• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

MBG di Daerah 3T: Antara Janji Kesejahteraan dan Ancaman Pemborosan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 11, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tidak ada yang salah dengan mimpi besar. Bahkan bangsa ini membutuhkan mimpi besar untuk keluar dari perangkap ketertinggalan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas sebagai kebijakan unggulan pemerintahan baru membawa harapan memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di atas kertas, gagasan ini tampak nyaris tanpa cela: memberi makanan sehat, menekan stunting, dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Namun, dalam praktik kebijakan publik, niat baik seringkali menjadi pintu masuk bagi problem lama: tata kelola yang kabur, perencanaan yang tergesa, dan akuntabilitas yang samar. Laporan Tempo tentang proyek MBG di daerah 3T mengonfirmasi kekhawatiran itu. Program yang diklaim sebagai investasi masa depan generasi bangsa justru mulai menimbulkan pertanyaan mendasar: siapa mengelola, bagaimana mekanisme pengawasan, dan ke mana aliran anggaran bermuara?

Di wilayah 3T, tantangan bukan sekadar menyediakan makanan. Infrastruktur dasar terbatas, rantai pasok pangan rapuh, tenaga pelaksana minim, dan biaya logistik tinggi. Ketika pemerintah memaksakan pembangunan dapur-dapur MBG tanpa kesiapan ekosistem lokal, program berisiko menjadi proyek fisik semata—bangunan berdiri, tetapi pasokan tidak berkelanjutan. Di titik ini, MBG bisa berubah dari program gizi menjadi monumen kebijakan yang gagal membaca realitas lapangan.

Lebih mengkhawatirkan, kritik publik mengenai ketertutupan pengelolaan anggaran tidak dijawab dengan transparansi, melainkan dengan retorika normatif: bahwa semua demi rakyat. Padahal justru karena demi rakyat, setiap rupiah dana publik wajib terbuka. Dorongan sebagian anggota parlemen agar BPK melakukan audit seharusnya disambut, bukan dianggap ancaman. Dalam negara demokrasi, audit bukan bentuk kecurigaan, tetapi alat menjaga kepercayaan.

Ada pula persoalan prioritas fiskal. Ketika anggaran sektor kesehatan dan pendidikan direalokasi demi MBG, publik berhak bertanya: apakah solusi gizi bisa dipisahkan dari sistem kesehatan yang kuat? Memberi makan anak hari ini tidak akan cukup jika layanan kesehatan ibu dan anak tetap rapuh. Program besar tidak boleh menggerus fondasi layanan dasar lain.

Namun, kritik terhadap MBG bukan berarti menolak gagasan pemenuhan gizi. Yang dipersoalkan adalah cara. Jika pemerintah serius, MBG seharusnya dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan pangan lokal: menyerap hasil petani setempat, melibatkan koperasi desa, memperkuat pasar komunitas. Dengan begitu, program tidak sekadar memberi makan, tetapi menciptakan kemandirian ekonomi daerah 3T.

Di sinilah pertaruhan kebijakan ini. Apakah MBG akan menjadi lompatan peradaban—memutus rantai ketertinggalan gizi dan ekonomi desa? Ataukah ia akan tercatat sebagai proyek raksasa yang menyedot anggaran tanpa dampak struktural?

Jawabannya terletak pada satu kata kunci: tata kelola. Tanpa transparansi, partisipasi lokal, dan pengawasan ketat, MBG akan mengulang pola lama: program populis yang indah di pidato, rapuh di pelaksanaan.

Rakyat di daerah 3T tidak membutuhkan sekadar makanan gratis. Mereka membutuhkan kehadiran negara yang cerdas, jujur, dan konsisten. Jika MBG gagal memenuhi itu, maka ia bukan hanya gagal memberi makan—tetapi gagal merawat kepercayaan publik.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KRITIK UTAMA TERHADAP KUHP BARU (UU No. 1 Tahun 2023)

Next Post

Pidato Megawati, Rocky Gerung, dan Politik yang Melampaui Praktik Kekuasaan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai
Feature

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Next Post
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Pidato Megawati, Rocky Gerung, dan Politik yang Melampaui Praktik Kekuasaan

“DEMURRAGE” BERAS BULOG

2026: Jangan Terperosok Lagi ke Jebakan Impor Beras!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI 2026: ANTARA JANJI SWASEMBADA DAN REALITAS DI SAWAH

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist