dari waktu ke waktu.

Dehumanisasi Sosial

Di samping berbagai kemudahan yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi informasi, aspek etika dan humanisme tampaknya masih terpaut jauh dari ekspektasi. Fenomena pengemis online menjadi gambaran dehumanisasi sosial sebagai implikasi dari adanya paradoks digital.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa integrasi internet ke dalam kehidupan masyarakat juga menuntut masyarakat membentuk identitas baru di dunia digital. Inilah yang menyebabkan adanya peralihan sistem sosial budaya ke dalam dunia digital, yang di dalamnya ternyata memuat permasalahan di dunia riil, salah satunya pengemis.

Situasi paradoksal akibat pesatnya perkembangan masyarakat digital akhirnya mendorong perubahan yang radikal dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah ekonomi. Fitur live TikTok sebenarnya juga banyak digunakan secara positif, misalnya saja melakukan pertunjukan kesenian dengan timbal balik pemberian gift oleh penonton yang berkenan, atau menjajakan dagangan melalui live dan ditambahkan dengan menyematkan tautan TikTok Shop atau yang dikenal dengan ‘keranjang kuning’. Hal ini seyogianya dapat dipandang menjadi suatu hal yang positif di mana TikTok memfasilitasi ekspresi positif pengguna.

Namun, sebagaimana sebuah paradoksal, peluang ini dibaca berbeda oleh sebagian orang. Fenomena pengemis online hanya satu dari sekian banyak paradoks pada perkembangan masyarakat digital, sehingga memastikan arah transformasi ini berjalan sesuai koridor bukanlah sesuatu yang mudah. Maka bukan hal yang omong kosong ketika Anthony Giddens (2005) mengatakan transformasi digital sebagai mesin raksasa yang akan merusak berbagai sendi kehidupan manusia.

Fenomena pengemis online menjadi hal yang menjatuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Dampak yang demikian memang seharusnya menjadi perhatian bersama antarpihak, salah duanya adalah pemerintah dan perusahaan platform. Bagi pemerintah, penting untuk bisa memahami fenomena tersebut agar dapat mengambil tindakan yang sesuai kepada akun-akun yang melanggar hukum, misalnya melakukan live dengan mengeksploitasi orang tua.

Lalu, bagi platform penyedia layanan dalam hal ini TikTok juga wajib memperketat swaregulasinya terutama untuk mencegah bentuk-bentuk tindakan melanggar hukum dalam penggunaan fiturnya. Teknologi seyogianya dapat dipergunakan untuk kemaslahatan manusia. Tetap semuanya akan tergantung pada bagaimana manusia mengontrol perkembangan teknologi itu sendiri.

Muhammad Iqbal Khatami, Peneliti.

Dikutip dari detik.com, Rabu 1 Februari 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dongeng Rakyat Rusia Mahakarya Leo Tolstoi

Next Post

Gerakan NU untuk Peradaban Kemanusiaan

fusilat

fusilat

Related Posts

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Next Post
Gerakan NU untuk Peradaban Kemanusiaan

Gerakan NU untuk Peradaban Kemanusiaan

INISIATIF SIAPA PERTEMUAN JOKOWI DAN ELON MUSK?

Apa Yang Dijanjikkan Presiden Jokowi Kepada Elon Musk Bila Tesla berinvestasi di Indonesia?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist