Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mendukung langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengungkap fakta-fakta baru terkait kasus dugaan suap ekspor minyak goreng.
“Ya saya ada informasi menyampaikan ke saya bahwa dia memberikan sinyalemen ya, menduga bahwa sebagian dari kelangkaan minyak goreng dan kemudian harganya dibikin mahal dan mereka mengutamakan ekspor karena kebutuhan fundraising. Untuk memelihara dan menunda pemilu itu,” kata Masinton Pasaribu kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/4/2022). Dikutip detik.com
Masinton Pasaribu mencurigai bahwa korporasi yang mendukung perpanjangan jabatan Jokowi 3 periode, terlibat dalam korupsi penyuapan ekspor minyak minyak goreng.
“Korporasi besar perusahaan sawit yang ikut memobilisasi dukungan perpanjangan jabatan presiden 3 periode harus diberi sanksi!! Selain berkontribusi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. Juga ikut berpartisipasi melawan konstitusi,” kata akun Twitter @Masinton pada Minggu 24 April 2022.
Lebih lanjut ia mengaitkan deklarasi dukungan terhadap ide ‘wacana 3 periode’ yang dilontarkan sejumlah petani plasma. Mereka, kata Masinton, disebut sebagai binaan korporasi besar yang berkaitan dengan produksi minyak sawit mentah atau CPO.
Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan itu kemudian mengatakan akibat korupsi minyak goreng, masyarakat mengalami kelangkaan dan harganya di pasar pun melonjak.
























