Jakarta-Fusilatnews – Dinamika pencapresan, terutama dari luar Koalisi Perubahan, terus berubah-ubah. Dari mulai Ganjar Pranowo yang menjadi favorit, kini beralih ke Prabowo Subianto. Seolah-olah, menapikan hasil berbagai survey yang mengunggulkan Ganjar Pranowo sebagai Capres 24. Bahkan Sekjen PDIP Hasto, sempat berujar bahwa hasil survey tergantung dari sponsor. Ini kata lain bahwa calon yang akan diusung oleh PDIP, bukan atas dasar hasil survey yang disponsori tersebut.
Pada perkembangan berikutnya, penjajakan koalisi PDIP dan PPP, semakin menguatkan arah siapa yang akan diusung oleh PDIP dan PPP kelak, untuk pasangan Capres dan Cawapres Pilpres 24. Ibu Mega, sudah mengantongi Capres usungan PDIP dan PPP sempat mendekati Sandiaga Uno.
Koalisi Indonesia Bersatu, yang diawal adalah sebagai kendaraan yang akan mengusung calon yang dari Istana, yaitu Ganjar Pranowo dan Erick Thohir, mandeg oleh berbagai sandungan internal partai. Golkar menuntut ketumnya maju sebagai Capres, sementara Zulhas masih teriak-teriak Ganjar dan Erick, dan kini PPP selingkuh dengan PDIP dengan calon lain lagi.
Hasil pelaksanaan Musyawarah Rakyat (Musra) di Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) yang paling diinginkan. Penanggung jawab Musra, Budi Arie Setiadi mengatakan, ada 1.361 peserta Musra yang melakukan voting kandidat capres untuk pemilihan umum (pemilu) mendatang. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 314 suara (23,07 persen) mendukung Prabowo Subianto,” ujar Budi Arie saat dikonfirmasi, Rabu (8/3/2023).
“Lalu Ganjar Pranowo menjadi capres kedua yang paling diinginkan dengan meraih dukungan sebanyak 275 suara (20,21 persen,” kata dia. Di posisi ketiga ada nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang meraih 223 suara (17,21 persen). Untuk capres paling diinginkan keempat ada Mahfud MD yang didukung oleh 221 suara (16,24 persen). Di posisi kelima, ada Puan Maharani yang meraih 76 suara (5,59 persen). “Kemudian capres paling diinginkan urutan keenam adalah Anies Baswedan yang didukung 63 suara (4,63 persen),” ujar Budi Arie. “Untuk urutan ketujuh, ada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang meraih 41 suara (3,01 persen),” kata dia. Di posisi kedelapan ada Sandiaga Uno yang didukung 35 suara atau (2,57 persen). Kemudian, Erick Thohir menjadi capres paling diinginkan kedelapan dengan 24 suara (1,76 suara).
Lalu, mantan Panglima TNI, Andika Perkasa menjadi capres paling diinginkan posisi kesembilan dengan didukung 12 suara (0,88 persen). Di posisi kesepuluh ada rangkuman perolehan suara untunberbagai tokoh nasional yang potensial menjadi capres, yakni 67 suara atau setara dengan 4,92 suara. Musra merupakan forum yang digelar relawan Jokowi untuk menghimpun keinginan elemen masyarakat terkait calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) untuk Pemilu 2024.


























