• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengevaluasi Ulang Fungsi Kelembagaan Polri

fusilat by fusilat
October 18, 2022
in Feature
0
Mengevaluasi Ulang Fungsi Kelembagaan Polri

Ilustrasi polisi(SHUTTERSTOCK/CAHYADI SUGI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Saiful Anam

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah memanggil para pejabat Markas Besar Polri, para Kapolda, dan para Kapolres se-Indonesia ke Istana di Istana Presiden. Dalam pertemuan dengan para petinggi Polri itu, isu utama yang menjadi perhatian Presiden adalah pembekingan terhadap judi online, perdagangan narkoba, dan kejahatan-kejahatan lainnya yang diduga dilakukan oknum petinggi Polri. Gaya hidup mewah sejumlah anggota Polri juga disentil Presiden. Di masyarakat banyak komentar dan penilaian bernada minor terhadap polisi, terlebih dengan adanya kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo (polisi berbintang dua), kasus narkoba yang melibatkan Teddy Minahasa (juga polisi berbintang dua), tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang di Malang, hingga kasus judi online yang kabarnya mendapat bekingan oknum petinggi Polri.

Keterlibatan masif polisi dalam upaya pemburaman fakta pada kasus pembunuhan Brigadir J merupakan salah satu dari sekian banyak problematika yang sering kita dengar dalam berbagai kasus yang melibatkan oknum anggota Polri. Karena itu, penting dicarikan solusi terkait akutnya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum Polri.

Pemisahan Gakkum dengan Kantibmas

Berdasarkan amanat Undang-Undang Kepolisian, polisi diberi fungsi sangat besar, yaitu penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) dan penegakan hukum (Gakkum). Dalam menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, Polri diberikan kewenangan sangat besar. Ditambah lagi dengan fungsi penegakan hukum, Polri dapat menerima aduan/laporan sampai melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus-kasus hukum di masyarakat. Menyatunya kewenangan Gakkum dan Kantibmas itulah yang kadangkala menimbulkan penyalahgunaan wewenang oleh oknum Polri dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, penulis mengusulkan agar kewenangan Gakkum dan Kantibmas jangan semuanya berada di tangan polisi. Kewenangan Polri cukup terbatas pada Kantibmas, sedangkan persoalan Gakkum diberikan kepada lembaga lain, misalnya Kejaksaan sebagai bagian pelaksanaan peradilan pidana terpadu (integrated criminal justice). Dengan pemisahan fungsi Gakkum dan Kantibmas akan terdapat semangat saling mengontrol, menjaga keseimbangan antara kedua lembaga yang pada akhirnya terjadi check and balance dalam menjalan fungsinya masing-masing. Golnya adalah tidak ada lembaga yang superior antara lembaga yang menjalankan fungsi Kantibmas dengan lembaga yang menjalankan fungsi Gakkum.

Penguatan fungsi Kompolnas

Peran Kompolnas selama ini tidak lebih hanya sebagai lembaga yang memberikan saran, baik kepada Presiden maupun kepada Polri berdasarkan keluhan dan informasi masyarakat. Kompolnas tidak dapat melakukan eksekusi terhadap perilaku dan sifat oknum-oknum Polri yang melanggar etika, bahkan melakukan pelanggaran hukum yang sangat meresahkan masyarakat. Berbagai macam keluhan dan kejadian yang sangat memalukan yang dilakukan oknum polisi tidak dapat dijangkau Kompolnas. Kompolnas tidak lebih hanya sebatas tukang pos yang hanya dapat menyampaikan keluhan dan saran terhadap perbaikan-perbaikan Polri.

Lembaga itu tidak dapat memberikan putusan berkenaan dugaan pelanggaran ekode etik dan etika oknum anggota Polri yang sering kali dikeluhkan masyarakat. Ke depan perlu kiranya penguatan peran dan fungsi Kompolnas, dengan memberikan kewenangan mengusulkan kepangkatan anggota Polri dari brigadir jenderal polisi sampai jabatan jenderal polisi, menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku anggota Polri, menetapkan kode etik dan/atau pedoman perilaku anggota Polri serta menjaga dan menegakkan pelaksanaan kode etik dan/atau pedoman perilaku anggota Polri. Dengan adanya penguatan fungsi Kompolnas, diharapkan Kompolnas dapat secara lebih leluasa, tidak hanya memberi masukan, akan tetapi juga mengontrol dan menjaga keseimbangan Polri dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Pada akhirnya, Polri dapat berubah menjadi lembaga yang lebih dipercaya masyarakat karena dalam menjalankan peran dan fungsinya ada lembaga eksternal yang secara aktif memberikan sanksi yang tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan wewenang oleh oknum anggota Polri.

Kedudukan Polri

Berkaca kepada superiornya kewenangan Polri sehingga menimbulkan berbagai problem penyalahgunaan wewenang di lapangan, maka perlu kembali mengurai urgensi wacana penempatan posisi Polri. Apakah tetap langsung di bawah Presiden, ataukah perlu membuka kembali wacana mendudukkan Polri di bawah sebuah kementerian. Dengan Polri yang tidak lagi memiliki fungsi Gakkum, menurut hemat penulis, dapat diposisikan berada di bawah kementerian yang memiliki peranan dan fungsi penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden menyelenggarakan pemerintahan negara. Hal itu akan memberikan kesejajaran dengan kedudukan TNI, di mana dalam urusan perumusan kebijakan dan anggaran berada di bawah Kementerian Pertahanan. Dengan memosisikan Polri seperti halnya TNI, maka segala bentuk penyalahgunaan kewenangan secara internal dapat dikendalikan, sehingga pengawasan melekat dalam upaya melaksanakan fungsi Kantibmas akan sejalan dengan visi dan misi yang tetapkan oleh kementerian yang tentunya visi dan misi tersebut berlandaskan pada nilai-nilai yang terkandung dalam keinginan dan garis yang telah di tetapkan Presiden. Evaluasi ulang fungsi dan kedudukan Polri itu tentunya dapat dijadikan sebuah legacy yang baik bagi pemerintahan saat ini, sehingga melalui pemisahan fungsi Gakkum dan Kantibmas, penguatan fungsi Kompolnas serta memosisikan Polri di bawah kementerian dapat memberikan semangat pembaharuan demi tegak dan berwibawanya Polri di tengah masyarakat. Harapannya, Polri dapat lebih dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat.

Saiful Anam | Dosen Fakultas Hukum Universitas Sahid Jakarta; Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI)

Dikutip Kompas.com, Senin 17 Oktober 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Melampaui Politik Pencitraan

Next Post

Rusia Meluncurkan Serangan Baru Menggunakan Drone yang mematikan di Kyiv tengah

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Rusia Meluncurkan Serangan Baru Menggunakan Drone yang mematikan di Kyiv tengah

Rusia Meluncurkan Serangan Baru Menggunakan Drone yang mematikan di Kyiv tengah

Teddy Minahasa

Kepercayaan Publik di Titik Nadir, "Quo Vadis" Polri? 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist