• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mei, Bulan Soeharto Kehilangan Mandat dari Langit

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 6, 2023
in Feature, Politik
0
Tahapan Pemilu Tertunda: Indonesia Siap-siap Menyambut Sidang Rakyat?
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Joseph Osdar, Kolumnis

Jakarta – Bulan Mei, adalah simbol rontoknya puncak gunung sistem pemerintahan otoritarian Orde Baru. Ini ditandai dengan lengsernya Soeharto dari tahta kepresidenan. Ia sendiri yang mengumumkan lengser itu di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 Mei 1998.

Banyak kisah diceritakan orang tentang peristiwa bersejarah ini sampai saat kini dan mungkin hingga entah kapan. Sabtu, 25 Frebuari 2023, keluarga almarhum Harmoko meluncurkan buku berjudul “Bersama Rakyat ke Gerbang Reformasi -Autobiografi Harmoko.”

Koordinator penerbitan buku setebal 640 halaman ini adalah putera bungsu almarhum Harmoko, Azisoko (Dimas) Harmoko yang kini memimpin surat kabar Pos Kota, Jakarta. Dalam buku ini Harmoko, antara lain berkisah tentang seruannya agar Soeharto mundur. Ini cukup banyak dibahas orang sampai saat ini.

Pada masa menjelang Soeharto lengser sampai masa awal pemerintahan Presiden BJ Habibie, Harmoko adalah Ketua Umum Golongan Karya dan Ketua MPR/DPR. Saya membaca buku ini, karena di halaman 469 almarhum Bung Harmoko menyebut nama saya. Ketika para pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi berunding untuk bertemu Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta, pada Kamis, 14 Mei 1998, berita saya saat itu menjadi acuan utama.

“Ada dua materi pokok yang hendak kami konsultasikan (dengan Soeharto). Pertama tentang pernyataan di Kairo, Mesir, yang menyatakan Soeharto siap mundur. Kedua, tentang reformasi total, keinginan Soeharto mundur dan Sidang Istimewa MPR. Tentang materi pertama, kami mendasarkan pada pernyataan Presiden (saat itu) Soeharto sendiri. Ini antara lain saya baca dari pemberitaan Kompas edisi 14 Mei 1998, pada halaman pertama yang berjudul :’Kalau Rakyat Tak Menghendaki, Presiden Siap Mundur’.

Wartawan Kompas, J.Osdar menulis, pernyataan tersebut disampaikan Presiden Soeharto di depan masyarakat Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia di Kairo, terletak di tepi Sungai Nil, pada 13 Mei malam sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB.”

Demikian salah satu catatan harian Harmoko yang dibukukan oleh keluarga almarhum. Sebelum lengser, Soeharto ke Kairo. Saya ikut dalam rombongan Soeharto. Ketika akan berangkat ke Kairo pada Sabtu pagi, 9 Mei 1998, banyak orang mengatakan kepada saya sambil berolok-olok, “apakah kalian bisa kembali ke Indonesia?”

Banyak yang sudah merasa yakin Soeharto akan jatuh. Namun Soeharto saat itu masih yakin akan bisa memperpanjang kekuasaannya. Ia juga bilang tidak masalah bila harus mundur. Namun banyak orang melihat pernyataan itu hanya kamuflase. Ia tetap bertingkah untuk berkuasa. Antara kata dan perbuatan sangat beda. Namun gaya untuk memperpanjang kekuasaan cukup canggih, tidak bodoh seperti, misalnya, melantunkan lagu konyol “data besar” (big data).

Dalam bukunya, Harmoko juga bercerita, beberapa hari sebelum keberangkatan Soeharto ke Kairo, adik Soeharto, Probosutejo menemui Harmoko. Probo minta Harmoko memberitahu kepada Soeharto agar tidak usah berangkat ke Kairo karena situasi di Indonesia sangat gawat.

Harmoko sempat tanya pada Probo mengapa sebagai adik tidak melakukan sendiri hal itu ke Soeharto. Probo bilang sudah meminta Soeharto tidak usah ke Kairo. Tapi nyatanya Soeharto tetap membandel pada rencananya.

Dua hari sebelum keberangkatan ke Kairo, Kamis 7 Mei 1998, Harmoko menemui Soeharto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta. Harmoko minta agar Soeharto tidak usah ke Kairo untuk hadiri KTT G-15. “Belum selesai saya bicara, Pak Harto sudah memotong. ‘Tidak. Saya tetap ingin mengikuti KTT G-15. Keamanan di tanah air terkontrol. Saya akan pergi, ini penting.’ Begitu kata Soeharto,” demikian tulis Harmoko di halaman 470.

Penulis buku “Biografi Gus Dur”, (cetakan pertama tahun 2003), Greg Barton dari Australia antara lain menuliskan di halaman 292, seperti berikut. “Kalau kita ingat lagi sekarang, tampaknya aneh bahwa Soeharto saat itu memilih untuk menghadiri pertemuan puncak ekonomi di Kairo. Kepergiannya ke luar negeri waktu itu memang aneh. Jelas Soeharto sendiri tidak merasa bahwa dirinya terancam, dan barangkali dia punya alasan sendiri mengapa begitu percaya diri,” demikian tulis Greg Barton.

Di bawah subjudul “Soeharto kehilangan mandat langit”, Greg Barton juga menuliskan, pada waktu yang sama Soeharto kelihatannya makin bertindak kurang rasional saat itu. Greg Barton membuka tulisannya tentang Soeharto kehilangan mandat langit, dengan mengatakan, dalam literatur Asia Tenggara tradisional, keadaan alam sering kali dikaitkan dengan kekuasaan penguasa. “Oleh karena itu kegagalan dalam alam, ketidak-seimbangan alam atau serangkaian bencana, menunjukan bahwa terdapat masalah dengan sang pemimpin. Hal ini yang ditafsirkan oleh banyak orang Indonesia ketika bencana menimpa mereka pada tahun 1997,” demikian tulis Greg Barton, salah satu sahabat Gus Dur itu.

“Waktu itu kemarau terpanjang sejak kemerdekaan, melanda negeri. Ketiadaan hujan menyebabkan gagal panen dan sejumlah tempat yang biasanya tak mengenal kelaparan, beribu-ribu orang menderita kurang makan. Ketiadaan hujan bukan hanya menghancurkan tanam-tanaman, tapi juga menimbulkan kebakaran hutan……,” lanjut Greg Barton tentang jelang Soeharto lengser.

Kembali ke buku Harmoko. Almarhum juga menyampaikan apoligianya atas tuduhan berbagai pihak bahwa dia mengkhianati Soeharto seperti Brutus menikam Julius Caesar (sejarah kuno Romawi) ketika menyerukan keputusan para pimpinan DPR agar Soeharto mundur pada Senin sore, 18 Mei 1998. Padahal sebelumnya, Harmoko telah mengumumkan keputusan Golkar tentang pencalonan kembali Soeharto untuk ketujuh kalinya (1998-2003).

Menurut Harmoko, keputusan Golkar mencalonkan kembali Soeharto sebenarnya untuk memenuhi sinyal-sinyal yang ada bahwa Soeharto sebenarnya tetap ingin berkuasa. Selain itu sebelum menyerukan agar Soerharto agar mundur secara terbuka, Harmoko bersama para pimpinan DPR dan fraksi-fraksi di DPR telah menyampaikan terlebih dahulu ke Soeharto. Katanya, saat itu Soeharto mengatakan, hal itu terserah kepada DPR.

Tapi apa pun yang terjadi saat itu, akhirnya Soeharto lengser. Alam semesta sudah menarik mandatnya untuk berkuasa. Greg Barton pun memberi catatan yang saat ini tetap harus kita renungkan. “Harus ditekankan bahwa dalam banyak hal yang penting, rezim Soeharto tetap hidup dalam waktu yang lama setelah Soeharto lengser,” tulis Greg Barton dalam bukunya “Biografi Gus Dur” di halaman 469.

Secara samar-samar saya juga masih ingat ucapan Soeharto dalam pidato resmi di Istana Kepresidenan Jakarta tahun 1990-an, “Orde Baru akan hidup 1000 tahun.”

Setelah saya menuliskan kalimat ucapan Soeharto itu di Kompas, seorang pengusaha kaya di Jakarta, mengundang saya ke kantornya di wilayah Slipi, Jakarta. Kita ngopi saat itu. Sang pengusaha saat itu banyak senyum. Mungkin saat ini masih senyum.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu 6 Mei 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Habis Nurhadi Abdurrachman, Terbitlah Hasbi Hasan

Next Post

WHO Mengatakan Darurat Covid -19 Berakhir, Apa Artinya?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Pemerintah Himbau Masyarakat Waspada Subvarian Arcturus dari COVID-19

WHO Mengatakan Darurat Covid -19 Berakhir, Apa Artinya?

Cantik Bak Barbie! Inilah Keseharian Kalisa Putri, Kontestan Miss Asia Indonesia 2023

Cantik Bak Barbie! Inilah Keseharian Kalisa Putri, Kontestan Miss Asia Indonesia 2023

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist