• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Melampaui Politik Pencitraan

fusilat by fusilat
October 18, 2022
in Feature
0
Melampaui Politik Pencitraan

Ketua DPR Puan Maharani menanam padi (Foto: dok. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Jacko Ryan

Jakarta – Menjelang tahun politik, para elite politik beramai-ramai ‘turun gunung’. Aktivitas politik diselubungi aksi tertentu dan dilakukan elite demi tujuan khusus. Kita akrab menyebutnya sebagai politik pencitraan. Sasaran utama politik pencitraan adalah mendulang citra positif, menghasilkan opini publik, hingga meraup suara elektoral.
Akhir-akhir ini rakyat dipertontonkan dengan politik pencitraan mulai dari aksi menanam padi, pertemuan politik di warung pecel lele, hingga pagelaran konser Korean pop. Maksud para elite politik pun dapat dengan mudah ditebak, yakni mendapat identitas wong cilik, mendulang dukungan kalangan petani, hingga dekat dengan kalangan muda, kelompok yang berjumlah signifikan pada pemilu mendatang.

Tak ayal, bentuk-bentuk lain politik pencitraan akan semakin beragam hingga 2024. Walau tidak sedikit pula tindakan politik pencitraan berujung ejekan. Ketidaksesuaian gaya politik elite justru menjadi cibiran, sehingga semakin membuktikan tindakan yang dilakukannya hanya sekedar skenario semata. Persis yang dikatakan Walter Lippman bahwa citra adalah persepsi akan sesuatu yang ada di benak seseorang (pictures in our heads) dan itu tidak selamanya sesuai dengan realitas sesungguhnya.

Suatu Kelumrahan

Sama seperti figur publik lainnya, politik pencitraan para elite politik menjadi suatu kelumrahan. Citra positif dan simpati massa merupakan tolok ukur keberhasilan tokoh publik, sekaligus, dalam perspektif politik, menjadi modal mempertahankan dan/atau mendapatkan kekuasaan yang lebih besar.

Mark Roelofs mengatakan bahwa kegiatan politik utamanya adalah berbicara (politics is talk). Karenanya politik pencitraan menjadi salah satu sarana komunikasi elite kepada masyarakat. Dampak positifnya yakni hilangnya keberjarakan antara elite dan rakyat, sehingga aspirasi rakyat terkecil sekalipun seharusnya bisa lebih didengar oleh elite politik.

Jokowi menjadi contoh sukses bagaimana politik pencitraan dapat dikelola dengan baik. Identitas sederhana melekat dari gaya berpakaian hingga tindakan politik seperti blusukan. Hal seperti ini yang menimbulkan rasa persamaan antara rakyat dengan elite. Pun Jokowi yang lebih mudah menjangkau masyarakat dan mendengarkan aspirasi melalui blusukan.

Bahkan fenomena demikian dinilai sebagai gejala munculnya populisme baru (new populism), fenomena sangat berbeda dengan populisme lama yang berciri khas pertentangan negara vis-a-vis masyarakat, orang miskin dengan orang kaya, dan pribumi lawan pengaruh asing. Berbicara tentang Jokowi, Marcus Mietzner (2014) bertutur bahwa dengan blusukan dan gaya hidup sederhana, ia mampu menggerakkan masyarakat tanpa pertentangan, dan menjadikannya sebagai populis baru yang berhasil memenangkan hati rakyat.

Praktik politik pencitraan juga tidak bisa dilepaskan dari pemilu dan sistem kepartaian. Hubungan keduanya dinilai berbanding lurus. Penyelenggaraan pemilu yang semakin bebas dan berlakunya sistem multipartai pasca Orde Baru, juga sistem pemilu proporsional terbuka mendorong maraknya politik pencitraan di kalangan kandidat. Bahkan politik pencitraan menjadi lahan bisnis yang disiapkan para konsultan politik sedemikian rupa, yang keberadaannya terus berkembang hingga saat ini.

Pemimpin Masa Depan

Maraknya politik pencitraan membawa kekhawatiran tersendiri bagi Jon Simons. Dalam bukunya The Power of Political Images (2006), Simons menganggap bahwa politik demokratis modern adalah politik pencitraan, di mana persoalan penampilan lebih dari substansi, dan kepribadian lebih penting daripada kebijakan.

Ini menjadi salah satu dampak buruk politik pencitraan. Ideologi, visi-misi, dan program yang harusnya menjadi panduan rakyat memilih calon pemimpin, bergeser hanya pada keutamaan visualisasi personal jangka pendek semata. Hasilnya, lahir pemimpin yang hanya berdasar preferensi emosional rakyat sesaat, namun tidak mampu menuntaskan persoalan utama bangsa.

Politik pencitraan sah menjadi sarana mencari endorsement elektoral. Namun para politikus perlu sadar bahwa politik bukan sekedar ajang mendapatkan dan/atau mempertahankan kuasa dalam pemilu saja. Ia harus berani melampaui politik pencitraan yang tidak hanya sekedar personalisasi belaka, namun juga mampu berbicara lantang soal gagasan dan karya nyata. Elite tidak boleh berhenti setelah pemilu berakhir. Mereka yang terpilih kelak harus mengusahakan terhapusnya sekat-sekat antara elite dengan rakyat, serta memperjuangkan aspirasi rakyat yang selama ini melekat pada dirinya akibat politik pencitraan.

Begitu pula dengan masyarakat yang juga harus mampu melampaui politik pencitraan. Memilih pemimpin Indonesia masa depan utamanya bukan dinilai hanya berdasarkan citra politik semata, terlebih dengan citra politik setting-an, namun mendasarkan pilihan pada tiga keutamaan. Pertama, sejauh mana komitmen para elite dan calon pemimpin pada nilai-nilai demokrasi. Karena tidak jarang serangan terhadap demokrasi datang bukan dari rakyat, melainkan elite politik yang berasal dari lingkaran kekuasaan.

Kedua, tokoh yang memiliki prinsip kuat sehingga dapat berdiri kokoh dan tidak mudah ‘dihantui’ bayang-bayang aktor lain ketika menjalankan pemerintahannya kelak. Ketiga, memiliki track record dan tawaran gagasan yang jelas. Evaluasi pengalaman serta legacy sistem yang dibangunnya selama mengemban pengalaman tersebut menjadi kriteria penilaian kita terhadap calon pemimpin Indonesia masa datang.

Ketiga keutamaan di atas sekiranya dapat memandu kita untuk menentukan calon yang akan dipilih dalam kontestasi Pemilu 2024. Sambil menanti dan menerka dinamika pencalonan yang masih terus terjadi saat ini, sekaligus ‘menikmati’ ragam politik pencitraan yang akan terjadi ke depan. Selamat mempertimbangkan dan akhirnya memilih yang terbaik.

Jacko Ryan alumnus Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya

Dikutip detik.com Senin 17 Oktober 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sekjen NATO : Keadaan Dimana NATO Menggunakan Senjata Nuklir ‘Sangat Jauh

Next Post

Mengevaluasi Ulang Fungsi Kelembagaan Polri

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Mengevaluasi Ulang Fungsi Kelembagaan Polri

Mengevaluasi Ulang Fungsi Kelembagaan Polri

Rusia Meluncurkan Serangan Baru Menggunakan Drone yang mematikan di Kyiv tengah

Rusia Meluncurkan Serangan Baru Menggunakan Drone yang mematikan di Kyiv tengah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist