• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Manipulatif : Era Jokowi Tingkat Kepuasan Publik Tinggi – Ternyata Ilusi Keberhasilan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 30, 2025
in Birokrasi, Feature, Layanan Publik
0
Banjir Terjang Lima Kecamatan di Kabupaten Tangerang, Ratusan Rumah Terendam Air
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam berbagai survei, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan sering kali menjadi tolok ukur keberhasilan seorang pemimpin. Namun, apakah kepuasan ini benar-benar mencerminkan kualitas kinerja pemerintahan? Mari kita tinjau kasus Presiden Jokowi yang selama lima tahun terakhir memiliki tingkat kepuasan berkisar di angka 70%, serta Prabowo Subianto yang bahkan mencapai 80% dalam 100 hari sebagai presiden. Dengan angka setinggi itu, seharusnya ada perbaikan nyata dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, mari kita uji sejauh mana kepuasan tersebut mencerminkan realitas yang ada.

1. Apakah Ekonomi Kita Membaik?

Jika kepuasan publik mencerminkan kesejahteraan ekonomi, maka kita harus melihat indikator utama seperti pertumbuhan ekonomi, ketimpangan, dan daya beli masyarakat. Nyatanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stagnan di angka 5%, dengan defisit perdagangan yang terus membayangi. Sementara itu, utang negara meningkat signifikan, dan ketergantungan terhadap investasi asing semakin besar. Kepuasan publik yang tinggi tidak otomatis berarti ekonomi yang lebih kuat.

2. Bagaimana dengan Penegakan Hukum?

Hukum seharusnya menjadi pilar utama dalam pemerintahan yang efektif. Namun, di era kepuasan 70% terhadap Jokowi, kita menyaksikan berbagai kasus yang menunjukkan lemahnya supremasi hukum. Kasus-kasus korupsi sering kali hanya menjerat pihak-pihak yang tidak memiliki kekuatan politik, sementara yang memiliki koneksi kuat sering kali lolos dari jerat hukum. Kepolisian, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum, justru kerap disorot karena tindakan yang kontroversial.

3. Apakah Perlindungan Hak Asasi Manusia Membaik?

Seharusnya, kepuasan publik yang tinggi sejalan dengan peningkatan perlindungan hak asasi manusia. Namun, realitasnya, kebebasan berekspresi justru semakin tergerus. Kritik terhadap pemerintah sering kali berujung pada ancaman hukum, baik melalui UU ITE maupun kriminalisasi terhadap aktivis. Demonstrasi damai pun sering kali berakhir dengan tindakan represif dari aparat.

4. Apakah Kebebasan Berpendapat Makin Terjamin?

Di era digital, kebebasan berpendapat seharusnya lebih terlindungi. Namun, dengan berbagai kebijakan yang membatasi akses informasi, masyarakat justru semakin takut untuk menyuarakan pendapatnya. Narasi yang berseberangan dengan pemerintah cenderung diserang, baik melalui buzzer maupun tindakan hukum. Apakah kepuasan publik benar-benar mencerminkan peningkatan demokrasi?

5. Apakah Polisi Makin Profesional?

Dalam banyak kasus, kepolisian justru menjadi alat kekuasaan daripada penegak keadilan. Kasus-kasus pelanggaran etik dan hukum oleh aparat kerap mencoreng institusi ini. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana mungkin kepuasan terhadap pemerintahan bisa tinggi jika aparat yang seharusnya melindungi masyarakat malah menjadi momok bagi sebagian besar rakyat?

6. Apakah Kesenjangan Kaya-Miskin Makin Mengecil?

Data menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi masih menjadi masalah besar di Indonesia. Sementara sebagian kecil elite menikmati kekayaan luar biasa, masyarakat kelas bawah masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Jika kepuasan publik benar-benar bermakna, seharusnya angka kemiskinan berkurang secara signifikan, bukan sekadar permainan statistik.

7. Apakah Dinasti Politik Berkurang?

Salah satu indikator demokrasi yang sehat adalah berkurangnya praktik dinasti politik. Namun, di era kepuasan 70% terhadap Jokowi, justru dinasti politik semakin mengakar. Jabatan-jabatan strategis semakin banyak diisi oleh orang-orang yang memiliki hubungan keluarga dengan elite politik. Keadaan ini tidak hanya mencerminkan kemunduran demokrasi, tetapi juga membahayakan masa depan bangsa.

Studi Kasus: Pagar Bambu di Laut

Salah satu contoh nyata dari buruknya tata kelola pemerintahan adalah kasus “pagar bambu di laut.” Butuh berbulan-bulan bagi pemerintah hanya untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar tersebut. Kasus ini bukan sekadar soal bambu di laut, tetapi gambaran bagaimana birokrasi yang tidak efisien dan kurangnya akuntabilitas menyebabkan masalah kecil pun bisa menjadi rumit. Jika dalam hal sesederhana ini pemerintah kewalahan, bagaimana bisa kita percaya bahwa sistem pemerintahan kita benar-benar bekerja dengan baik?

Kesimpulan: Kepuasan Tidak Sama dengan Kemajuan

Dari berbagai indikator di atas, tampak jelas bahwa kepuasan publik tidak selalu mencerminkan keberhasilan kinerja pemerintahan. Angka kepuasan yang tinggi bisa jadi merupakan hasil dari narasi yang dibangun oleh media dan propaganda politik, bukan cerminan dari kondisi riil. Jika kepuasan tinggi tidak menghasilkan ekonomi yang lebih baik, hukum yang lebih adil, demokrasi yang lebih kuat, dan pemerintahan yang lebih transparan, maka apa sebenarnya arti dari kepuasan itu bagi bangsa ini?

Maka, pertanyaan kritis yang harus diajukan: Apakah kita akan terus puas dengan ilusi keberhasilan, atau mulai menuntut pemerintahan yang benar-benar bekerja untuk rakyat?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dr. Tifa Berang: “Gerombolan Ternak Kodok Membela Kezaliman!”

Next Post

Raffi Ahmad Tanggapi Usulan Pejabat Naik Kendaraan Umum: ‘Saya Selalu Naik Transportasi Umum’

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Rafi Ahmad Tolak Tudingan Terlibat Dalam Skandal Pencucian Uang

Raffi Ahmad Tanggapi Usulan Pejabat Naik Kendaraan Umum: 'Saya Selalu Naik Transportasi Umum'

Rombongan HIMPAUDI Penajam Paser Utara Bertolak ke Makassar untuk Kaji Tiru di KB IT Darul Fikri

Rombongan HIMPAUDI Penajam Paser Utara Bertolak ke Makassar untuk Kaji Tiru di KB IT Darul Fikri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist